Penampilan Bibit Kelapa Dalam Bido dan Hibrida Kelapa Genjah x Dalam Bido [Appearance Seed Bido Tall coconut and Hybrids Dwarf x Bido Tall Coconut]

Budi Santosa, Sukmawati Mawardi, Meity Aneke Tulalo, Hengky Novarianto

Abstract


Coconut seedlings are growing well with an important role in supporting the success of planting coconut in the field. The higher seed viability are growing well, the more the seed that grew into a coconut seedlings. This study aims to determine seed viability, growth and development of the Bido Tall coconut (DBO) seeds, Hybrid Dwarf x DBO and Khina-1. Coconut variety Bido Tall  is a coconut variety that was just released in 2017 originating from Bido village. This coconut has the advantage of large fruit, fast flowering, short stems,  and stalks slowly getting higher. The research was conducted at the Mapanget Experimental Garden, Indonesion  Palm Crops Research Institute from 2016 - 2018 using a single block method. The material used in this study is derived seed from coconut DBO, Hybrid Genjah x DBO, and Khina-1 coconut. The results showed that the viability seeds of Bido Tall coconut ranged from 73,15% - 88,10%, while the Hybrid Dwarf  x Bido Tall coconut 46,18% - 85,19%. Coconut seedlings do not all grow normally, there are some seeds were stunted (dwarf or a rosette), and the seeds are dead. Besides that, there are seeds that grow with two shoots (polyembriony) and dwarf. Characteristics of plant height, stem girth and leaves number of DB0 coconut are generally higher than Hybrid coconuts Dwarf x DBO and Khina-1. Hybrid Coconut GMW x DBO and GSK x DBO are the two best Hybrid coconut  that has characteristics of plant height, stem girth and leaves number close to or equal to the DBO coconut elders, which is more vigorous than other Hybrid coconuts included with the comparison Khina-1. Red Waingapu and Salak Dwarf coconuts are thought to be the best combining ability with DBO coconut.

ABSTRAK

Bibit kelapa yang tumbuh baik mempunyai peranan penting dalam menunjang keberhasilan penanaman kelapa di lapangan. Semakin tinggi viabilitas benih yang tumbuh baik, semakin banyak benih yang tumbuh menjadi bibit kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas benih, pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa Dalam Bido (DBO), Hibrida Genjah x DBO dan Khina-1. Varietas kelapa DBO adalah varietas kelapa yang baru dirilis tahun 2017 yang berasal dari Desa Bido. Kelapa ini memiliki keunggulan yaitu buahnya besar, cepat berbunga, batang pendek, batangnya lambat bertambah tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Mapanget, Balai Penelitian Tanaman Palma dari tahun 2016 – 2018 dengan menggunakan metode blok tunggal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih yang berasal dari kelapa DBO, Hibrida Genjah x DBO, dan Khina-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas benih kelapa DBO berkisar 73,15% – 88,10%, sedangkan kelapa Hibrida Genjah x DBO 46,18% – 85,19%. Bibit kelapa tidak semuanya  tumbuh normal, terdapat beberapa bibit yang terhambat pertumbuhannya (kerdil atau roset), dan  bibit yang mati. Selain hal tersebut,  terdapat  benih yang tumbuh  dengan dua tunas (poliembrioni) dan kerdil. Karakter tinggi tanaman, lingkar batang dan jumlah daun kelapa DBO pada umunya lebih tinggi dibandingkan kelapa Hibrida Genjah x DBO dan Khina-1. Kelapa Hibrida Genjah merah Waingapu (GMW)  x DBO dan Genjah Salak (GSK) x DBO merupakan dua kelapa Hibrida terbaik yang memiliki karakater tinggi tanaman, lingkar batang dan jumlah daun mendekati atau sama dengan tetua kelapa DBO, dan lebih vigor dibandingkan kelapa Hibrida lainnya termasuk dengan pembanding Khina-1. Kelapa Genjah Merah Waingapu dan Genjah Salak diduga paling baik daya gabungnya dengan  kelapa DBO.


Keywords


viabilitas benih; kelapa DBO; kelapa Hibrida; kelapa pendek; bibit

Full Text:

PDF

References


Dirjenbun. 2014. Luas areal, produksi dan produktivitas perkebunan di Indonesia tahun 2011 - 2015. Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta.

Balit Palma. 2015. Petunjuk Teknis. Budi daya Tanaman Kelapa Dalam. Balai Penelitian Tanaman Palma. 82 hal.

Haryono. 2014. Penelitian dan pengembangan bioindustri kelapa berkelanjutan men-dukung ketahanan pangan yang tangguh dan berdaya saing. Prosiding Konferensi Kelapa Nasional VIII, Jambi 11-18 Mei 2014.

Mahayu, W.M. dan H. Novarianto. 2014. Karakteristik generasi selfing Kelapa Dalam Mapanget untuk seleksi pohon induk sumber polen. B. Palma 15(1):24-32.

Mahayu, W.M. dan H. Novarianto. 2015. Penampilan bibit kelapa F1 hasil silangan Genjah x Dalam Mapanget S4. Buletin Palma 16(2): 141-146.

Manambangtua, A.P., L. Trivana, dan Y. R. Matana., 2018. Respon pertumbuhan bibit kelapa Genjah terhadap berbagai dosis pupuk organik. Buletin Palma 19(1):47-56.

Matana, Y.R., E. Murniati, dan E.R. Palupi 2013. Efek penyadapan bunga jantan dan letak tandan bunga betina terhadap mutu benih aren Arenga pinnata (Wurmb.) Merr). Buletin Palma 14(1): 6-12.

Miftahorrachman. 2011. Koefisien lintas dan heritabilitas karakter pertumbuhan bibit terhadap kecepatan kecepatan pembukaan daun kelapa Genjah Salak dari tiga sistem penyerbukan buatan. Buletin Palma 12(1): 27-36.

Nasir, G. 2014. Kebijakan dan strategi operasional pengembangan bioindustri kelapa nasional. Prosiding Konferensi Kelapa Nasional VIII. Jambi 11-18 Mei 2014.

Novarianto, H. 2011. Penampilan bibit kelapa Hibrida Genjah x Genjah. Buletin Palma 12(1): 18-26.

Novarianto, H., B. Santosa, M. Tulalo, S. Mawardi, dan I. Maskromo 2016. Varietal improvement in coconut in Indonesia. innovations that promote inclusive growth and sustainability of the coconut sector. Proceeding of the XLVII Cocotech Conference and Exhibition, 26-30 September 2016. Ramada Bintang Bali Resort, Kuta Bali Indonesia. 198-197.

Nur, M., dan A. Lay 2014. Limbah kelapa sebagai pupuk organik pada bibit kelapa (Cocos nucifera). Buletin Palma 15(1): 40-46.

Oktavia, F., dan Miftahorrachman 2012. Pengaruh lama penyimpanan terhadap kecepatan dan daya kecambah benih pinang (Areca catechu L.). Buletin Palma 13(2): 127 – 130.

Pandin, D.S., E.T. Tenda, M. A. Tulalo, dan I. Maskromo 2016. Varietas Kelapa Sri Gemilang untuk Lahan Pasang Surut. Buletin Palma 17(1): 1-13.

Pandin, D.S. 2010. Observasi karakter morfologi batang kelapa dalam Mapanget akibat penyerbukan sendiri. Buletin Palma (38): 67-72.

Rahmi, Y.M., L.P. Sri, dan A. Sumeru. 2015. Tingkat viabilitas benih Ketimun (Cucumis sativus L.) hasil persilangan. Jurnal Produksi Tanaman 3(1): 50-55.

Rosa, R. N. dan S. Zaman. 2017. Pengelolaan pembibitan tanaman kelapa sawit (Elais quineesis Jacq) di kebun Bangun Bandar, Sumatera Utara. Buletin Agrohorti 5(3): 325-333.

Sudrajat, D.J., Megawati, dan S. Jono. 2011. Karakteristik dan perkecambahan benih pangkal buaya (Zanthoxyllum rhetsa) dari beberapa pohon induk di Bali. J. Tekno Hutan Tanaman 4(2): 690-78.

Tenda, E. T., M. A. Tulalo., J. Kumaunang, dan I. Maskromo. 2014. Keunggulan varietas kelapa Buol ST-1 dan potensi pengembangannya. Buletin Palma 15(2): 93 – 101.

Tenda, E. T., B. Santosa., M.A. Tulalo, dan D.S. Pandin. 2016. Potensi Pengembangan Varietas Kelapa Dalam Mastutin asal Sumbawa NTB. Buletin Palma 17(1): 15– 23.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bp.v20n1.2019.19-26

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Buletin Palma

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 


            -


P-ISSN: 1979 - 679X
E-ISSN: 2528 - 7141

Arkreditasi No 21/E/KPT/2018, tanggal 9 Juli 2018

Kantor Editorial :

Balai Penelitian Tanaman Palma

Jln. Raya Mapanget PO Box 1004

Telp. 0431-812430, Fax. 0431-812017

Email: balitka05@yahoo.com, buletinpalma@gmail.com


View My Stats