Peningkatan Produktivitas Tanah Melalui Sistem Agroforestri

Erna Suryani, Ai Dariah

Abstract


Abstrak. Rendahnya tingkat kesuburan tanah dan tingginya unsur yang bersifat meracun sebagai akibat tingginya intensitas hujan (>2.500 mm/tahun) merupakan penyebab utama rendahnya produktivitas tanah di daerah tropika basah, seperti Indonesia. Pada kondisi ini, diharapkan sistem agroforestri dapat menjadi solusinya. Terdapat tiga komponen dalam agroforestri, yaitu kehutanan, pertanian dan peternakan. Agroforestry dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Wanatani yang berarti menanam pepohonan di lahan pertanian. Pohon-pohon memilki perakaran dalam dan menyebar secara intensif pada lapisan tanah bawah mengurangi pencucian hara secara vertikal maupun horisontal. Penutupan tanah oleh vegetasi melindung tanah dan erosi. Peran tersebut menjadikan agroforestri mampu bertindak sebagai salah satu tindakan konservasi tanah dan air, selain menghasilkan beberapa jenis produk yang memilik nilai ekonomi tinggi. Kondisi demikian sekaligus menempatkan agroforestri sebagai sistem pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Abstract. The low soil fertility and high toxic elements caused by high rainfall (>2,500 mm/year) is the main factor responsible for the low soil productivity in the humid tropical zone, like Indonesia. In this condition, agroforestry system is expected to be solution. There are three components of agroforestry: silviculture, agriculture and livestock. Agroforestry in Indonesian is called Wanatani that means planting trees in agricultural land. Trees have deep rooting and spread intensively in subsoil may reduce leaching nutrient both vertically and horizontally. Cover crop protected soil from erosion. This role makes agroforestry as one form of soil and water conservation practices, produced some products that have a high economic value. This situation allowed agroforestry as a system of sustainable land management.


Keywords


Produktivitas tanah rendah; zona tropika basah; pengelolaan lahan berkelanjutan; agroforestri; Low soil productivity; humid tropical zone; sustainable land management; agroforestry;

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jsdl.v6n2.2012.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Sumberdaya Lahan

View My Stats

P-ISSN   : 1907-0799

E-ISSN   : 2722-7731

Diindeks oleh:

   

      

 

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.