KERAGAMAN GENETIK PLASMA NUTFAH PINANG (Areca catechu L.) DI PROPINSI GORONTALO

ISMAIL MASKROMO, . MIFTAHORRACHMAN

Abstract


Pinang merupakan salah satu tanaman palma yang terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia, terutama Pulau Sumatera. Di luar Sumatera, salah satu wilayah yang memiliki potensi tanaman pinang adalah Propinsi Gorontalo, Sulawesi. Wilayah provinsi ini memiliki potensi plasma nutfah pinang yang belum diidentifikasi keragaman genetiknya. Eksplorasi dilakukan untuk mengetahui potensi keragaman genetik plasma nutfah pinang sebagai dasar informasi pengembangan di wilayah Gorontalo untuk masa mendatang, dan mengumpulkan plasma nutfah pinang yang terdapat di beberapa daerah di Gorontalo. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan lokasi contoh dipilih secara sengaja berdasarkan informasi dari Dinas Perkebunan dan masyarakat petani. Eksplorasi dilakukan di Kabupaten Gorontalo, Pohuwato dan Bone Bolango. Hasil eksplorasi diperoleh 6 (enam) aksesi pinang yaitu aksesi Duhia Da’a dari Marisa, Kabupaten Pohuwato, Tingkohubu I dan Tingkohubu II asal Suwawa, Kabupaten Bone Bolango dan Huntu I, Huntu II, dan Huntu III dari Batudaa, Kabupaten Gorontalo, yang memiliki keragaman dalam ukuran dan bentuk buah, dengan jarak genetik yang jauh. Aksesi yang berpotensi produksi tinggi adalah Duhia Da'a, Tingkohubu I dan Tingkohubu II, sedangkan aksesi untuk bahan pelengkap dalam kegiatan budaya dan upacara adat adalah Tingkohubu II.

Kata kunci : Pinang, Areca catechu L., keragaman genetik, plasma nutfah, Gorontalo

 

ABSTRACT

Genetic diversity of Arecanut (Areca catechu L.) germplasm in Gorontalo

Arecanut is one of the palm crops found throughout Indonesia, Sumatera Island. Outside Sumatera Island, the crop exist in Gorontalo Province, Sulawesi. The exploration is conducted to observe potency of arecanut germplasm as based information for future development in Gorontalo. The purpose of exploration was to identify genetic diversity and to collect the arecanut in that area. Survey was done at three regency chosen purposively. There were six arecanut accessions identified namely Duhia Da’a from Marisa District, Pohuwato Regency, Tingkohubu I and Tingkohubu II from Suwawa District, Bone Bolango Regency, and Huntu I, Huntu II and Huntu III from Batuda’a District, Gorontalo Regency. They were various in size and shape, and so far for genetic distance. Accesions which have high potency production are Duhia Da'a, Tingkohubu I and of Tingkohubu II, while for the materials of complementary in custom ceremony and culture is Tingkohubu II.

Key words : Arecanut, Areca catechu L., genetic diversity, germplasm, Gorontalo


Keywords


Arecanut;Areca catechu L.;genetic diversity;germplasm;Gorontalo

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v13n4.2007.119-124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Tanaman Industri


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats