PERANAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP POPULASI Helopeltis spp. dan Sanurus indecora PADA JAMBU METE

ELNA KARMAWATI

Abstract


ABSTRAK
Untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan terhadap tingkat
serangan serangga hama utama pada pertanaman jambu mete telah
dilakukan penelitian di Kabupaten Lombok Barat. Pengamatan pada
tanaman contoh telah dilaksanakan selama musim kemarau dan musim
hujan dari bulan Juni 2004 sampai dengan Maret 2005 di dua tempat yang
berbeda keadaannya yaitu Desa Tanah Sebang dan Sambik Jengkel.
Keduanya terletak di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Barat.
Dari masing-masing lokasi diamati 40 tanaman contoh secara acak, 20 dari
pertanaman monokultur dan 20 dari pola tanam campuran jambu mete
dengan tanaman lainnya. Variabel yang diamati adalah (a) populasi
Helopeltis spp. per tanaman, (b) populasi Sanurus indecora per tanaman,
(c) banyaknya pucuk terserang Helopeltis spp., (d) banyaknya pucuk
terserang S. indecora, (e) banyaknya koloni semut per pohon, (f)
persentase telur yang terparasit, (g) suhu, kelembaban dan curah hujan
harian, (h) jenis tanaman sela yang menjadi tanaman inang alternatif hama,
(i) banyaknya musuh/gulma di sekeliling tanaman, (j) jumlah bunga
hermaprodit dan buah jadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas
serangan dan populasi Helopeltis spp. dan S. indecora jambu mete
berbeda antara musim kemarau dan musim hujan. Pada musim kemarau,
hanya sisa-sisa serangan Helopeltis spp. pada pucuk yang kelihatan,
populasi tidak ditemukan. Populasi S. indecora selalu ada selama musim
kemarau. Pada musim hujan yaitu bulan Januari sampai Maret, pucuk
mulai muncul, populasi dan serangan Helopeltis spp. mulai kelihatan.
Tingkat serangan kedua hama tersebut berbeda antara lokasi Tanah Sebang
dan Sambik Jengkel. Di Tanah Sebang, persentase pucuk yang diserang S.
indecora (23,1%) lebih tinggi dibandingkan dengan pucuk yang diserang
Helopeltis (3,8-7,4%), sedang di Sambik Jengkel persentase pucuk yang
diserang Helopeltis spp (43,8-54,6%) lebih tinggi dibandingkan dengan S.
indecora (11,5-22,3%). Faktor utama yang memegang peranan adalah
tanaman inang alternatif yang berada pada pola tanam campuran, iklim
mikro (suhu, kelembaban dan radiasi matahari) serta interaksi antara S.
indecora, Helopeltis spp. dan semut predator.
Kata kunci : Jambu mete, Anacardium occidentale, faktor lingkungan,
Helopeltis spp., Sanurus indecora, populasi, Nusa Tenggara
Barat
ABSTRACT
Role of environment factors on the population of
Helopeltis Spp. and Sanurus indecora on cashew
plantation
An experiment to find out the effect of environment factors on the
attack of insect pests on cashew plantation was carried out in West
Lombok District, West Nusa Tenggara Province. The experiment was
conducted in hot and rainy seasons from June 2004 to March 2005 in two
locations : Tanah Sebang and Sambik Jengkel. These were located in the
same district (Kecamatan Kayangan, West Lombok District). In 40 sample
plants were observed : 20 from monoculture and 20 from polyculture
(mixed cropping). The variables observed were (a) Helopeltis population
per plant (b) S. indecora population per plant, (c) number of shoots
attacked by Helopeltis, (d) number of shoots attacked by. S. indecora, (e)
number of ant colonies per plant, (f) percentage of eggs parasitoid, (g)
temperature, relative humidity, daily raindrops, (h) type of intercrops as
alternative hosts, (i) litters or weeds surrounding the plantation, (j) number
of hermaphrodite flowers and fruits. The research result showed that the
population and damage intensity were different between hot and rainy
seasons. In dry season, only the symptom of Helopeltis damage was seen.
The population S. indecora always existed during the dry season. In the
rainy season from January to March, shoots started to appear, also the
population of Helopeltis. The injury level was different between those two
insects. At Tanah Sebang the shoots attacked by S. indecora was 23.1%
higher than that of Helopeltis (3.8-7.4%), while in Sambik Jengkel, the
shoots attacked by Helopeltis was (43.8-54.6%) higher than that of S.
indecora (11.5-22.3%). The main factors played roles in the environment
were alternate hosts, micro climate and interaction between S. indecora,
Helopeltis spp. and predator ants.
Key words: Cashew, Anacardium occidentale, environment factors
Helopeltis spp., Sanurus indecora, population, West Nusa
Tenggara

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v12n4.2006.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Tanaman Industri


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111 Indonesia
Phone: +62251-8313083
Fax: +62251-8336194
Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats