PENGARUH PEMUPUKAN TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN TITIK IMPAS USAHATANI JAHE PUTIH BESAR (JPB) PANEN MUDA DI SUMEDANG / Fertilization Effect on Productivity and Break-Event Point of Young Big White Ginger Farming System in Sumedang

Ermiati Ermiati

Abstract


The study aimed to determine the effect of fertilizer NPK on the productivity, break event point and farmer’s income from young big white gingger (YBWG) (harvested at 6 months old) productivity. The study was conducted at Ganjarresik, Wado, Sumedang, West Java (701-1000 m asl) in April 2016, by use all of farmer which cultivate YBWG in Cakrabuana hill side as respondent. The farm productivity was measured based on output per unit area while the break event point (BEP) determined by BEP production and BEP prices. The analysis showed that productivity of farming system YBWG harvested at NPK 15:15:15 was 10.065 kg/ harvest/year was lower than BEP production = 12.762 kg/harvest/year, ginger price at harvesting time in location was also still lower than BEP price = Rp 2.155/kg, there fore, farming system was deficit Rp 4,584.900/harvest/year. Productivity of farming system YBWG harvested treatment NPK 16;16;16 was 32% higher than productivity YBWG from NPK 15:15:15 treatment, with the same price, there fore, farming system of YBWG harvested was still deficit but, it was relatively small (Rp 360.000,-/harvest/ha) only 8% from NPK 15:15:15 treatment deficit. Based on productivity and price at harvesting time, indicated that farming system harvested YBWG donot yet given profit. Beside, fertlizer price factor determined BEP and income of YBWG farming in Sumedang district.

Keywords: Zingiber officinale Rosc, fertilization, productivity, young harvesting, break event point and income

 

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan NPK terhadap produktivitas, titik impas dan pendapatan usahatani JPB panen muda (umur 6 bulan). Penelitian dilakukan di Ganjarresik,Wado, Sumedang (701 – 1000 m dpl), April 2016 dengan responden seluruh petani yang melakukan usahatani JPB panen muda di lereng bukit Cakrabuana. Produktivitas usahatani dihitung berdasarkan produksi per satuan luas, sedangkan titik impas menggunakan indikator BEP produksi dan BEP harga. Hasil analisis menunjukkan produktivitas usahatani JPB panen muda yang menerapkan NPK 15:15:15, sebanyak 10.065 kg/panen/ha masih di bawah BEP produksi = 12.762 kg/panen/ha, demikian juga harga yang berlaku di lokasi penelitian (Rp 1.700,-/kg) masih di bawah BEP harga = Rp 2.155,-/kg, sehingga usahatani rugi sebesar Rp 4.584.900,-/panen/ha. Adapun produktivitas usahatani JPB panen muda yang menerapkan NPK 16:16:16, 32% lebih tinggi dari produktivitas JPB yang menerapkan NPK 15:15:15 dengan harga yang sama tapi kerugian relatif lebih kecil (Rp 360.000/panen/ha atau 8%) dari total kerugian yang menerapkan NPK 15:15:15. Berdasarkan produktivitas dan harga yang berlaku di lokasi penelitian, mencerminkan bahwa usahatani JPB panen muda belum memberikan manfaat finansial bagi petani. Selain pemupukan, faktor harga sangat menentukan BEP dan pendapatan usahatani JPB panen muda di Kabupaten Sumedang.

Kata kunci: Zingiber officinale Rosc, pemupukan, produktivitas, panen muda, titik impas dan pendapatan


Keywords


Zingiber officinale Rosc;fertilization;productivity, young harvesting;break event point and income

Full Text:

PDF

References


ANONYMOUS. 2014. Jenis pupuk berdasarkan kandungannya http://infopertanianku.blogspot.co.id/ 2014/03/jenis-pupuk-berdasarkan-kandungannya.html. (diunduh, 3 November 2016.

ANONYMOUS. 2015. Teknik budidaya jahe dilahan terbuka. https:// idid.facebook.com/permalink.php?story_fbid= 470682299745676&id=323770714436836&substory_ index=0. (diunduh, 10 Juni 2016).

BALKIS, S., S. MARYAM dan NOVITA SUGIART I. 2015. Pengelolaan usaha tani jahe putih di Kelurahan Sempaja Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda. Jurnal AGRIFOR 14(1). Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Samarinda: 123- 130.

BERMAWIE N, D. MANOHARA, D. WAHYONO, MELATI dan S. PURWIYANTI. 2012. Peningkatan produktivitas dan mutu benih jahe melalui perbaikan teknologi produksi. Laporan akhir Penelitian Balittro. (Tidak dipublikasi): 28 p.

BERMAWIE N., S.F. SYAHID, N. AJIJAH, S. PURWIYANTI dan B. MARTONO. 2013. Stabilitas hasil dan mutu enam genotip harapan jahe putih kecil (Zingiber officinalle Rosc. Var amarum) pada beberapa agroekologi. Jurnal Littri 19 (2): 58-65.

BURHANUDDIN, YUDARFIS, dan H. IDRIS. 2016. Pengaruh pemberian kapur dan kompos terhadap pertumbuhan dan produksi jahe putih besar pada tanah podsolik merah kuning. Jurnal Littro 27 (1): 47-53.

DJAZULI M. 2013. Pengaruh pemupukan kompos limbah nilam dan NPK terhadap pertumbuhan dan produksi nilam. Jurnal Littro 24 (2): 87-92.

DWISAPUTRA, K. A., I.W WIDYANTARA dan R.K. DEWI. 2015. Kemampuan petani dalam mengalokasikan biaya pada usahatani Jahe di Desa Taro Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata 4 (4): 203-212.

ERMIATI dan N. BERMAWIE. 2007. Analisis finansial varietas unggul jahe putih kecil. Jurnal Littro, 18 (1): 86-99.

ERMIATI. 2010. Analisis kelayakan dan kendala pengembangan usahatani jahe putih kecil di Kapupaten Sumedang. Studi Kasus Kecamatan Cimalaka. Jurnal. Littro, 21 (1): 86-92.

ERMIATI, E.R. PRIBADI dan A. WAHYUDI. 2015. Pengkajian usahatani integrasi seraiwangi ternak sapi. Jurnal Littro 26 (2): 133-142.

GILLE, V. 2011. Education spillovers in farm productivity: empirical evidence in rural India. Indian Growth and Development Review, 5(1): 4-24.

GINTINGS. 2007. Beberapa kendala adopsi teknologi pertanian. http://pfi3p.litbang.deptan.go.id/mod.phb? mod=userpage&menu=60603&page id=53. (diunduh, 10 Juni 2016).

IDARTO K. 2016. Permintaan tinggi, produksi jahe stagnan. http://industri.kontan.co.id/news/permintaan-tinggiproduksi- jahe-stagnan (diunduh, 10 Juni 2016).

KEMENTERIAN PERTANIAN. (2012). Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014. Kementerian Pertanian, Jakarta.

PAMUNGKAS D. dan HARTATI . 2004. Peranan ternak dalam kesinambungan sistem usaha pertanian. Prosiding Seminar Nasional; Sistem Integrasi Tanaman Ternak. Denpasar 20 – 22 Juli 2004. Hlm. 304-312.

PRIBADI, E.R dan M. RAHARDJO. 2008. Efisiensi pemupukan NPK pada temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb). Jurnal Littri., 14 (4): 162-170.

PUSLITBANGBUN. 2007. Teknologi Unggulan Jahe Budidaya Pendukung Var ietas Unggul. Puslitbangbun. Balitbang Pertanian. 17 hlm.

PUSDATIN. 2015. Statistik Pertanian 2015. Kementerian Pertanian. Republik Indonesia. 355 hlm.

RAHAYU, SP. 2014. Pedoman Umum Budidaya Pertanian Pada Lahan Pegunungan. Agro Teknologi Pertanian. Penyuluh Pertanian, Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian. Kementerian Pertanian. 12 hlm. http://cybex.pertanian .go.id/materipenyuluhan/detail/8836/sistim-usahatanikonservasi- di-daerah-pegunungan (diunduh, 10 Juni 2016).

REHMAN, F., S. MUHAMMAD, I. ASHRAF, CH. MAHMOOD. K., T. RUBY, dan I. BIBI. 2013. Effect of farmers’ socioeconomic characteristics on access to agricultural information: empirical evidence from Pakistan. The Journal of Animal & Plant Sciences, 23(1), 324-329.

ROSITA, S.M.D., M. RAHARDJO d an KOSASIH. 20 09. Pola pertumbuhan dan serapan hara N, P dan K tanaman bangle (Zingiber purpurium Roxb). Jurnal Littri. 1(1): 32-36.

ROSTIANA, O., BERMAWIE, dan RAHARDJO. 2009. Standar Prosedur Operasional. Budidaya Jahe, Kencur, Kunyit dan Temulawak. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. 43 hlm.

RUSMIN, D.,SUKARMAN dan A. WAHYUDI. 2016. Teknologi Produksi dan Pengawasan Mutu Rimpang Benih Jahe Putih Besar (Zingiber officinale Rosc). Sirkuler. Informasi Teknologi Tanaman Rempah dan Obat. Balittro. Puslitbangbun. Balitbang Pertanian. 21 hlm.

RUSMIN, D., M.R. SUHARTANTO, S. ILYAS, D. MANOHARA dan E. WIDJAYATI. 2015. Pengaruh umur panen rimpang terhadap perubahan fisiologi dan viabilitas benih jahe putih besar selama penyimpanan. Jurnal Littri 21 (1): 17-24.

SUJIANTO dan A. WAHYUDI. 2015. Analisis kelayakan dan finansial dalam penyediaan benih bermutu jahe merah (Zingiber officinalle var. rubrum). Jurnal Littro 26 (1): 77-86.

SUKARMAN dan ERMIATI. 2014 . Daya simpan benih rimpang jahe putih besar di dataran tinggi dengan perlakuan pestisida nabati dan analisa ekonominya. Jurnal Littri (20) 1: 1-7.

SUKARMAN. 201 3. Produksi dan Pengelolaan Jahe Putih Besar (JPB) (Zinggiber officinale var. Officinale) melalui proses Industri. Jurnal Litbang Pertanian (32) 2: 76-84.

SUKARMAN. 2009. Pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk terhadap produksi dan viabilitas benih setek nilam (Pogostemon cablin Benth). Jurnal Littri 18 (2): 81- 87.

SURATIYAH, K. 2007. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta. 124 hlm.

UEMATSU, H. and A.K. MISHRA. (2010). Can Education Be a Barrier to Technology Adoption?. Paper presented at the Agricultural & Applied Economics Association 2010 AAEA,CAES, & WAEA Joint Annual Meeting, Denver, Colorado.

WRESDIYATI, T., M. ASTAWAN, D. MUCHTADI and C. NURDIANA. 2008. Antioxidant activity og ginger (Zingiber officinalle) oleoresin on the profile of superoxide dismutase in the kidney of rats under sress condition. Journal Technology and Industry. 18: 118- 226.

YUSRON, M., C. SYUKUR dan O. TRISILAWATI . 2012. Respon lima aksesi jahe putih kecil ( Zingiber Officinale Var. amarum) terhadap pemupukan. Jurnal Littri 18 (2): 66-73.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v22n4.2016.197-207

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Tanaman Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111 Indonesia
Phone: +62251-8313083
Fax: +62251-8336194
Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats