FENOLOGI PEMBUNGAAN DAN KELIMPAHAN POPULASI KEPIK Diconocoris hewetti (DIST.) (HEMIPTERA: TINGIDAE) PADA PERTANAMAN LADA

I WAYAN LABA, AUNU RAUF, UTOMO KARTOSUWONDO, M. SOEHARDJAN

Abstract


ABSTRAK
Kepik renda lada (KRL), Diconocoris hewetti (Dist.) (Hemiptera:
Tingidae) adalah salah satu hama pada pertanaman lada di Indonesia.
Hama ini selalu hadir pada perbungaan lada dan bulir bunga lada dengan
jalan mengisap cairan bunga sebelum menjadi buah. Serangan nimfa dan
imago pada bunga dan bulir bunga akan mengakibatkan perubahan warna
bunga dari hijau kekuningan menjadi cokelat atau hitam. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui fenologi pembungaan, kelimpahan populasi
KRL, dan tingkat kerusakan bunga pada pertanaman lada. Kelimpahan dan
fenologi pembungaan lada menentukan kelimpahan populasi KRL.
Penelitian dilakukan di kebun petani, di Desa Air Anyir, Kecamatan
Merawang, Kabupaten Bangka Induk, dari Mei 2003 sampai dengan Mei
2004, dan di Desa Puput, Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka
Tengah, dari Oktober 2003 sampai dengan Mei 2004. Luas lahan
percobaan masing-masing sekitar 5000 m 2 yang sudah ditanami lada
varietas Chunuk di Air Anyir dan varietas Lampung Daun Lebar (LDL) di
Puput. Umur tanaman masing-masing sekitar 5 tahun. Jumlah pohon
contoh di setiap lokasi 24 pohon. Pengamatan dilakukan setiap minggu
dengan cara menghitung langsung KRL yang ada pada bulir bunga, serta
banyaknya bunga yang terserang. Pada percobaan lainnya dilakukan
pengamatan terhadap perkembangan bulir bunga serta tingkat keguguran
fisiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembungaan lada
varietas Chunuk dan LDL mengikuti pola curah hujan. Rataan banyaknya
bulir bunga berkisar antara 2,63-120,59 tandan per pohon pada varietas
Chunuk, sedangkan pada varietas LDL antara 4,79-153,84 tandan per
pohon. Masa perkembangan bulir bunga fase-1 berlangsung 16,6 hari,
fase-2 berlangsung 7,6 hari, dan fase-3 berlangsung 6,4 hari. Tidak
semua bulir bunga dan buah muda berhasil menjadi buah siap dipanen
(23,14% pada Chunuk mengalami keguguran fisiologis). Keguguran
paling banyak terjadi pada bulir bunga yang berumur 4-5 minggu
(17,62%). Rataan kelimpahan kepik renda lebih tinggi (0,042-1,375
ekor/pohon) pada varietas LDL dibandingkan pada varietas Chunuk
(0,042-0,333 ekor/pohon), terutama selama periode November hingga
April. Perkembangan populasi kepik renda pada varietas LDL meningkat
(1,375 ekor/pohon) selama bulan November hingga Februari, berhubungan
dengan banyaknya bulir bunga yang tersedia pada periode tersebut.
Berdasarkan nisbah ragam terhadap rataan (s 2 /m), populasi kepik D.
hewetti umumnya memperlihatkan pola sebaran acak, sedangkan pada saat
populasi tinggi (1,375 ekor/pohon) memperlihatkan pola sebaran
bergerombol. Persentase bulir bunga terserang pada varietas Chunuk
berkisar antara 0,06-3,85%, sedangkan pada varietas LDL berkisar antara
0,34-17,72%. Terdapat hubungan linear varietas Chunuk dan LDL (r =
0,87 dan 0,78) yang nyata antara kelimpahan populasi D. hewetti dan
kerusakan bunga. Varietas LDL lebih rentan dibandingkan dengan varietas
Chunuk. Pengendalian KRL dapat dilakukan pada awal pembentukan
bunga yaitu sejak November.
Kata kunci: Lada, Piper nigrum L., hama, kepik renda lada, Diconocoris
hewetti (Dist.), kerusakan bunga, kelimpahan populasi,
Bangka Belitung
ABSTRACT
Flowering phenology and population abundance of
pepper lace bug, Diconocoris hewetti (Dist.) (Hemiptera:
Tingidae) on pepper plantation
Pepper lace bug (PLB), Diconocoris hewetti (Dist.) (Hemiptera :
Tingidae) is one of the insect pests attacking pepper in Indonesia. This
insect pest always presents and causes damage to the spikes of pepper
inflorescence. The research was conducted to study the flowering
phenology of Chunuk and LDL varieties and population abundance of
PLB on pepper plantation. The abundance and inflorescence phenology of
pepper determined PLB abundance. The research was conducted in farmer
fields in Air Anyir Village, Sub District of Merawang from May 2003 to
May 2004 and Puput Village, Sub District of Simpang Katis, Bangka
Islands, from October 2003 to May 2004. The acreage of the experiment
was about 5000 m 2 for each location with 5 years old of Chunuk and LDL
varieties in Air Anyir and Puput, respectively. Number of plant samples
were 24 plants for each location. Observation were done every week, for
the population of PLB, the spike and flower damage. Another experiment
was done to study the develop-ment stage of inflorescence and floral loss
physiology. The result indicated that flowering phenology of Chunuk and
LDL varieties followed the rainfall pattern. The mean number of spike on
Chunuk variety varied between 2.63 – 120.59, while that on LDL variety
were 4.79 – 153.84 spikes per tree. The developments period of spikes
were 16.6; 7.6 and 6.4 days for stages 1, 2 and 3 respectively. Not all the
spikes became young berries and could be harvested, since there were
23.14% inflorescence of the Chunuk variety floral loss naturally. Floral
loss occurred mostly when the spikes were 4-5 weeks old (17.62%). The
mean number of lace bug density was higher on LDL(0.042-1.375
bug/tree) than on Chunuk (0.042-0.333 bugs/tree), especially during
November until April. D. hewetti population increased during November-
February (1.375 bugs/tree), and it was related to the increase in spikes
during that time. Based on variance-mean ratio (S 2 /m), D. hewetti
population generally showed a random distribution, but a clumped
distribution when population density increased (1.375 bugs/tree). The
percentage of inflorescence damage was between 0.06-3.85% on Chunuk,
while on LDL was 0.34-17.2%. There is a linear correlation between PLB
and spike damage (r = 0.87 and 0.78 on Chunuk and LDL respectively).
LDL variety was more susceptible than Chunuk variety. The study implies
that controlling PLB has to be done on the beginning of inflorescence in
November.
Key words: Pepper, Piper nigrum L., insect pest, pepper lace bug,
Diconocoris hewetti (Dist.), spike damage, population
abundance, Bangka Belitung

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v14n2.2008.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Tanaman Industri


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111 Indonesia
Phone: +62251-8313083
Fax: +62251-8336194
Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats