PENGELOLAAN BIOMASSA TANAMAN DALAM BIOINDUSTRI PERKEBUNAN MENDUKUNG PENGEMBANGAN BIOENERGI Plant Biomass Management in Plantations Bioindustry Supporting Bioenergy Development

Suci Wulandari, Sumanto Sumanto, Saefudin Saefudin

Abstract


Biomassa tanaman perkebunan dapat dimanfaatkan untuk pangan, pakan, dan bioenergi. Hasil penelitian dan perkembangan teknologi telah mendorong pemanfaatan biomassa bagian-bagian tanaman tersebut. Tanaman perkebunan memiliki potensi besar untuk menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan energi terbarukan. Pemetaan potensi biomassa telah banyak dilakukan pada tanaman perkebunan, seperti pada: tebu, kakao, kelapa sawit, kemiri sunan, jarak pagar, kopi, kelapa dalam, karet dan teh. Pengembangan sistem produksi pangan dan biomassa untuk pembangkit energi melalui sistem multi tanam berbasis komoditas perkebunan telah dikembangkan.  Di Kabupaten Aceh Timur telah dilakukan pengembangan sistem agroindustri juga memanfaatkan semua produk samping, mendorong daur ulang dan pemanfaatan residu. Pemanfaatan potensi bioenergi masih dihadapkan pada berbagai kendala distribusi, kontinuitas pasokan bahan dan aspek ekonomi. Menyikapi hal tersebut langkah strategis dapat dilakukan melalui: analisis neraca karbon, alokasi lahan, pemanfaatan lahan, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, dukungan teknologi, fokus pada nilai tambah yang tinggi dan perbaikan tata kelola. Selanjutnya perbaikan pada pengembangan sistem pangan energi terpadu dapat ditempuh melalui: (1) sosialisasi dari inovasi teknologi, (2) membentuk kawasan-kawasan pertanian terpadu di daerah sentra pengembangan dan (3) memperkuat kelembagaan petani untuk mengembangkan agroindustri.

 

  ABSTRACT

Biomass from estate crops can be used for food, feed, and bioenergy. The results of research and technological developments have encouraged the utilization of biomass of these plant parts. Plantation crops have great potential to produce biomass that can be utilized in the development of renewable energy. Mapping of biomass potential has been carried out in plantation crops, such as: sugar cane, cocoa, oil palm, candlenut, jatropha, coffee, deep coconut, rubber, and tea. The development of food and biomass production systems for energy generation through a commodity-based multi-cropping system has been developed. In East Aceh District an agro-industrial system development has also been carried out utilizing all byproducts, encouraging recycling and utilizing residues. The utilization of bioenergy is still faced with various distribution constraints, continuity of material supply and economic aspects. In response to this, strategic steps can be taken through carbon balance analysis, land allocation, land use, sustainable use of resources, technology support, focus on high added value and improved governance. Furthermore, improvements to the development of integrated energy food systems can be pursued through (1) socialization of technological innovations, (2) establishing integrated agricultural areas in plant centers and (3) strengthening farmer institutions to develop agro-industries.

 


Keywords


bioindustri, biomassa, tanaman perkebunan, energi terbarukan / bioindustry, biomass, estate crops, renewable energi

Full Text:

PDF

References


Agustian, A. (2015) Pengembangan Bioenergi di Sektor Pertanian: Potensi dan Kendala Pengembangan Bioenergi Berbahan Baku Ubi Kayu Analisis Kebijakan Pertanian. 13 (1), 19–38.

Arhamsyah (2010) Pemanfaatan Biomassa Kayu sebagai Sumber Energi Terbarukan. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan. 2 (1), 42–48.

Bogdanski, A. et al. (2010) Environment and Natural Resources Management Working Paper Making Integrated Systems Work for People and Climate. FAO.

Biomass Energi Europe. (2010) Harmonization of biomass resource assessments, Volume I: Best Practices and Methods Handbook. BEE: Freiburg-Germany.

Calle RF. (2007) Overview of Bioenergi, In: TheBiomass Assessment Handbook. Bioenergi for a Sustainable Environment, Rosillo-Calle F., de Groot P., Hemstock S.L., Woods J. (Eds.), Earthscan, London, Sterling, 1-26.

Ditjenbun (2019a) Tebu, Statistik Perkebunan 2017-2019 Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Ditjenbun (2019b) Karet, Statistik Perkebunan 2017-2019 Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian

Ditjenbun (2019c) Sawit, Statistik Perkebunan 2017-2019 Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Ditjenbun (2019d) Teh, Statistik Perkebunan 2017-2019 Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Ditjenbun (2019e) Kakao, Statistik Perkebunan 2017-2019 Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Ditjenbun (2016a) Kopi Robusta, Statistik Perkebunan 2015-2017 Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Ditjenbun (2016b) Kopi Arabika, Statistik Perkebunan 2015-2017 Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Dobermann, A (2007) Integrated food – Biofuel Systems, Depart. of Agronomy and Horticuture, Univ.of Nesbraska. Lincoln.

Eickhout, B. (2012) A Strategy for a Bio-based Economy, Green New Deal Series volume 9, Green European Foundation, Brussels.

Hermiati, E. Mangunwidjaja D, Sunarti TC, Suparno O, dan Prasetya B. (2010) Pemanfaatan Biomassa Lignoselulosa Ampas Tebu untuk Produksi Bioetanol. Jurnal Litbang Pertanian. 29 (4) pp.121–130.

Hosen, N. (2012) Adopsi Teknologi Pengolahan Limbah Pertanian oleh Petani Anggota Gapoktan PUAP di Kabuapaten Agam, Sumatera Barat. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 12 (2), pp.89–95.

Iskandar, T. dan Siswati, N. (2012) Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Energi Alternatif Melalui Konversi Thermal. Buana Sains. 12 (1). pp.117–122.

Kementerian Pertanian (2013) Konsep Strategi Induk Pembangunan Pertanian 2013-2045 Pertanian-Bioindustri Berkelanjutan Solusi Pembangunan Indonesia Masa Depan.

Khaidir (2016) Pengolahan Limbah Pertanian Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Agricultural Waste Processing As Alternative Fuels Khaidir. 13 (September) pp.63–68.

Lima, D. (2012) Produksi Limbah Pertanian dan Limbah Peternakan Serta Pemanfaatannya di Kecamatan Huamual Belakang dan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Agroforestri. VII (1) pp. 1–7.

Papilo P, Kunaifi, Hambali H, Nurmiati, Pari RF. (2018) Penilaian Potensi Biomassa sebagai Alternatif Energi Kelistrikan. Jurnal PASTI IX (2) pp.164 – 176

Prastowo, B. (2007) Potensi Sektor Pertanian Sebagai Penghasil dan Pengguna Energi Terbarukan. Perspektif. 6 (2), pp.84–92.

Prastowo B, Indrawanto C, dan Effendi DS. (2010) Mekanisasi Pertanian dalam Perspektif Pengembangan BBN di Indonesia. Perspektif 9 (1) 47-54

Prastowo, B. dan Richana, N. (2014) Biodiesel Generasi-1 Generasi-2. IAARD Press.

Prastowo, B. (2015) Pokok-Pokok Pikiran Pengembangan Bioindustri. Infotek Perkebunan 7 (2) pp.1.

Sumanto dan Prastowo, B. (2016) Pertanian Bioindustri: Peranan Biomassa untuk pupuk, pakan dan energi (termasuk bioavtur) dalam Mendukung Pertanian Bioindustri. Perspektif 15 (2) 146-156.

Suprihatin, S., Indrasti, N.S. & Aryanto, A.Y. (2010) Potensi Limbah Biomassa Pertanian Sebagai Bahan Baku Produksi Bioenergi (Biogas).In: Prosiding Seminar Tjipto Utomo Intitut Teknologi Nasional. (September), pp.B7-1-B7-11.

Syakir, M. dan Ferry, Y. (2011) Inovasi Teknologi Bioindustri Berbasis Kakao, Pisang, dan Ternak Kambing Terpadu: Sebuah Pelajaran dari Kabuptane Aceh Timur. In: Bunga Rampai: Inovasi Teknologi Bioindustri Kakao. pp.129–140.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v18n2.2019.135-149

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by