Hubungan Kekerabatan Genetik Empat Aksesi Plasma Nutfah Pinang Asal Sulawesi Utara dan Sumatera Utara

nFn MIFTAHORRACHMAN

Abstract


Tanaman pinang merupakan komoditas ekspor untuk sebagian besar petani pinang di Pulau Sumatera. Hingga saat ini masih kurang informasi tentang keragaman genetik pinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2011 di Kebun Percobaan Kayuwatu, Balai Penelitian Tanaman Palma Manado, Sulawesi Utara. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari jarak genetik koleksi empat aksesi plasma nutfah pinang asal Sulawesi Utara dan Sumatera Utara. Untuk mengetahui kekerabatan antara empat aksesi pinang tersebut diukur jarak genetiknya dengan menggunakan perhitungan nilai D2 statistik dari Malahanobis didasarkan pada empat karakter vegetatif dan generatif, yaitu tinggi batang, jarak antar nodus, panjang daun, dan panjang rangkaian bunga. Hasil penelitian menunjukkan keempat aksesi pinang tersebut membentuk tiga kelompok dan jarak genetik terjauh terdapat antara kelompok I (Pinang Molinow-2 dan Mongkonai) dan Kelompok III (Pinang Galangsuka) dengan nilai D2 = 9658894.337. Sumbangan terbesar terjadinya jarak genetik tersebut adalah karakter panjang rangkaian bunga dengan kontribusi sebesar 83.33 persen. Diharapkan hasil ini dapat dimanfaatkan untuk perbaikan genetik keempat aksesi pinang tersebut, terutama aksesi Molinow-2 dan Mongkonai yang memiliki jarak genetik dengan 2 aksesi lainnya dapat dijadikan sebagai tetua dalam perbaikan genetik tanaman pinang. Kata kunci : Kekerabatan genetik, jarak genetik, aksesi, pinang.

ABSTRACT

Genetic Relationship among Four Arecanut Accessions from North Sulawesi and North Sumatera

Arecanut is a commodity export crops for most farmers on Sumatera island. Until now information about diversity of arecanut is less. The research was conducted in June 2011 at Kayuwatu Experimental Garden, Indonesian Palmae Research Institute Manado, North Sulawesi Province. The purpose of this activity was to know genetic relationship among four Arecanut germplasm accessions from North Sulawesi and North Sumatera. The genetic relationship estimated by using D2 Mahalanobis Statistics based on four characters, such as, height of stem, length of internodes, length of leaf, and length of inflorescence. The result showed that four accessions were divided into three groups and the widest genetic distance had found between group I (Molinow-2, Mongkonai) with value of D2 = 9658894.337. The highest contribution of the genetic relationship was length of inflorescence. (contribution 83.33 percent).

Keywords


Genetic relationship;genetic distance;accessions;arecanut

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bp.v13n1.2012.17-21

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Buletin Palma


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


            

P-ISSN: 1979 - 679X
E-ISSN: 2528 - 7141

Arkreditasi No 21/E/KPT/2018, tanggal 9 Juli 2018

Kantor Editorial :

Balai Penelitian Tanaman Palma

Jln. Raya Mapanget PO Box 1004

Telp. 0431-812430, Fax. 0431-812017

Email: balitka05@yahoo.com, buletinpalma@gmail.com