PRIORITAS KEBIJAKAN UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM PERBENIHAN LADA DI KABUPATEN BANGKA SELATAN / Policy Priorities for Developing Pepper Seed System in The Regency of South Bangka

Agus Wahyudi, Suci Wulandari

Abstract


Pepper farming is dominant in South Bangka Regency. Pepper production in South Bangka reached 50.92% of total production in Bangka Belitung Islands Province, but productivity only achieved 1.29 ton/ha. One of essential factors to pursue the improvement of pepper production is recomended seeds, on the other side the seed systems is not developed yet. To support the development of pepper farming system required a reliable seed system. The objective of the study are to analyze the system of pepper seed, and to set priority policy development of pepper seed system. The method used to develop policy priorities is the Analytical Hierarchy Process (AHP), which is supported by descriptive statistics.The performance of pepper seed system in South Bangka Regencyhas not been able to produce quality seeds that are easily accessible by farmers. The using of superior seeds is still low. This is related to the limited availability of seeds, price of seed, availability of certain seeds sources, knowledge of the benefits of high quality seeds, and limited information about seeds. Government is the institution that most influence the development of seed system. The price of white pepper is a factor most influences pepper seed system, followed by the performance of pepper seed production, pepper seed quality, and competition among seed producers. The policy required to support major pepper development is developingparent garden, followed by enhancing seed breeder capability, improving seed quality control system, developing seed infrastructure, creating partnership, developing seed information system, and increasing access to credit.

Keywords: seed, pepper, seed system, policy development

 

Abstrak

Usahatani lada mendominasi pertanian di Kabupaten Bangka Selatan. Produksi lada Bangka Selatan mencapai 50,92% dari total produksi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, namun produktivitas usahatani lada saat ini baru mencapai1,29 ton/ha dan berpotensi untuk ditingkatkan. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas adalah masih tingginya penggunaan benih asalan di tingkat petani karena sistem perbenihan yang menghasilkan benih bermutu belum berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem perbenihan lada dan menyusun prioritas kebijakan pengembangan sistem perbenihan lada. Metode yang digunakan untuk menyusun prioritas kebijakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) yang ditunjang dengan statistik deskriptif. Kinerja sistem perbenihan lada di Kabupaten Bangka Selatan yang saat ini berjalan belum mampu menghasilkan benih bermutu yang mudah diakses oleh petani, walaupun sudah terdapat beberapa pelaku yang mengarah untuk terbangunnya sistem perbenihan tersebut. Penggunaan bibit unggul yang masih rendah terkait dengan keterbatasan ketersediaan benih bina, tingginya harga benih bina, belum tersedianya sumber benih jenis tertentu, pengetahuan masyarakat akan manfaat benih unggul bermutu yang masih rendah, serta keterbatasan informasi mengenai benih. Pemerintah merupakan lembaga yang memberikan pengaruh terbesar dalam pengembangan sistem perbenihan. Harga lada putih menjadi faktor yang sangat mempengaruhi pengembangan sistem perbenihan lada, diikuti oleh kinerja produksi benih lada, mutu benih lada, dan persaingan antar produsen benih. Kebijakan utamayang diperlukan untuk mendukung pengembangan lada adalah pembangunan kebun induk, dan diikuti dengan kebijakan lain yaitu: peningkatan kemampuan penangkar benih, perbaikan sistem pengawasan mutu benih, pembangunan infrastruktur benih, pengembangan kemitraan, pengembangan sistem informasi perbenihan dan peningkatan akses kredit.

Kata kunci: benih, lada, sistem perbenihan, pengembangan kebijakan


Keywords


seed;pepper;seed system;policy development

Full Text:

PDF

References


Alemu, D. 2011. Farmer-Based Seed Multiplication in the Ethiopian Seed System: Approaches, Priorities and Performance, Working Paper Future Agricultures.

Balittro. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 2005. Pedoman Budidaya Tanaman Lada (Piper nigrum Linn). Bogor. Balittro.

BBP2TP. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Lada. Bogor. BBPPTP.

BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 2013. Laporan Hasil Sensus Pertanian 2013.

BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 2016. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Angka 2016.

Ditjen Perkebunan. 2016. Statistik Perkebunan Indonesia, Lada. Jakarta. Ditjen Perkebunan.

Elizabeth R. 2005. Keragaan Komoditas Lada Indonesia (Studi Kasus di Kabupaten Bangka). Socio Economic of Agriculture and Agribusiness. 5(1). Denpasar. Universitas Udayana.

FAO, 2010. Promoting the Growth and Development of Smallholder Seed Enterprises for Food Security Crops, Case studies from Brazil, Côte d’Ivoire and India. FAO Plant Production and Protection Paper 201. Food and Agriculture Organization of The United Nations. Rome, 2010

IPC, International Pepper Community. 2011. Pepper World Statistic.

Lemhanas, Direktorat Pengkajian Bidang Ekonomi. 2013. Meningkatkan Produktivitas Pertanian guna Mewujudkan Ketahanan Pangan dalam Rangka Ketahanan Nasional. Jurnal Kajian Lemhannas RI Edisi 15, Mei 2013.

Manzanilla DO, Janiya DJ, Johnson DE. 2013. Membangun Sistem Perbenihan Berbasis Masyarakat, Manual Pelatihan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Marimin. 2005. Teori dan Aplikasi Sistem Pakar dalam Teknologi Manajerial. Bogor. IPB Press.

Meredith, Geoffrey G. 2002. Kewirausahaan: Teori dan Praktik. Jakarta, PPM.

Nugraha, US. 2013. Legislasi, Kebijakan, dan Kelembagaan Pembangunan Perbenihan.

Puslitbang Perkebunan. 2009. Inovasi Mendukung Gerakan Kebangkitan Lada Putih.

Rafani, I. 2015. Seed Development Policy in Indonesia. FFTC Agricultural Policy Database Agricultural science policies and technology development Existing/Approved policies

Ramanathan, R. A Note on The Use of The Analytic Hierarchy Process for Environmental Impact Assessment. Journal of Environmental Management 63(2001): p. 27-33.

Rukmana, D. 2010. Teknik Perbanyakan Setek Lada Melalui Kebun Induk Mini. Buletin Teknik Pertanian, Vol 15 no. 2, 2010.

Saaty, TL. 2008. Decision Making with The Analytical Hierarchy Process. Int. J. Services Sciences, Vol 1, No. 1, 2008.

Singh H, Mathur P, dan Pal S. 2009. Indian Seed System Development: Policy and Institutional Options. Agricultural Economics Research Review, Vol. 21 January-June 2008 pp 20-29.

Syam A. 2001. Efisiensi Produksi Komoditas Lada di Propinsi Bangka Belitung. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara

Triantaphyllou, E dan Mann, SH. 1995. Using The Analytical Hierarchy Process for Decision Making in Engineering Applications: Some Challenges. Interntional Journal of Industrial Engineering: Application and Practice 2(1): p. 25-44.

Vaidya ,OS dan Kumar, S. 2006. Analytic Hierarchy Process: An Overview of Applications. European Journal of Operational Research 169 (2006): p 1-29.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v23n2.2017.72-82

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Tanaman Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111 Indonesia
Phone: +62251-8313083
Fax: +62251-8336194
Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats