PERSPEKTIF KETERSEDIAAN GULA DOMESTIK DAN SWASEMBADA GULA NASIONAL Perspective of Domestic Sugar Availability and National Sugar Self-sufficiency

Yonas Hangga Saputra

Abstract


This article aims at reviewing the perspective of domestic sugar availability and national sugar self-sufficiency. The review result shows that the existence of sugar as one of the basic needs of the Indonesian people is faced with a gap between production (2.5 million tons/year) and consumption (5.7 million tons/year), caused Indonesia has to import 3.2 million tons of sugar annually. During the last five years (2011-2015), the growth of sugar import (3.42%/year) was higher than those of consumption (3.19%/year), productivity (3.01%/year), and production (2.27%/year). In order to anticipate such conditions, the government has prepared a roadmap to increase production with a target of self-sufficiency in sugar. Therefore, it is required a comprehensive solution to solve sugar problems from cultivation aspect at upstreamlevel, processing aspect at midstream level, up to marketing aspect at downstream level. Coordination, participation, and cooperation among stakeholders are absolutely necessary while eliminating sectoral ego institutionally. It is purposed to support the availability of domestic sugar and the national sugar self-sufficiency.

ABSTRAK 

Artikelini bertujuan mengulas perspektif ketersediaan gula domestik dan swasembada gula nasional Hasil ulasan menunjukkan bahwa keberadaan gula sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia berhadapan dengan kondisi kesenjangan antara produksi (2,5 juta ton/tahun) dengan konsumsi (5,7 juta ton/tahun), sehingga Indonesia harus mendatangkan gula impor sebesar 3,2 juta ton per tahun. Selama kurun waktu lima tahun terakhir (2011-2015), laju pertumbuhan impor gula (3,42%/tahun) lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan konsumsi (3,19%/tahun), produktivitas (3,01%/tahun), dan produksi (2,27%/tahun). Dalam rangka mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah telah menyusun peta jalan peningkatan produksi dengan target swasembada gula. Untuk itu diperlukan solusi komprehensif dalam mengatasi permasalahan gula mulai dari aspek budidaya di bagian hulu, aspek pengolahan di bagian tengah, hingga aspek pemasaran di bagian hilir. Koordinasi, partisipasi, dan kerja sama antar pemangku kepentingan terkait mutlak diperlukan seraya menghilangkan ego sektoral pada masing-masing pihak. Tujuannya adalah dalam rangka mendukung ketersediaan gula domestik dan swasembada gula nasional.


Keywords


sugar, availability, self-sufficiency, intensification and extensification, revitalization sugar industry, sugar marketing efficiency / gula, ketersediaan,swasembada, intensifikasi dan ekstensifikasi, revitalisasi industri gula, efesiensi pemasaran gula

Full Text:

PDF

References


Clapp, J. 2016. Food self-sufficiency and international trade: a false dichotomy? The State of Agricultural Commodity Markets 2015-16. Food and Agriculture Organization. Rome.

Ditjenbun. 2015. Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2015-2019. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Ditjenbun. 2016. Statistik Perkebunan Indonesia (Tebu) 2015-2017. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. Jakarta.

FAO. 2011. The Global Conference on Agricultural Research for Development: Road Map Transforming Agricultural Research for Development Systems for Global Impact. Food and Agriculture Organisation. Rome

Hakim, M. 2010. Potensi Sumber Daya Lahan untuk Tanaman Tebu di Indonesia. Jurnal Agrikultura, April 2010, Vol. 21, No. 1: 5-12. Universitas Padjadjaran. Bandung.

Indian Sugar. 2017. World per Capita Consumption of Sugar, 2010 to 2016. http://www. indiansugar.com/PDFS/World_per_Capita_Consumption_of_Sugar.pdf (akses pada tanggal 27 Maret 2018)

ISO. 2017. Quarterly Market Outlook November 2017. International Sugar Organization. MECAS 17 (20). One Canada Square. Canary Wharf. London.

ISRI. 2017. Adoption of Technologies in Indonesian Sugar Industry. Material Presentation of Indonesian Sugar Research Institute at Indonesia International Conference “Sugar Indonesia: The Related Industries, Technologies, and Impact to the Nation. 15 August 2017, Grand City Convex. Surabaya.

Kemenperin. 2017. Optimalisasi Peningkatan Industri Gula Dalam Negeri. Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan. Direktorat Jenderal Agro Industri. Kementerian Perindustrian. Jakarta.

Kementan. 2010. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2010-2014. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Kementan. 2015. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015-2019. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Kementan. 2016. Roadmap Peningkatan Produksi Menuju Swasembada Gula 2016-2045. Kementerian Pertanian. Jakarta.

KPPU. 2017. Industri Gula Nasional dalam Perspektif Persaingan Usaha. Materi Presentasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha pada Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) tanggal 8-10 Agustus 2017 di Hotel Ciputra, Jakarta.

Mardianto, S., P. Simatupang. P. U. Hadi, H. Malian, dan A. Susmiadi. 2005. Peta Jalan (Road Map) Kebijakan Pengembangan Industri Gula Nasional. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Vol. 23, No. 1, Juli 2005: 19-37. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Murdanoto. 2016. Stabilisasi Harga Gula Menuju Swasembada Gula Nasional. Materi Presentasi PT Rajawali Nusantara pada Seminar dan Lokakarya Nasional Sagu tanggal 9-10 November 2016. Puslitbangbun. Bogor.

Nurmalina, R., H. Kuswanti, dan A. Nugrahapsari, 2012. Mimpi Manis Swasembada Gula. Agrimedia, Desember 2012, Vol. 17, No. 2: 70-75. , Desember 2012. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

OECD. 2006. Development Assistance Committee Guidelines and Reference Series Applying Strategic Environmental Assessment: Good Practice Guidance for Development Co-operation. Paris.

OECD-FAO. 2012. Agricultural Outlook 2012-2021. Organisation for Economic Cooperation and Development – Food Agriculture Organization of the United Nations. OECD Publishing. Paris.

OECD-FAO. 2015. Agricultural Outlook 2015-2024. Organisation for Economic Cooperation and Development – Food Agriculture Organization of the United Nations. OECD Publishing. Paris.

P3GI. 2017. Pengembangan Industri Gula Indonesia. Materi Presentasi PUSAT Penelitian Pekebunan Gula Indonesia pada Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) tanggal 8-10 Agustus 2017 di Hotel Ciputra, Jakarta.

Pakpahan, A. 2017. Struktur Ekonomi Pergulaan dan Implikasi Kebijakan: Kesempatan yang Hilang? Materi Presentasi Asosiasi Gula Indonesia pada Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) tanggal 8-10 Agustus 2017 di Hotel Ciputra, Jakarta.

Pemerintah RI. 2015. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Pemerintah Republik Indonesia. Jakarta.

Pratomo, N. 2017. Manisnya Gula Tak Merata: Evolusi Kebijakan Gula di Indonesia. Lembaga Riset Visi Teliti Saksama. http://validnews.co/EVOLUSI-KEBIJAKAN-GULA-DI-INDONESIA--V0000512(Akses tanggal 27 Maret 2018)

Pusdatin. 2016. Outlook Tebu: Komoditas Pertanian Subsektor Perkebunan. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Sekretariat Jenderal-Kementerian Pertanian. Jakarta.

Rusli, R. H. 2017. Permasalahan dan Solusi Mengatasi Konsumsi Gula di Dalam Negeri. Materi Presentasi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) tanggal 8-10 Agustus 2017 di Hotel Ciputra, Jakarta.

Sabil, M. A. 2017. Kondisi Pergulaan Indonesia. Materi Presentasi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia pada Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) tanggal 8-10 Agustus 2017 di Hotel Ciputra, Jakarta.

Supriyati, S.H. Susilowati, Ashari, M. Maulana. Y.H. Saputra, S.H. Suhartini. 2013. Kajian Kebijakan dan Peraturan Perundang-Undangan Industri Gula Untuk Mendukung Swasembada Gula. Laporan Penelitian. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

USDA. 2017. Indonesia Sugar Annual Report 2017. United States Department of Agriculture Foreign Agricultural Services. Jakarta.

Wahyudi, A. 2017. Strategi Peningkatan Poduksi Gula Nasional. Materi Presentasi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian pada Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) tanggal 8-10 Agustus 2017 di Hotel Ciputra, Jakarta.

Wahyuni, S., Supriyati, dan J. F. Sinuraya. 2009. Industri dan Perdagangan Gula di Indonesia: Pembelajaran dari Kebijakan Zaman Penjajahan-Sekarang. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Vol. 27, No. 2, Desember 2009: 151-167. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/psp.v19n1.2020.63-78

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111

ISSN : 1412-8004

E-ISSN: 2540-8240

Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri has been indexed by