Pengaruh Rasio Debu Sabut Kelapa dan Kotoran Kambing terhadap Waktu Pengomposan dan Kualitas Pupuk Organik / The Effects of Coconut Coir Dust - Goat Debris Rasio on Composting Time and Organic Fertilizer Quality

Linda Trivana, Adhitya Yudha Pradhana

Abstract


ABSTRAK


Debu sabut mengandung unsur hara yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Kadar N dan P debu sabut masih rendah sehingga membutuhkan tambahan bahan organik lain seperti kotoran kambing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pengomposan campuran debu sabut kelapa dan kotoran kambing terhadap kualitas pupuk organik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan lima ulangan sehingga diperolah 25 satuan percobaan dan setiap perlakuan ditambahkan bioaktivator EM4 sebanyak 20 ml. Perlakuan yang diuji adalah komposisi debu sabut (DS)-kotoran kambing (KK) yang terdiri atas A (80:20), B (60:40), C (50:50), D (40:60), dan E (20:80). Suhu puncak pengomposan untuk pupuk organik dengan komposisi DS-KK 80:20 dan 60:40 terjadi pada hari ke-21, sedangkan pupuk organik dengan komposisi DS-KK 50:50, 40:60, dan 20:80 pada hari ke-12. Pupuk organik dengan komposisi DS-KK 80:20 dan 60:40 selama pengomposan 21 hari tidak memenuhi standar SNI (rasio C/N 10-20), yaitu 21,28 dan 21,10. Pupuk organik dengan komposisi DS-KK 80:20 dan 60:40 memerlukan waktu pengomposan yang lebih lama (lebih dari 21 hari). Pupuk organik dengan komposisi DS-KK 50:50 dan 40:60 memenuhi standar SNI 19-70302004 pada waktu pengomposan 21 hari. Pupuk organik dengan komposisi DS-KK 20:80 pada pengomposan 7, 14, dan 21 hari tidak memenuhi standar SNI, karena nilai rasio C/N pupuk E tidak sesuai dengan SNI (rasio C/N 10-20), yaitu masing masing sebesar 28,64, 21,89 dan 7,93. Waktu ideal pengomposan untuk pupuk E antara 14-21 hari.

 

ABSTRACT


The coconut coir dust nutrients suitable for use as organic fertilizer. Nitrogen and phosporus levels in coir dust is still low, so it’s requires additional organic materials, such as goat debris. The purpose of this research was to determine the influence of composting time of coconut coir dust and goat debris mixture on organic fertilizer quality. The study used a Completely Randomized Design with 5 treatments and 5 replications so that 25 units of experiments were obtained, and each treatment added 20 ml EM4 bioactivator. The mixture of coir dust- goat debris consist of: A (80:20), B (60:40), C (50:50), D (40:60), and E (20:80). The peak temperature of composting of organic fertilizer with ratio of coir dust- goat debris 80:20 and 60:40 occured on the 21st-days of composting, while organic fertilizer with ratio of coir dust- goat debris 50:50, 40:60, 20:80 on the 12th days of compositing. Organic fertilizer with ratio of coir dust- goat debris 80:20 and 60:40 during composting time 21 days didn’t in accordance SNI standards (C/N ratio 10-20), namely 21.28 and 21.10. Organic fertilizer with ratio of coir dust- goat debris 80:20 and 60:40 were require longer composting time more than 21 days. Organic fertilizer with ratio of coir dust- goat debris 50:50 and 40:60 that’s unqualified SNI 19-7030-2004 standard at composting time 21 days. Organic fertilizer with ratio of coir dust - goat debris 20:80 on composting that’s 7th, 14th, and 21st days unqualified SNI standard, because C/N ratio do not meet SNI standard (C/N ratio 10-20), that is 28.64, 21.89 and 7.93 respectively. The ideal time of composting for organic fertilizer with ratio of coir dust- goat debris 20:80 between 14 - 21 days.


Keywords


Debu sabut kelapa; kotoran kambing; pengomposan; pupuk organik

Full Text:

PDF

References


Astuti, H.K., Kuswytasari, N.D. 2013. Efekifitas pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dengan variasi media kayu sengon (Paraserianthes falcataria) dan sabut kelapa (Cocos nucifera). Jurnal Sains dan Semi Pomits 2(2): 144-148.

Badan Standardisasi Nasional. 2004. Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. SNI 19-7030-2004. Jakarta.

Cesaria, R.Y., Wirosoedarmo, R., Suharto, B. 2010. Pengaruh penggunaan starter terhadap kualitas fermentasi limbah cair tapioka sebagai alternatif pupuk cair. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan 12(2):8-14

Dewi, Y.S., Treesnowati. 2012. Pengolahan sampah skala rumah tangga menggunakan metode composting. Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik LIMIT’S. 8(2): 35-48.

Hapsari, A.Y. 2013. Kualitas dan kuantitas kandungan pupuk organik limbah serasah dengan inokulum kotoran sapi secara semianaerob. skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hermawati, T. 2007. Tanaman semangka (Citrullus vulgaris Schars) terhadap pemberian berbagai dosis abu sabut kelapa. Jurnal Agronomi 11(2): 77-80.

Hidayati, Y.A., Kurnani, A., Marlina, E.T., Harlia, E. 2011. Kualitas pupuk cair hasil pengolahan fases sapi potong menggunakan Saccharomyces cereviceae. Jurnal Ilmu Ternak 11(2): 104-107.

Kolade O.O, Coker A.O, Sridhar M.K.C, and Adeoye G.O. 2005. Palm kernel waste management through composting and crop production. Journal of Environmental Health Research. 5 (2) : 81-85.

Lay, A., Nur., M. 2014. Aplikasi model renewable cycle sistem (RCS) pada usaha tani kelapa. Prosiding Konferensi Nasional Kelapa VIII, Jambi, 21-22 Mei 2014. p. 113-120.

Maliangkay, R.B., Matana, Y.R. 2006. Debu sabut kelapa dan perannya dalam penyediaan unsur hara. Prosiding Konferensi Nasional Kelapa VI, Gorontalo, 16-18 Mei 2006.

Mirwan, M., Rosariawari, F. 2012. Optimasi pematangan kompos dengan penambahan campuran lindi dan bioaktivator stardec. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan 4(2):150-154.

Mulyawan, M., Setyowati, E., Widjaja, A. 2015. Surfaktan sodium ligno sulfonat (SLS) dari debu sabut kelapa. Jurnal Teknik ITS 4(1): 13.

Pandebesie, E.S., Rayuanti, D. 2013. Pengaruh penambahan sekam pada proses pengomposan sampah domestik. Jurnal Lingkungan Tropis 6(1): 31-40.

Ruskandi. 2006. Teknik pembuatan kompos limbah kebun pertanaman kelapa polikultur. Buletin Teknik Pertanian 11(1): 3336.

Salim, T., Sriharti. 2008. Pemanfaatan limbah industri pengolahan dodol nanas sebagai kompos dan aplikasinya pada tanaman tomat. Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2008 Bidang Teknik Kimia dan Tekstil, Yogyakarta, 22 November 2008, p. 72-77.

Santi, S.S. 2008. Kajian pemanfaatan limbah nilam untuk pupuk cair organik dengan proses fermentasi. Jurnal Teknik Kimia 2(2): 170-175.

Siboro, E.S., Surya, E., Herlina, N. 2013. Pembuatan pupuk cair dan biogas dari campuran limbah sayuran. Jurnal Teknik Kimia USU 2(3): 40-43.

Subali, B., Ellianawati. 2010. Pengaruh waktu pengomposan terhadap rasio unsur C/N dan jumlah kadar air dalam kompos. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXIV HFI Jateng & DIY, Semarang, 10 April 2010. p. 49-53.

Surtinah. 2013. Pengujian kandungan unsur hara dalam kompos yang berasal dari serasah tanaman jagung manis (Zea mays saccharata). Jurnal Ilmiah Pertanian 11(1): 16-25.

Surya, R.E., Suryono. 2013. Pengaruh pengomposan terhadap rasio C/N kotoran ayam dan kadar hara NPK tersedia serta kapasitas tukar kation tanah. UNESA Journal of Chemistry 2(1): 137-144.

Trivana L., dan Pradhana A.Y. 2017a. Optimalisasi waktu pengomposan dan kualitas pupuk kandang dari kotoran kambing dan debu sabut kelapa dengan bioaktivator promi dan orgadec. Jurnal sains dan veteriner. 35 (1) : 136-144.

Trivana, L., Pradhana, A.Y. 2017b. Pemanfaatan sabut kelapa sebagai sumber kalium organik. WARTA Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri 3(1):1-4.

Waryanti, A., Sudarno., Sutrisno, E. 2010. Studi pengaruh penambahan sabut kelapa pada pembuatan pupuk cair dari limbah cucian ikan terhadap kualitas unsur hara makro (CNPK). Jurnal Agronomi 11(2): 1-7.

Widarti, B.N., Wardhini, W.K., Sarwono, E. 2015. Pengaruh rasio C/N bahan baku pada pembuatan kompos dari kubis dan kulit pisang. Jurnal Integrasi Proses 5(2): 75-80.

Yuniwati, M., Isskarima, F., Padulemba, A. 2012. Optimasi kondisi proses pembuatan kompos dari sampah organik dengan cara fermentasi menggunakan EM4. Jurnal Teknologi 5(2):172-181.

Zhao .H, Li .J, Liu .J.J, Lu .Y,Wang X, and Cui .Z. 2013. Microbial Community Dynamics During Biogas Slurry and Cow Debris Compost. Journal of Integrative Agriculture. 12(6): 1087-1097




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bp.v19n1.2018.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Buletin Palma

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Balai Penelitian Tanaman Palma

Jln. Raya Mapanget PO Box 1004

Telp. 0431-812430, Fax. 0431-812017

Email: balitka05@yahoo.com, buletinpalma@gmail.com

 

View My Stats

         

 


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.