PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARET NASIONAL MELALUI PERCEPATAN ADOPSI INOVASI DI TINGKAT PETANI Improvement of National Rubber Productivity through Acceleration of Innovation Adoption at The Farmer's Level

Junaidi Junaidi

Abstract


ABSTRAK

 Produktivitas karet Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan mayoritas perkebunan karet Indonesia berupa perkebunan karet rakyat yang produktivitasnya hanya berkisar 1.100 – 1.200 kg/ha/tahun. Upaya meningkatkan produktivitas karet rakyat merupakan tantangan besar bagi pemerintah, peneliti, akademisi, penyuluh, praktisi perkebunan dan segenap pemangku kepentingan lainnya. Tulisan ini menyajikan produktivitas karet Indonesia secara umum, teknologi-teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas karet, kendala dalam adopsi teknologi serta upaya-upaya percepatan adopsti teknologi terutama untuk perkebunan rakyat. Kegiatan penelitian dan pengembangan tanaman karet di Indonesia telah menghasilkan teknologi-teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas karet antara lain: klon unggul berpotensi produksi tinggi, pola tanam tumpangsari dan integrasi karet-ternak untuk meningkatkan pendapatan petani, dan sistem sadap tipologi klonal untuk mengoptimalkan potensi tanaman. Adopsi teknologi di tingkat petani masih mengalami hambatan berupa keterbatasan pengetahuan, modal dan lahan. Penyuluhan berkelanjutan, pemberdayaan kelompok tani, dan dukungan pemerintah berupa modal dan sarana produksi merupakan kunci percepatan adopsi teknologi. Dalam konsep sistem penyuluhan pertanian berkelanjutan, selain adopsi teknologi peran penyuluhan adalah pemecahan masalah, pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia. Peningkatan produktivitas karet rakyat akan berdampak signifikan terhadap produktivitas karet nasional dan kesejahteraan petani.

ABSTRACT

 

This article presents Indonesia's rubber productivity in general, technologies to increase rubber productivity, technology adoption constraints,and strategies to accelerate technology adoption, especially for smallholding farmers. Compared to other main producer countries, Indonesia's rubber productivity is still relatively low. This is due to the majority of Indonesia's rubber is smallholder plantation which productivity is only around 1,100 - 1,200 kg/ha/year. Increasing smallholder plantation productivity is still a major challenge for the government, researchers, academics, extension workers, plantation practitioners and all other stakeholders. The rubber research and development activities in Indonesia have produced technologies that can increase rubber productivity including superior clones, intercropping system and rubber-livestock integration to increase farmers' incomes, and clonal typology tapping systems to optimize yield potential. The adoption of these technologies at the farm level still encounter major obstacles such as limited knowledge, capital and land area. Sustainable extension, farmer groups empowerment,and government support of capital and production resources are required to accelerate technology adoption. In the sustainable agricultural extension concept; beside the technology adoption, the roles of extension are problem-solving, training, and human resources development. The increase of smallholder plantation productivity will have a significant impact on Indonesian rubber productivity as well as farmers' welfare.


Keywords


Hevea brasiliensis, adopsi teknologi, penyuluhan, bibit unggul, tumpangsari, sistem sadap / Hevea brasiliensis, technology adoption, extension, superior planting material, intercropping, latex harvesting system

Full Text:

PDF

References


Adiwiganda, Y. T. et al. (1994) ‘Teknik penyusunan rekomendasi pemupukan tanaman karet’, Forum Komunikasi Karet, pp. 1–17.

Adou, B. Y. C. et al. (2018) ‘Contribution of latex micro diagnosis to modern management of rubber plantations: case of clones with low or slow metabolism PB 217 and PR 107’, European Scientific Journal, 14(9), pp. 312–329. doi: 10.19044/esj.2018.v14n9p312.

Allahyari, M. S. and Sadeghzadeh, M. (2019) ‘Agricultural extension systems toward SDGs 2030: zero hunger’, in Filho, W. L. et al. (eds) Zero Hunger. Springer, Cham, pp. 1–11. doi: 10.1007/978-3-319-69626-3_2-1.

Andriyanto, M., Dalimunthe, C. I. and Sembiring, Y. R. V (2017) ‘Pemanfaatan bangun-bangun (Coleus amboinicus) di gawangan TBM karet untuk pengendalian jamur akar putih dan kesuburan tanah’, Warta Perkaretan, 36(2), pp. 137–146.

Ardika, R. and Herlinawati, E. (2014) ‘Alternatif penyediaan bahan tanam karet dengan sistem root trainer’, Warta Perkaretan, 33(2), pp. 73–78. doi: 10.22302/ppk.wp.v33i2.52.

Badan Pusat Statistik (2019) Statistik Karet Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Bahri, S. et al. (2016) ‘The sustainable integration of meliponiculture as an additional income stream for rubber smallholders in Malaysia’, in CRI & IRRDB International Rubber Conference, Siem Reap, Cambodia, 21 – 22 November 2016., pp. 143–156.

Batubara, L. L. et al. (2004) ‘Sistem integrasi peternakan domba dengan perkebunan karet dan kelapa sawit’, in Prosiding Seminar Nasional Sistem Integrasi Tanaman - Ternak. Denpasar, pp. 20–22.

Boerhendy, I., Agustina, D. S. and Setiono (2012) ‘Paket teknologi karet untuk mempersingkat masa tanaman belum menghasilkan kurang dari empat tahun’, in Prosiding Konferensi Nasional Karet, Yogyakarta 19 - 20 September 2012. Bogor: Pusat Penelitian Karet, pp. 269–278.

Budi et al. (2008) Panduan Pembangunan Kebun Wanatani Berbasis Karet Klonal. Bogor, Indonesia: World Agroforestry Centre (ICRAF), Southeast Asia Regional Office.

Cilas, C. et al. (2004) ‘Characterization of branching in two Hevea brasiliensis clones’, Journal of Experimental Botany, 55(399), pp. 1045–1051. doi: 10.1093/jxb/erh114.

Dalimunthe, C. I., Fairuzah, Z. and Daslin, A. (2015) ‘Ketahanan lapangan tanaman karet klon IRR seri 100 terhadap tiga patogen penting penyakit gugur daun’, Jurnal Penelitian Karet, 33(1), pp. 35–46. doi: 10.22302/jpk.v33i1.169.

Darojat, M. R. and Sayurandi (2018) ‘Status klon-klon karet seri IRR hasil kegiatan pemuliaan Indonesia dan adopsinya di perkebunan karet Indonesia’, Perspektif, 17(2), pp. 150–165. doi: 10.21082/psp.v17n2.2018.

Das, G., Chaudhuri, D. and Varghese, Y. A. (2010) ‘Evaluation of Hevea clones in the mature phase under the agroclimate of Sub-Himalayan West Bengal’, Journal of Plantation Crops, 38(2), pp. 105–110.

Daslin, A. (2013) ‘Produktivitas klon karet pada berbagai kondisi lingkungan di perkebunan’, AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 18(1), pp. 1–6. doi: https://doi.org/10.30596/agrium.v18i1.337.

Daslin, A. (2014) ‘Perkembangan penelitian klon karet unggul IRR seri 100 sebagai penghasil lateks dan kayu’, Warta Perkaretan, 33(1), pp. 1–10. doi: 10.22302/ppk.wp.v33i1.44.

Daslin, A. and Pasaribu, S. A. (2015) ‘Uji adaptasi klon karet IRR seri 100 pada agroklimat kering di Kebun Sungei Baleh Kabupaten Asahan Sumatera Utara’, Jurnal Penelitian Karet, 33(1), pp. 25–34. doi: 10.22302/jpk.v33i1.168.

Dian, K. et al. (2017) ‘Effect of ethephon stimulation on downward tapping in latex production metabolism on upward tapping in PB 217 clone of Hevea Brasiliensis’, International Journal of Environment, Agriculture and Biotechnology, 2(6), pp. 2944–2957. doi: 10.22161/ijeab/2.6.22.

Direktorat Jenderal Perkebunan (2016) Statistik Perkebunan Indonesia 2015 - 2017: Karet. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Diwyanto, K., Priyanti, A. and Saptati, R. A. (2007) ‘Prospek pengembangan usaha peternakan pola integrasi’, Sains Peternakan, 5(2), pp. 26–33. doi: 10.20961/sainspet.v5i2.4924.

Fairuzah, Z. et al. (2014) ‘Keefektifan beberapa fungi antagonis (Tricoderma sp.) dalam biofungisida Endohevea terhadap penyakit jamur akar putih (Rigidoporus microporus) di lapangan’, Jurnal Penelitian Karet, 32(2), pp. 122–128. doi: 10.22302/jpk.v32i2.158.

Fairuzah, Z., Dalimunthe, C. I. and Karyudi (2012) ‘Efektivitas beberapa fungi antagonis (Trichoderma sp.) terhadap penyakit jamur akar putih di laboratorium’, in Prosiding Seminar Nasional Mikologi: Biodiversitas dan Bioteknologi Sumberdaya Hayati Fungi dan Pembentukan Perhimpunan Mikologi Indonesia,. Purwokerto, 15 - 16 Mei 2012, pp. 614–621.

Herlinawati, E. and Kuswanhadi (2017) ‘Pengaruh stimulan etefon terhadap produksi dan fisiologi lateks berbagai klon IRR’, Jurnal Penelitian Karet, 35(2), pp. 148–158. doi: 10.22302/ppk.jpk.v35i2.404.

Herlinawati, E. and Kuswanhadi, K. (2013) ‘Aktifitas metabolisme beberapa klon karet pada berbagai frekuensi sadap dan stimulasi’, Jurnal Penelitian Karet, 31(2), p. 110. doi: 10.22302/jpk.v31i2.138.

Huda, N., Suharjo, B. and Suryani, A. (2013) ‘Adopsi teknologi budi daya dan strategi pengembangan perkebunan karet rakyat di Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara’, MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah, 8(2), pp. 135–143. doi: 10.29244/mikm.8.2.135-143.

Indraningsih, K. S. (2016) ‘Faktor-faktor yang memengaruhi kinerja usahatani petani sebagai representasi strategi penyuluhan pertanian berkelanjutan di lahan marjinal’, Jurnal Agro Ekonomi, 31(1), pp. 71–95. doi: 10.21082/jae.v31n1.2013.71-95.

Indraningsih, K. S., Pranadji, T. and Sunarsih (2013) ‘Revitalisasi sistem penyuluhan pertanian dalam perspektif membangun industrialisasi pertanian pedesaan’, Forum Penelitian Agro Ekonomi, 31(2), pp. 89–110. doi: 10.21082/fae.v31n2.2013.89-110.

Iskandar, D. (2011) ‘Penggunaan bibit karet unggul oleh petani karet di Jambi dan Kalimantan Barat; motivasi dan hambatan’, Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 13(3), pp. 165–170.

Joshi, L. et al. (2002) Jungle Rubber: A Traditional Agroforestry System Under Pressure. Bogor, Indonesia: International Centre for Research in Agroforestry (CIFOR).

Kuntariningsih, A. and Mariyono, J. (2014) ‘Adopsi teknologi pertanian untuk pembangunan pedesaan: sebuah kajian sosiologis’, Agriekonomika, 3(2), pp. 180–191.

Lacote, R. et al. (2013) ‘Sustainable rubber production through good latex harvesting practices: stimulation based on clonal latex functional typology and tapping panel management’, in Proceeding of Workshop on Latex Harvesting Technology 2013. Binh Duong, Vietnam: International Rubber Research and Development Board, pp. 1–18.

Malaysian Rubber Board (2019) Natural Rubber Statistic 2018. Kuala Lumpur. Available at: http://www.lgm.gov.my/nrstat/Statistics Website 2018 (Jan-Dec).pdf (Accessed: 28 April 2019).

Malian, A. H. and Djauhari, A. (1999) ‘Upaya perbaikan kualitas bahan olah karet rakyat’, Forum Penelitian Agro Ekonomi, 17(2), pp. 43–50. doi: 10.21082/fae.v17n2.1999.43-50.

Nancy, C., Agustina, D. S. and Syarifa, L. F. (2013) ‘Potensi kayu hasil peremajaan karet rakyat untuk memasok industri kayu karet: studi kasus di Provinsi Sumatera Selatan’, Jurnal Penelitian Karet, 31(1), pp. 68–78. doi: 10.22302/jpk.v31i1.134.

Narso et al. (2012) ‘Strategi pengembangan peran penyuluh pertanian lapang di Provinsi Banten’, Jurnal Penyuluhan, 8(2), pp. 176–183. doi: 10.25015/penyuluhan.v8i2.9889.

Nofriadi (2016) ‘Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi karet di Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi (Studi kasus Desa Muaro Sebapo)’, e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, 5(1), pp. 1–12.

Nugroho, P. A. et al. (2009) ‘Pengaruh tanaman sela ubi kayu terhadap pertumbuhan tanaman karet belum menghasilkan dan pengurasan hara tanah’, Jurnal Penelitian Karet, 27(1), pp. 64–75.

Pasaribu, S. A., Rosmayati, R. and Sumarmadji, S. (2015) ‘Uji ketahanan klon karet IRR seri 400 terhadap beberapa isolat penyakit gugur daun Colletotrichum’, Jurnal Penelitian Karet, 33(2), pp. 131–142. doi: 10.22302/jpk.v33i2.178.

Pinizzotto, S. (2019) The Condition and Outlook of World Natural Rubber Supply and Demand. Singapore. Available at: http://www.shfe.com.cn/content/2019-528/speech/XJ-Pinizzotto.pdf.

Purnamayani, R. and Asni, N. (2013) Teknologi Pemupukan Karet Unggul dan Lokal Spesifik Lokasi. Jambi: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi.

Putra, R. C., Widyasari, T. and Achmad, S. R. (2018) ‘Pengaruh pupuk organik briket gambut rawa pening terhadap pertumbuhan batang bawah tanaman karet dalam root trainer’, Jurnal Penelitian Karet, 36(2), pp. 127–136. doi: 10.22302/ppk.jpk.v36i2.599.

Rinojati, N. D. et al. (2016) ‘Analisis efisiensi usahatani pisang di antara tanaman karet: studi kasus di Kebun Cibungur, PTPN VIII Jawa Barat’, Warta Perkaretan, 35(1), pp. 37–48. doi: 10.22302/ppk.wp.v35i1.79.

Rodrigo, V. H. L., Silva, T. U. K. and Munasinghe, E. S. (2004) ‘Improving the spatial arrangement of planting rubber (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) for long-term intercropping’, Field Crops Research, 89(2–3), pp. 327–335. doi: 10.1016/j.fcr.2004.02.013.

Rusdiana, S., Hutasoit, R. and Sirait, J. (2015) ‘Analisis ekonomi usaha sapi potong di lahan perkebunan sawit dan karet’, SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 12(2), pp. 146–155.

Sadono, D. (2008) ‘Pemberdayaan petani: paradigma baru penyuluhan pertanian di Indonesia’, Jurnal Penyuluhan, 4(1), pp. 65–74. doi: 10.25015/penyuluhan.v4i1.2170.

Sahuri (2017a) ‘Pengaturan pola tanam karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) untuk tumpang sari jangka panjang’, Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 22(1), pp. 46–51. doi: 10.18343/jipi.22.1.46.

Sahuri (2017b) ‘Pengembangan tanaman jagung (Zea mays L.) di antara tanaman karet belum menghasilkan’, Analisis Kebijakan Pertanian, 15(2), pp. 113–126.

Sahuri (2017c) ‘Uji adaptasi sorgum manis sebagai tanaman sela di antara tanaman karet belum menghasilkan’, Jurnal Penelitian Karet, 35(1), pp. 23–38. doi: 10.22302/ppk.jpk.v1i1.286.

Sahuri, S., Cahyo, A. N. and Nugraha, I. S. (2016) ‘Pola tumpang sari karet-padi sawah pada tingkat petani di lahan pasang surut (studi kasus di Desa Nusantara, Kecamatan Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan)’, Warta Perkaretan, 35(2), pp. 107–120. doi: 10.22302/ppk.wp.v35i2.94.

Sahuri, S. and Rosyid, M. J. (2015) ‘Analisis usahatani dan optimalisasi pemanfaatan gawangan karet menggunakan cabai rawit sebagai tanaman sela’, Warta Perkaretan, 34(2), pp. 77–88. doi: 10.22302/ppk.wp.v34i2.250.

Salisu, M. A. et al. (2016) ‘Effect of soilless media on growth and some physiological traits of rubber (Hevea brasiliensis) seedlings’, International Journal of Agriculture, Forestry and Plantation, 3, pp. 95–100.

Saputra, J. (2018) ‘Strategi pemupukan tanaman karet dalam menghadapi harga karet yang rendah’, Warta Perkaretan, 37(2), pp. 75–86. doi: 10.22302/ppk.wp.v37i2.584.

Sayurandi and Tistama, R. (2018) ‘Evaluasi kinerja klon karet unggul berdasarkan sistem sadap untuk mencapai produktivitas optimal’, in Workshop Penguatan Pemahan Kultur Teknis Budidaya bagi Planters di Perkebunan Karet, Medan 16 - 17 Oktober 2018. Medan: Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet, pp. 18–39.

Siagian, N. (2012) Pembibitan dan Pengadaan Bahan Tanam Karet Unggul. Medan: Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet.

Siagian, N. and Bukit, E. (2015) ‘Komparasi teknis dan finansial pengadaan benih melalui okulasi tanaman di polibeg dengan okulasi di lapangan’, Warta Perkaretan, 34(2), pp. 115–126. doi: 10.22302/ppk.wp.v34i2.253.

Simamora, D. I. S., Yusri, J. and Dewi, N. (2017) ‘Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha tani karet di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan’, Jural Online Mahasiswa Faperta Universitas Riau, 4(2), pp. 1–12.

Subekti, S., Sudarko and Sofia (2015) ‘Penguatan kelompok tani melalui optimalisasi dan sinergi lingkungan’, Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 8(3), pp. 50–56.

Suhendry, I., Siagian, N. and Bukit, E. (2006) ‘Upaya mempercepat penyebaran bibit karet unggul melalui sistem waralaba’, in Prosiding Lokakarya Nasional Budidaya Tanaman Karet. Medan 4 - 6 September 2006. Medan: Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet, pp. 71–89.

Sumarmadji et al. (2012) ‘Paket teknologi penyadapan untuk optimasi produksi sesuai tipologi klon’, in Prosiding Konferensi Nasional Karet, Yogyakarta 19 - 20 September 2012. Bogor: Pusat Penelitian Karet, pp. 207–216.

Sundari, T. and Purwantoro (2014) ‘Kesesuaian genotipe kedelai untuk tanaman sela di bawah tegakan pohon karet’, Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 33(1), pp. 44–53.

Syarifa, L. F. et al. (2012) ‘Evaluasi tingkat adopsi klon unggul di tingkat petani karet Provinsi Sumatera Selatan’, Jurnal Penelitian Karet, 30(1), pp. 12–22. doi: 10.22302/jpk.v30i1.118.

Syarifa, L. F., Agustina, D. S. and Nancy, C. (2013) ‘Evaluasi Pengolahan dan Mutu Bahan Olah Karet Rakyat (Bokar) di Tingkat Petani Karet di Sumatera Selatan’, Jurnal Penelitian Karet, 31(2), pp. 139–148. doi: 10.22302/jpk.v31i2.141.

Syarifa, L. F., Nancy, C. and Supriadi, M. (2011) ‘Model penumbuhan dan penguatan kelembagaan perbenihan untuk meningkatkan mutu bahan tanam dan produktivitas karet rakyat’, Jurnal Penelitian Karet, 29(2), pp. 130–141. doi: 10.22302/jpk.v29i2.245.

Towaha, J. and Daras, U. (2013) ‘Peluang pemanfaatan kayu karet (Hevea brasiliensis) sebagai kayu industri’, Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 19(2), pp. 26–31.

Woelan, S. et al. (2016) ‘Keunggulan klon karet IRR 220 dan IRR 230’, Warta Perkaretan, 35(2), pp. 89–106. doi: 10.22302/ppk.wp.v35i2.238.

Xianhai, Z. et al. (2012) ‘Improving planting pattern for intercropping in the whole production span of rubber tree’, African Journal of Biotechnology, 11(34), pp. 8484–8490. doi: 10.5897/ajb11.3811.

Yulia, E. Y. et al. (2017) ‘Antagonisme Trichoderma spp. terhadap jamur Rigidoporus lignosus (Klotzsch) Imazeki dan penekanan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet’, Agrikultura. Unspecified, 28(1), pp. 47–55. doi: 10.24198/agrikultura.v28i1.13226.

Zakariyya, F., Puspitasari, N. and Prawoto, A. A. (2016) ‘Ragam model pola tumpangsari kakao-karet’, Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 28(1), pp. 19–28.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v19n1.2020.17-28

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by