PENGARUH INOVASI TEKNOLOGI DAN PENGGUNAAN INPUT TERHADAP PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT / Influence of Technological Innovation and Use of Production Input on Productivity of Oil Palm in West Kalimantan Province

I Ketut Ardana, Ketut Kariyasa

Abstract


Indonesian government within the framework of the Master Plan for the Acceleration and Expansion of Indonesian Economic Development (MP3EI) have established oil palm as the main commodity to be developed in the so-called corridor of Kalimantan. This is mainly due to the commodity role as Indonesia's main export commodities as well as the tipping point of regional economic development in ensuring the welfare of local farmers in a sustainable manner. West Kalimantan is one of the centers of the development of oil palm in Kalimantan, after Central Kalimantan. This study aimed to analyze the role of the superior technology and use of production inputs to improve the productivity of oil palm and the factors that influence the adoption of new technologies at the farm level. Results of decomposition analysis of productivity showed that the productivity of oil palm plantations increased by 45.59%. The role of the difference in the applied technology is 22.62% and 22.97% came from the difference in input use. Quality of seeds available/planted by farmers contributed significantly to the level of productivity. Adequate provision of improved seed policies must be the top priority in efforts to improve the productivity of oil palm in the future. The policy needs to be accompanied by quality control and distribution of improved seed is strictly and continuously. The next priority policies should be aimed at encouraging farmers to use production inputs as recommended . In order for the policy to be effective, it needs to be supported by the trading system improvements to ensure the feasibility of palm oil prices at the farm level.

Keywords: oil palm, decomposition of productivity, innovation, production inputs

 

Abstrak

Pemerintah Indonesia dalam kerangka Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) telah menetapkan komoditas kelapa sawit sebagai komoditas utama untuk lebih dikembangkan di wilayah Kalimantan Barat atau disebut koridor Kalimantan. Hal ini terutama disebabkan oleh peran komoditas ini sebagai komoditas ekspor utama Indonesia dan sekaligus sebagai titik ungkit pembangunan ekonomi daerah dalam menjamin peningkatan kesejahteraan petani setempat secara berkelanjutan. Kalimantan Barat merupakan salah satu sentra pengembangan kelapa sawit di Kalimantan, setelah Kalimantan Tengah, oleh sebab itu penelitian dilaksanakan di Kalimantan Barat pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran teknologi unggulan dan penggunaan input produksi terhadap perbaikan produktivitas kelapa sawit dan faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi baru di tingkat petani. Hasil analisis dekomposisi produktivitas menunjukkan bahwa penggunaan teknologi unggulan (karakterisik teknologi unggulan perbaikan manajemen produksi, serta penggunanan input sesuai anjuran) menyebabkan produktivitas kelapa sawit meningkat sebesar 45,59%. Dari peningkatan tersebut, sebesar 22,62% bersumber dari adanya perbedaan teknologi yang diterapkan dan 22,97% bersumber dari adanya perbedaan penggunaan input. Kualitas benih yang tersedia/ditanam petani memberikan kontribusi nyata terhadap tingkat produktivitas. Dalam upaya meningkatkan produktivitas sawit, maka penyediaan benih unggul yang memadai harus menjadi kebijakan prioritas utama dalam pengembangan kebun sawit ke depan. Kebijakan prioritas berikutnya dapat ditujukan untuk mendorong petani agar menggunakan input produksi sesuai anjuran. Kebijakan ini tentunya akan efektif jika pada saat yang sama petani juga memperoleh harga sawit yang layak.

Kata kunci: kelapa sawit, dekomposisi produktivitas, inovasi, input produksi


Keywords


oil palm;decomposition of productivity;innovation;production inputs

Full Text:

PDF

References


ABIDIN, Z. 2008. Analisis ekspor minyak sawit (CP) Indonesia. Jurnal Aplikasi Manajemen 6(1): 139-144.

ADIGUNA, R., L. SIHOMBING, dan SAALMIAH. 2014. Analisis kelayakan investasi pembangunan pabrik minyak kelapa sawit, studi kasus di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi NAD. Journal on Socio Economic of Agriculture and Agribusiness 3(1): 36-51.

CHOW, G.C. 1960. Tests of equality between sets of coefficient in two regression. Econometrica, 29(3): 591-605.

ERMAWATI , T., dan Y. SAPTIA. 2013. Kinerja ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan 7(2): 129-147.

GREENE, W.H. 2003. Econometrics Analysis-Fifth Edition. New York University. Pearson Education, Inc., Upper Saddle River, New Jersey 07458. 958pp.

GUJARATI, D.N. 2003. Basic Econometrics, Fourth Edition. MeGraw-Hill Higher Education, New York. 683 pp.

HENSON. 1990. Kesenjangan dan potensi produktivitas sawit di Indonesia. Dalam Manfaat Minyak Sawit Bagi Perekonomian Indonesia. Laporan World Growth, Februari 2011.

KARIYASA K. 2015. Analisis kelayakan finansial peng- gunaan bibit bersertifikat kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Agro Ekonomi, 33(2): 143- 161.

MANURUNG T. 2011. Analisis Valuasi Ekonomi Investasi Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia. Laporan Teknis. Environmental Policy and Institutional Strengthening IQCOUT-PCE-I-806-96-00002-00. http://pdf.usaid.gov/ pdf_docs/PNACT026.pd.

MUSLIH, A.M., W.A. ZAKARIA, dan E. KASYMIR. 2013. Faktor- faktor yang mempengaruhi ekspor CPO Provinsi Lampung. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis 1(2): 92-97.

PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT. 2008. Benih Sawit Bermutu vs Benih Sawit Palsu. Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

RIFAI, N., Y. SYAUKAT, H. SIREGAR, and E. GUMBIRA. 2014. The development and prospect of indonesian palm oil industry and its derivative products. IOSR Journal of Economics and Finance 4(5): 27-39.

RUSMADI. 2009. Analisis finansial industri minyak goreng kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Pembangunan 6(2): 29-54.

SAYAKA B., K. KARIYA SA, T. NURASA, WALUYO, dan Y. MARISA. 2006. Analisis sistem perbenihan komoditas pangan dan perkebunan utama. Laporan Teknis Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Bogor.

SILALA V. 2003. Upaya-upaya memperkecil peredaran benih kelapa sawit asalan (palsu). PT. Agricinal, Sebelat Bengkulu Utara.

SOLOW, R.M. 1957. Technical change and the aggregate production function. Review of Economics and Statistics, 39(2): 312-320.

SYAHZA, A. 2007. Percepatan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan dengan model agroestate berbasis kelapa sawit. Jurnal Ekonomi PPD & I Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara, Th. XII/ 02/Juli/2007.

WIJAYANTI, T. 2012. Analisis pendapatan usahatani kelapa sawit di Desa Mamur Jaya, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur. Media Sains 4(2): 84-98.

YAMIN, M., MUHAKKA, dan A. ABRAR. 2010. Kelayakan sistem integrasi sapi dengan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Pembangunan Manusia 10(1): 28-41.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v22n3.2016.125-134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Tanaman Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111 Indonesia
Phone: +62251-8313083
Fax: +62251-8336194
Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats