STRATEGI PENINGKATAN PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK PADA SISTEM INTEGRASI SAWIT SAPI Strategies for Increasing the Use of Organic Fertilizers in the Palm Cattle Integration System

Suci Wulandari, Deciyanto Soetopo

Abstract


Abstrak

ABSTRAK

Sistem integrasi sawit sapi merupakan salah satu model penerapan teknologi yang memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas sawit. Pola manajemen ternak (intensif, semi intensif, dan ekstensif) memberikan potensi dan permasalahan yang berbeda terhadap penggunaan pupuk organik yang bersumber dari ternak sapi. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah penyediaan dan pemanfaatan pupuk organik pada berbagai pola manajemen ternak, serta pemetaan kendala dan strategi dalam penerapannya. Manajemen ternak memberikan pengaruh yang berbeda dalam pengelolaan dan pemanfaatan pupuk organik ditinjau dari jumlah bahan baku, kemudahan pengelolaan bahan baku, efektivitas pemanfaatan pupuk organik, komponen biaya, dan aplikasi pupuk organik. Pola intensif memberikan peluang pengelolaan pupuk organik yang lebih baik. Dari sisi pengolahan dan aplikasi pada perkebunan sawit, pola intensif juga relatif lebih baik.  Pemanfaatan pupuk organik dari sistem integrasi sawit sapi masih dihadapkan pada berbagai kendala terkait dengan ketersediaan bahan baku, ketersediaan peralatan pengolahan dan bahan pembantu, ketersediaan modal, ketersediaan tenaga kerja, pemasaran dan distribusi, serta minat dan pengetahuan petani. Berdasarkan kendala yang dihadapi, maka strategi mendorong pemanfaatan pupuk organik bertujuan untuk membangun sistem produksi yang menjamin ketersediaan bahan baku, ketersediaan peralatan pengolahan dan bahan pembantu, ketersediaan modal, dan ketersediaan tenaga kerja. Selainuntuk meningkatkan minat petani, strategi juga bertujuan untuk menjamin distribusi dan pemasaran produk,sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. Berdasarkan kendala dan tujuan yang ingin dicapai, maka strategi untuk meningkatkan pemanfaatan pupuk organik pada sistem integrasi sawit sapi terdiri dari: penguatan kelembagaan petani, pengembangan aspek kewirausahaan, percepatan alih teknologi melalui diseminasi partisipatif, pengembangan unit pengolahan pupuk organik berbasis agribisnis, pendirian unit percontohan, penguatan dukungan lembaga penelitian, peningkatan akses permodalan, serta  formulasi kebijakan mendukung sistem produksi dan pemanfaatan pupuk organik. Strategi dibangun dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan internal petani atau kelompok tani dan untuk memanfaatkan dukungan dari pihak lain.

Abstract

The palm cattle integration system is a model for applying technology that can increase oil palm productivity. The cattle management model (intensive, semi-intensive, and extensive) provides different potentials and problems to organic fertilizers usage. This paper aims to examine the supply and use of organic fertilizers in various cattle management mode,also mapping constraints and application strategies. Livestock management has different effects in the management and utilization of organic fertilizers in terms of the number of raw materials, ease of management of raw materials, the effectiveness of organic fertilizers, cost components, and the application of organic fertilizers.The intensive system provides opportunities for better organic fertilizer management. In terms of processing and application in oil palm plantations, the intensive system is also relatively better. The use of organic fertilizers from the palm cattle integration system is still faced various obstacles related to the availability of raw materials, availability of processing equipment and supporting materials, availability of capital, availability of labor, marketing and distribution, and farmers’ interests and knowledge. Based on the constraints faced, the strategy aims to build a production system that ensures the availability of raw materials, the availability of processing equipment and supporting materials, availability of capital, and labor availability. The strategy also aims to provide product distribution and marketing, increase farmers’ interest, and increase farmers’ income. Based on the constraints and objectives,the strategies include strengthening farmer institutions, developing entrepreneurial aspects, accelerating technology transfer through participatory dissemination, developing agribusiness-based organic fertilizer processing units, establishing pilot units, enhancing the support of research institutions, increasing access to capital, and formulating policies to support the production and use of organic fertilizers. The strategy  is built to overcome farmers or farmer groups’ internal problems and take advantage of support from other parties.


Keywords


produktivitas, sawit, sapi, pupuk organik / : productivity, oil palm, cattle, organic fertilizer

Full Text:

PDF

References


Adityawarman, A., Salundik and Lucia (2015) ‘Pengolahan Limbah Ternak Sapi Secara Sederhana di Desa Pattalassang Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan’, Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Pertanian, 3(3), pp. 171–177. doi: 10.29244/jipthp.3.3.171-177.

Ahmad, S. N. and Nur, A. S. (2019) ‘Pengaruh Integrasi Ternak Sapi dengan Kelapa Sawit terhadap Produktivitas Sapi dan Kelapa Sawit’, 5 (April), pp. 43–50.

Aisyah, S., Sunarlim, N. and Solfan, B. (2011) ‘Pengaruh Urine Sapi Terfermentasi dengan Dosis dan Interval Pemberian yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)’, Jurnal Agroteknologi, 2(1), pp. 1–5. doi: http://dx.doi.org/10.24014/ja.v2i1.127.

Alfayanti and Efendi, Z. (2013) ‘Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mukomuko’, Agrisep, 13(1), pp. 1–10.

Aring Hepiana Lestari, D., Erry Prasmatiwi, F. and Ismoyo, R. H. (2018) ‘Analisis Perbandingan Biaya Transaksi, Pendapatan, dan Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit Plasma dengan Swadaya di Kabupaten Tulang Bawang’, AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 4(2). doi: 10.18196/agr.4266.

Ariyanto, A. et al. (2017) ‘Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kelapa Sawit Rakyat Pola Swadaya di Kabupaten Kampar-Riau’, INA-Rxiv, Oct. doi: http://doi.org/10.17605/OSF.IO/PDWBS.

Ditjenbun (2020) Statistik Perkebunan Indonesia 2018-2020, Kelapa Sawit.

Diwyanto, K., Matondang, R. H. and Handiwirawan, E. (2013) ‘Perkembangan Sistem Integrasi Sawit Sapi di Beberapa Lokasi Mendukung Program Swasembada Daging Sapi’, in Tiesnamurti, B. et al. (eds) Model Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman-Sapi Berbasis Inovasi. IAARD Press, pp. 13–52.

Edwina, S. et al. (2019) ‘Kajian perbandingan produktivitas dan pendapatan perkebunan pola Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA) dengan perkebunan tanpa pola SISKA di Kabupaten Siak’, Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 5(1), pp. 90–103.

Gunawan and Talib, C. (2014) ‘Potensi pengembangan bioindustri dalam sistem integrasi sapi sawit’, Wartazoa, 24(2), pp. 67–74.

Gupta, V., Rai, P. K. and Risam, K. S. (2012) ‘Integrated crop-livestock farming systems: a strategy for resource conservation and environmental sustainability’, Indian Research Journal of Extension Education, II(Volume II), pp. 49–54.

Hafif, B., Ernawati, R. and Pujiarti, Y. (2014) ‘Peluang Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit Rakyat di Provinsi Lampung’, Jurnal Littri, 20(2), pp. 100–108.

Handaka, A., Hendriadi and Alamsyah, T. (2009) ‘Perspektif Pengembangan Mekanisasi Pertanian dalam Sistem Integrasi Ternak Tanaman Berbasis Sawit, Padi dan Kakao’, in Prosiding Workshop Nasional Dinamika dan Keragaan Sistem Integrasi Ternak-Tanaman : Padi, Sawit, Kakao. Bogor: BadanLitbang Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Husnain, H. and Nursyamsi, D. (2016) ‘Peranan Bahan Organik dalam Sistem Integrasi Sawit-Sapi’, (July 2015), pp. 26–36.

Indriani, F., Sutrisno, E. and Sumiyati, S. (2013) ‘Studi Pengaruh Penambahan Limbah Ikan Pada Proses Pembuatan Pupuk Cair dari Urin Sapi terhadap Kandungan Unsur Hara Makro (CNPK)’, Jurnal Teknik Lingkungan, 2(2), pp. 1–8.

Jafri, J., Febriamansyah, R. and Syahni, R. (2015) ‘Interaksi Partisipati antara Penyuluh Pertanian dan Kelompok Tani Menuju Kemandirian Petani’, Jurnal Agro Ekonomi, Volume 33 Nomor 2, Oktober 2015: 161-177, 33(2), pp. 161–177. doi: 10.1088/0004-637X/794/2/154.

Juarsah, I. (2014) ‘Pemanfaatan pupuk organik untuk pertanian organik dan lingkungan berkelanjutan’, in Seminar Nasional Pertanian Organik, pp. 127–136.

Khalida, R. and Lontoh, A. P. (2012) ‘Manajemen Pemupukan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.), Studi Kasus pada Kebun Sungai Sagu’, Buletin Agrohorti, 53(9), pp. 1689–1699. doi: 10.1017/CBO9781107 415324.004.

Kurniadinata, O. F. (2007) ‘Pemanfaatan Feses Dan Urin Sapi Sebagai Pupuk Organik dalam Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacg.)’, in Seminar Optimalisasi Hasil Samping Perkebunan Kelapa Sawit dan Industri Olahannya sebagai Pakan Ternak, pp. 65–72.

Laborde, D. and Piñeiro, V. (2018) ‘Monitoring Agricultural Productivity for Sustainable Production and R&D Planning’, Economics: The Open-Access, Open-Assessment E-Journal, 12, pp. 1–11. doi: 10.5018/economics-ejournal.ja.2018-66.

Lestari, D., Prasmatiwi, F. and Ismoyo, R. (2018) ‘Analisis Perbandingan Biaya Transaksi, Pendapatan, dan Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit Plasma dengan Swadaya di Kabupaten Tulang Bawang’, AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 4(2), pp. 111–119. doi: 10.18196/agr.4266.

Lifianthi, Oktarina, S. and Rosana, E. (2018) ‘Analisis Produktivitas dan Pendapatan Kelapa Sawit Petani Plasma dan Swadaya di Sumatera Selatan’, Agripita, 2(1), pp. 38–42.

Lubis, M. F. and Lubis, I. (2018) ‘Analisis Produksi Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kebun Buatan, Kabupaten Pelalawan, Riau’, Buletin Agrohorti, 6(2), p. 281. doi: 10.29244/agrob.6.2.281-286.

Maharany, R., Tarigan, S. M. and Ghazali, S. Al (2019) ‘Analisa Kesenjangan (GAP) Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Tiga Tahun Tanam di Afdeling V Kebun Lama PT. Perkebunan Nusantara I’, BERNAS Agricultural Research Journal, 15(1), pp. 185–193.

Mathius, I. and Udiati, U. (2013) ‘Bahan organik asal kotoran sapi sebagai titik ungkit pengembangan sapi potong dalam kawasan industri sawit’, in Tiesnamurti, B. et al. (eds) Model Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman-Sapi Berbasis Inovasi, pp. 251–278.

Mathius, I. W. et al. (2004) ‘Produk Samping Tanaman dan Pengolahan Buah Kelapa Sawit sebagai Bahan Dasar Pakan Komplit untuk Sapi: Suatu Tinjauan’, Pros. Lokakarya Nasional Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi, (2004), pp. 120–128.

Matondang, R. and Talib, C. (2015) ‘Model Pengembangan Sapi Bali dalam Usaha Integrasi di Perkebunan Kelapa Sawit’, Wartazoa, 25(3), pp. 147–157. doi: http://dx.doi.org/10.14334/wartazoa.v25i3.1159.

Muis, J. M. (2015) ‘Kinerja dan Prospek Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong Ramah Lingkungan di Sumatra Barat’, Widyariset, 18(1), pp. 59–70.

Pahan, I. (2007) ‘Panduan Lengkap Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir’. Penebar Swadaya, p. 160.

Prastowo, B. (2007) ‘Potensi Sektor Pertanian Sebagai Penghasil dan Pengguna Energi Terbarukan’, Perspektif, 6(2), pp. 84–92.

Prastowo, B. and Richana, N. (2014) Biodiesel Generasi-1 Generasi-2. IAARD Press.

Puastuti, W., Handiwirawan, E. and Diwyanto, K. (2013) ‘Perkembangan Sistem Integrasi Sawit-Sapi di Kelompok Tani Subur Makmur Provinsi Kalimantan Tengah: Pola Pemeliharaan Sapi Secara Intensif’, in Model Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman-Sapi Berbasis Inovasi, pp. 145–172.

Puastuti, W., Suryana and Matondang, R. (2013) ‘Perkembangan Sistem Integrasi Sawit-Sapi di Kalimantan Selatan: Pola Pemeliharan Sapi Semi Intensif’, in Tiesnamurti, B. et al. (eds) Model Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman-Sapi Berbasis Inovasi, pp. 173–198.

Pusdatin Kementerian Pertanian (2019) Outlook Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit. doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.

Ridha, A. (2019) ‘Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kelapa Sawit di Kabupaten Aceh Timur’, Jurnal Samudra Ekonomika, 2(January 2018), pp. 13–19.

Rizki, M. R., Sastrowiratmo, S. and Gunawan, S. (2017) ‘Kajian Interaksi Budidaya Kelapa Sawit dengan Sapi’, Jurnal Agromast, 2(2).

Sardjono, N. (2012) ‘Strategi Pengembangan Sistem Produksi Pupuk Organik pada Unit Pengolahan Pupuk Organik (Uppo) di Desa Bangunsari Kabupaten Ciamis’, Jurnal Teknologi Pertanian, 13(2), pp. 138–148. Available at: https://www.academia.edu.

Siahaan, D. (2016) ‘Kajian Potensi Rendemen Untuk Mencapai Produkvitas CPO Tinggi di Perkebunan Kelapa Sawit’. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, p. 54.

Siswati, L. and Rizal, M. (2017) ‘Peningkatan Pendapatan Petani Pertanian Terpadu Ternak Sapi Perah dan Kelapa Sawit di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau’, Jurnal ilmu-Ilmu Peternakan, 20(2), pp. 51–58.

Sulistiawati, R. (2018) ‘Peningkatan Kesejahteraan Melalui Kemandirian Petani dalam Pengelolaan Integrasi Sawit Sapi Berkelanjutan’, Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 11(2), p. 200. doi: 10.24843/jekt. 2018.v11.i02.p09.

Suryana, S. and Yasin, M. (2015) ‘Prospek Pengembangan Integrasi Sawit-Sapi di Kalimantan Selatan’, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 34(1), p. 9. doi: 10.21082/jp3.v34n1.2015.p9-18.

Yohansyah, W. M. and Lubis, I. (2014) ‘Analisis Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT. Perdana Inti Sawit Perkasa I, Riau’, Buletin Agrohorti, 2(1), p. 125. doi: 10.29244/agrob.2.1.125-131.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v19n2.2020.136-148

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by