Karakteristik Edible Film Komposit Pati Sagu Molat-Pektin [Characteristics of Edible Film from Composite of Molat Sago Starch-Pectin]

Febby J Polnaya, Natalia D. J. Alfons, Agustina Souripet

Abstract


The utilization of starch-base ingredients, such as sago starch for the manufacture of edible films, is still growing. The nature of the film produced from starch material is still not optimal, hence research is needed to improve its utilization. Starch composites with other ingredients, such as pectin, are expected to grow their properties. The study aimed to characterize the properties of edible film produced from molat sago starch-pectin composites, including thickness, tensile strength, elongation, solubility, transparency, and water vapor transmission rate. The study was conducted from July to August 2017 at Food Chemistry and Biochemistry Laboratory, Pattimura University, Ambon, and Food Engineering Laboratory, Gadjah Mada University, Yogyakarta. The design used was a non-factorial completely randomized design of the treatment of composite sago-pectin starch, with five levels of treatment (3: 0; 2.75:0.25; 2.5:0.5; 2.25:0.75 and 2:1 (g/g)). Based on the results of the analysis of diversity, the treatment of composite sago-pectin starch affects the changes in the mechanical, physical, and barrier characteristics of the edible film. Increasing the concentration of pectin (0-1%) in the film solution decreases the elongation of the film, but increases the properties of thickness, tensile strength, solubility, transparency, and the rate of water vapor transmission. The treatment of sago-pectin starch composites 2:1 can improve the physical and mechanical properties of edible films, although it has a high value of solubility and water vapor transmission rate.

ABSTRAK

Pemanfaatan bahan dasar pati-patian, seperti pati sagu untuk pembuatan edible film masih terus berkembang. Sifat film yang dihasilkan dari bahan pati-patian masih belum optimal. Diperlukan penelitian untuk dapat meningkatkan pemanfaatannya. Komposit pati dengan bahan lainnya, seperti pektin diharapkan dapat meningkatkan sifat-sifatnya. Tujuan penelitian adalah mengkarakteristik sifat-sifat edible film yang dihasilkan dari komposit pati sagu molat-pektin, meliputi ketebalan, kuat tarik, elongasi, daya larut, transparansi dan laju transmisi uap air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2017 di Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan, Universitas Pattimura, Ambon, dan Laboratorium Rekayasa Pangan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan adalah komposit pati sagu molat-pektin, dengan lima taraf perlakuan (3:0; 2,75:0,25; 2,5:0,5; 2,25:0,75 dan 2:1 (g/g)). Berdasarkan hasil analisis keragaman, perlakuan komposit pati sagu molat-pektin berpengaruh terhadap perubahan sifat-sifat mekanik, fisik dan barrier edible film. Meningkatnya konsentrasi pektin (0-1%) pada larutan film menurunkan elongasi film, tetapi meningkatkan sifat-sifat ketebalan, kuat tarik, daya larut, transparansi, dan laju transmisi uap airnya. Perlakuan komposit pati sagu molat-pektin 2:1 dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik edible film walaupun daya larut dan nilai laju transmisi uap airnya tinggi.


Keywords


Edible film; komposit; pati sagu; pektin

Full Text:

PDF

References


Akili, M.S., U. Ahmad, dan N.E. Suyatma. 2012. Karakteristik Edible Film dari Pektin Hasil Ekstraksi Kulit Pisang. Jurnal Keteknikan Pangan 26: 39-46.

Amaliyah, D.M. 2014. Pemanfaatan limbah kulit durian (Durio zibethinus) dan kulit cempedak (Artocarpus integer) sebagai edible film. Jurnal Ristek Industri Hasil Hutan 6: 27-34.

Anugrahati, N.A. 2003. Sifat-sifat komposit edible film dari pektin albedo semangka dan tapioka. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan 1:

-3.

Bae, H.J., D.S., Cha, W.S. Whiteside, and H.J. Park. 2008. Film and pharmaceutical hard capsule formation properties of mungbean, water chestnut and sweet potato starches. Food Chemistry 106: 96-105.

Breemer, R., F.J. Polnaya, J. Pattipeilohy. 2012. Sifat mekanik dan laju transmisi uap air edible film pati ubi jalar. Prosiding Seminar Nasional. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta. Hal. A1-A5.

Darni, Y., H. Utami, R. Septiana, R. Aidila. 2017. Comparative studies of the edible film based on low pectin methoxyl with glycerol and sorbitol plasticizers. Jurnal Bahan Alam Terbarukan 6(2): 158-167.

Dewi, W., dan S. Yayu. 2016. Loading asam salisilat dari modifikasi edible film pektin – pati jagung dengan plasticizer gliserol. Prosiding Penelitian Seminar Nasional seri 6. Fakultas Teknik Industri. Institut Sains dan Teknologi. AKPRIND Yogyakarta.

Espitia, P.J.P., D. Wen-Xian, R. de J. Avena-Bustillos, N. de F.F. Soares, and T.H. McHugh. 2014. Edible films from pectin: Physical-mechanical and antimicrobial properties - A review. Food Hydrocolloids 35: 287-296.

Firdaus, Moh. 2016. Potensi Pati Garut (Maranta arundinaceae) sebagai film edible dengan penambahan pektin dan gliserol. Skripsi. FMIPA. Institut Pertanian Bogor.

Karouw, S., B. Rindengan, M.L. Kapu’allo, dan J. Wungkana. 2017. Karakteristik bio-degradable film pati sagu dengan penam-bahan gliserol, CMC, kalium sorbat dan minyak kelapa. Buletin Palma 18(1): 1-7.

Krochta, J.M., E.A. Baldwin, M.O. Nisperos-Carriedo. 1994. Edible Coating and Film to Improve Food Quality. Technomic Publishing Company, New York.

Krochta, J.M., and C.D. Mulder-Johnston. 1997. Edible and biodegradable polymer films: challenges and opportunities. Food Technology 51: 62-74.

Mali, S., M.V.E. Grossmann, M.A. Gracia, M.N. Martino, and N.E. Zaritzky. 2005. Mechanical and thermal properties of yam starch films. Food Hydrocolloids 19: 157–164.

Meneguina, A.B., B.S.F. Cury, R.C. Evangelista. 2014. Films from resistant starch-pectin dispersions intended for colonic drug delivery. Carbohydrate Polymers 99: 140–149.

Nugroho, A.A., Basito, dan R.B.K. Anandito. 2013. Kajian pembuatan edible film tapioka dengan pengaruh penambahan pektin beberapa jenis kulit pisang terhadap karakteristik fisik dan mekanik. Jurnal Teknosains Pangan 2: 73-79.

Pitak, N., and S.K. Rakshit. 2011. Physical and antimicrobial properties of banana flour/ chitosan biodegradable and self-sealing films used for preserving freshcut vegetables. LWT-Food Science and Technology 44: 2310-2315.

Polnaya, F.J., Haryadi, dan D.W. Marseno. 2006. Karakterisasi edible film pati sagu alami dan termodifikasi. Agritech 26: 148-154.

Polnaya, F.J., Haryadi, D.W. Marseno, and M.N. Cahyanto. 2012a. Preparation and properties of sago starch phosphates. Sago Palm 20: 3-11.

Polnaya, F.J., J. Talahatu, Haryadi, and D.W. Marseno. 2012b. Properties of biodegradable films from hydroxypropyl sago starches. Asian Journal of Food and Agro-Industry 5: 183-192.

Pradana, G.W., A.M. Jacoeb, dan R. Suwandi. 2017. Karakteristik tepung pati dan pektin buah pedada serta aplikasinya sebagai bahan baku pembuatan edibe film. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20: 609-619.

Rachmawati, A.L. 2009. Ekstraksi dan karakterisasi pektin cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) untuk pembuatan edible film. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Rosida, Sudaryati, and A.M. Yahya. 2018. Edible film from the pectin of papaya skin (The study of cassava starch and glycerol addition). IOP Conf. Series: Journal of Physics: Conf. Series 953(012248): 1-6.

Setiani, W., T. Sudiartil, dan L. Rahmidar. 2013. Preparasi dan karakterisasi edible film dari poliblend pati sukun-kitosan. Valensi 3: 100-109.

Skurtys, O., C. Acevedo, F. Pedreschi, J. Enronoe; F. Osorio, and J.M. Aguilera. 2010. Food hydrocolloid edible films and coatings. New York, United Stated. Nova Science Publishers Inc.

Sofia, I., H. Murdiningsih, dan N. Yanti. 2016. Pembuatan dan kajian sifat-sifat fisikokimia, mekanikal, dan fungsional edible film dari kitosan udang windu. Jurnal Bahan Alam Terbarukan 5: 54-60.

Syarifuddin, A., Yuanianta. 2015. Karakteristik edible film dari pektin albedo jeruk bali dan pati garut. Jurnal Pangan dan Agroindustri 3: 1538-1547.

Veeramachineni, A., T. Sathasivam, S. Muniyandy, P. Janarthanan, S. Langford, and L. Yan. 2016. Optimizing extraction of cellulose and synthesizing pharmaceutical grade carboxymethyl sago cellulose from malaysian sago pulp. Applied Sciences 6: 170-187.

Warkoyo, B. Rahardjo, D.W. Marseno, dan J.N.W. Karyadi. 2014. Sifat fisik, mekanik dan barrier edible film berbasis pati umbi Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) yang diinkorporasi dengan kalium sorbat. Agritech 34: 72-81.

Wattimena, D., L. Ega, dan F.J. Polnaya. 2016. Karakteristik edible film pati sagu alami dan pati sagu fosfat dengan penambahan gliserol. Agritech 36: 247-252.

Widyaningsih, S., D. Kartika, dan Y.T. Nurhayati. 2012. Pengaruh penambahan sorbitol dan kalsium karbonat terhadap karakteristik dan sifat biodegradasi film dari kulit pisang. Molekul 7: 69-81.

Wirawan, S.K., A. Prasetya, dan Ernie. 2012. Pengaruh plasticizer pada karakteristik edible film dari pektin. Reaktor 14: 61-67.

Xu, S., S. Fan, S. Fang, X. Lang, Y. Wang, and J. Chen. 2016. Pectin as an extraordinary natural kinetic hydrate inhibitor. Scientific Reports 6: 1-7.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bp.v20n2.2019.111-118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Buletin Palma

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 


            -


P-ISSN: 1979 - 679X
E-ISSN: 2528 - 7141

Arkreditasi No 21/E/KPT/2018, tanggal 9 Juli 2018

Kantor Editorial :

Balai Penelitian Tanaman Palma

Jln. Raya Mapanget PO Box 1004

Telp. 0431-812430, Fax. 0431-812017

Email: balitka05@yahoo.com, buletinpalma@gmail.com


View My Stats