Peningkatan Produktivitas Padi di Lahan Pasang Surut dengan Pupuk P dan Kompos Jerami Padi

Masganti Masganti, Nurhayati Nurhayati, Nurmili Yuliani

Abstract


Abstrak: Potensi pengembangan padi sawah cukup tinggi pada lahan pasang surut, namun produktivitas padi di lahan ini masih rendah karena rendahnya tingkat kesuburan tanah, terutama hara P dan bahan organik. Penelitian dilaksanakan di lahan rawa pasang surut Desa Sungai Solok, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dengan tujuan mendapatkan rekomendasi pemupukan dari kombinasi pupuk P dan ameliorasi kompos jerami padi. Perlakuan ditata dalam Rancangan Split Plot dengan tiga ulangan. Petak utama adalah dosis posfat (P) yakni 30;  60; 90; 120 kg P2O5 ha-1 yang bersumber dari  TSP, sedangkan anak petak terdiri atas dosis pupuk organik (O) yang berasal dari kompos jerami padi dengan dosis: 1,0; 2,0; dan 3,0 t ha-1. Parameter yang diamati adalah (i) sifat kimia tanah meliputi pH, C-organik, P-tersedia, (Ca, Mg, K, dan Na)-tertukar, dan KTK, diukur sebelum pemupukan dan (ii) produktivitas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di lokasi penelitian bereaksi sangat masam dengan kadar C-organik dan P-tersedia rendah, kadar N-total sedang, dan kadar unsur-unsur basa dan KTK tergolong rendah. Dosis kompos jerami padi, dosis pupuk P dan interaksinya berpengaruh terhadap produktivitas padi di lahan pasang surut tipe B. Produktivitas tertinggi (5,73±0,49 t ha-1) dihasilkan dari pemberian kompos jerami padi 2,0 t ha-1 yang dikombinasi dengan 60 kg P2O5 ha-1.

Abstract. The potential for the development of paddy rice on tidal swamp land is relatively high, however, rice yield on this land is low due to low soil fertility, especially because of low phosphorus (P) and low organic matter in the soil. The experiment was conducted in the tidal swampland at Sungai Solok Village, Pelalawan Regency, Riau Province with the objectives of developing P fertilizer in combination with organic matter recommendation. The treatments were arranged in a split plot design with three replications, where rice straw compost was the main plot, and P fertilizer as the subplot. The main plot was P fertilizer rates: 30; 60; 90; 120 kg P2O5/ha in the form of TSP. The sub-plot was organic matter (O) in the form of rice straw compost at rates: 1.0 ; 2.0 ; 3.0 t ha-1. Observations consisted of (i) soil chemical properties including soil pH, organic C, available P, excangeable Ca, Mg, K, and Na, and cation exchange capacity (CEC), measured before fertilization and (ii) crop yield. The results showed that the soil was very acid with low levels of organic C and available P, while the total N was moderate, and basic cation contents and CEC were low. The rate of rice straw compost, P fertilizer and interaction of the two affected the productivity of rice in the tidal swampland. The highest productivity (5.73±0.49 t ha-1) was produced from the treatment of 2.0 t ha-1 composted rice straw in combination with 60 kg P2O5 ha-1.


Keywords


Pemupukan P; Bahan organik; Padi; Lahan pasang surut; phosphate fertilizer; organic matter; rice; tidal land

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Adimihardja, A., K. Sudarman, dan D. A. Suriadikarta. 1998. Pengembangan lahan pasang surut: keberhasilan dan kegagalan ditinjau dari aspek fisiko kimia lahan pasang surut. Hlm 1-10. Dalam Sabran et al. (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Menunjang Akselerasi Pengembangan Lahan Pasang Surut. Balitbangtan, Puslitbangtan, Balittra. Banjarbaru.

Adimihardja, A., dan D. A. Suriadikarta. 2000. Pemanfaatan lahan rawa eks PLG Kalimantan Tengah untuk pengembangan pertanian berwawasan lingkungan. J. Penelitian & Pengembangan Pertanian 19(3):77-81.

Anwar, K., S. Sabiham,B. Sumawinata, A. Sapei, dan T. Alihamsyah. 2006. Pengaruh kompos jerami terhadap kualitas tanah, kelarutan Fe2+ dan SO42- serta produksi padi pada tanah sulfat masam. Jurnal Tanah dan Iklim 24:29-39.

Ar-Riza, I., D. Nazemi, S. Saragih, Alkasuma, Y. Rina, M. Thamrin, dan Achmadi. 2008. Karakterisasi Lahan dan Pilot Pengembangan Penataan Lahan dan Komoditas di Lahan Pasang Surut Desa Sungai Upih, Sungai Solok, dan Teluk Bakau, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Kerjasama Penelitian Balittra dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pelalawan. 46 halaman.

Asmarhansyah, Masganti, dan N. Yuliani. 2007. Kesuburan tanah lahan pasang surut berdasarkan tipe lahan dan jenis padi yang dibudidayakan. Hlm 1-8. Dalam Subardja et al. (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan dan Lingkungan Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. Buku IV.

BPS Provinsi Riau. 2014. Riau Dalam Angka Tahun 2013. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Kerja Sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Riau. Pekanbaru. 426 halaman.

Dent, D. L., dan L. J. Ponds. 1995. A world perespective on acid sulphate soils. Geoderma 67:263-276.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau. 2013. Laporan Tahunan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2013. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Provinsi Riau. 138 halaman.

Eviati, dan Y. Sulaiman. 2009. Petunjuk Teknis Analisis Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 234 halaman.

Gomez, K. A., dan A. A. Gomez. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh Sjamsuddin E., dan J. S. Baharsjah. Universitas Indonesia. Jakarta. 680 halaman.

Haryono. 2013. Strategi dan Kebijakan Kementerian Pertanian dalam Optimalisasi Lahan Sub-optimal Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta. 11 halaman.

Huang, G. F., J. C. W. Wong, Q. T. Wu, and B. B. Nagar. 2004. Effect of C/N on composting of pig manure with sawdust. Waste Management 24:805-813.

Markus, A., A. B. Siswanto, dan R. E. Subandiono. 2009. Properties of organic and acid sulphate soils and water of a 'reclaimed' tidak backswamp in Central Kalimantan, Indonesia. Geoderma 149:54-65.

Masganti, dan N. Yuliani. 2005. Status hara tanah di daerah sentra produksi padi Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. J. Tanah dan Air 6(1):18-25.

Masganti, Susilawati, dan N. Yuliani. 2006. Potensi sumbangan hara dalam budidaya padi lokal di lahan pasang surut ex-PLG Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Hlm 319-329. Dalam Subardja et al. (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.

Masganti. 2007. Kesuburan tanah dan hasil padi lokal di lahan pasang surut kawasan PLG Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Hlm 89-100. Dalam Subardja et al. (Eds.). Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. Buku II.

Masganti. 2009a. Rekomendasi pemupukan padi sawah lahan pasang surut Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Hlm 233-246. Dalam Anda et al. (Eds.). Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Inovasi Sumberdaya Lahan. Buku II (Teknologi Konservasi, Pemupukan, dan Biologi Tanah).

Masganti. 2009b. Kesuburan tanah dan hasil padi di lahan pasang surut Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Hlm 150-161. Dalam Masganti et al. (Eds.). Prosiding Seminar Inovasi Teknologi Peningkatan Produksi Pertanian Spesifik Lokasi. Kerjasama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung dengan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) dan Faperta UNILA. Bogor.

Masganti. 2013. Teknologi inovatif pengelolaan lahan suboptimal gambut dan sulfat masam untuk peningkatan produksi tanaman pangan. Pengembangan Inovasi Pertanian 6(4):187-197.

Noor, M. 2004. Lahan Rawa: Sifat dan Pengelolaan Tanah Bermasalah Sulfat Masam. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 241 halaman.

Nurhayati, A. Jamil, R. F. Zona, Jakoni, A. S. Alim, Elfiani, dan Empersi. 2012. Buku Rekomendasi Pemupukan Padi Sawah pada 9 (sembilan) Kabupaten Lokasi Program OPRM di Provinsi Riau. BPTP Riau. 68 halaman.

Purnomo., A. Mursyid, M. Ssarwani, A. Jumberi, Y. Hashidoko, T. Hasegawa, S. Honma, dan M. Osaki. 2005. Phosphorus solubilizing microorganisms in the rhizosphere of local rice varieties without fertilizer on acid sulphate soils. Soil Science and Plant Nutrition 51(5):679-681.

Soil Survey Staff. 2010. Keys to Soil Taxonomy. Eleventh Edition. Handbook 336. Resource Conservation Service, USDA, Washington D. C. 869 pp.

Stevenson, F. J. 1986. Cycle of Soil Carbon, Nitrogen, Phosphorus, Sulfur, and Micronutrients. John Willey & Sons, New York. 380 pp.

Stevenson, F. J. 1994. Humus Chemistry : Genesis, composition and reaction. Second Edition. John Willey & Sons Inc., New York. 496 pp.

Sudana, W. 1998. Prospek pengembangan lahan pasang surut Sumatera Selatan dalam mendukung produksi beras. J. Penelitian & Pengembangan Pertanian 18(3):108-114.

Sulaiman, S. 1995. Pemebentukan Varietas Unggul Padi Rawa. Laporan Hasil Penelitian. Balittan Banjarbaru. 26 halaman.

Susanto, U., A. A. Daradjat, dan. B. Suprihatno. 2003. Perkembangan pemuliaan padi sawah di Indonesia. J. Penelitian & Pengembangan Pertanian 22(3): 125-131.

Suriadikarta, D. A., dan M. T. Sutriadi. 2007. Jenis-jenis lahan berpotensi untuk pengembangan pertanian di lahan rawa. J. Penelitian & Pengembangan Pertanian 26(3):115-122.

Tim BBSDLP. 2014. Laporan Pelaksanaan Survei Pulau Mendol. Kerjasama Penelitian Balai Besar Penelitian Sumberdaya Lahan Pertanian dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pelalawan. Bogor. 32 halaman.

Wahida, A. Y. 2014. Peran Bahan Organik dan Tata Air Mikro terhadap Kelarutan Besi, Emisi CH4, Emisi CO2, dan Produktivitas padi di Lahan Sulfat Masam. Disertas, i. Program Pascasarjana UGM Yogyakarta. 173 halaman.

Widjaja-Adhi, I. G. P., K. Nugroho, D. Ardi, dan S. Karama. 1992. Sumberdaya lahan rawa: potensi, keterbatasan dan pemanfaatan. Dalam Partohardjono, S., dan M. Syam (Eds.). Pengembangan Terpadu Pertanian Lahan Rawa Pasang Surut dan Lebak. Risalah Pertemuan Nasional Pengembangan Pertanian Lahan Pasang Surut dan Rawa. Cisarua, 3-4 Maret 1992. Puslitbangtan, Bogor. 18 halaman.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jti.v41n1.2017.17-24

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal)

 Sertifikat Akreditasi JTI (2018)

  Sertifikat Akreditasi JTI 2018

  

 

 

P-ISSN : 1410-7244

E-ISSN : 2722-7723

Alamat:

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Jl. Tentara Pelajar No. 12 Bogor 16124

Telf. (0251) 8323012

Fax. (0251) 8311256

(Stat Kunjungan [Sejak 11 Des 2016])