MULTIPLIKASI TUNAS DAN AKLIMATISASI PEGAGAN (Centella asiatica L.) PERIODE KULTUR LIMA TAHUN

NATALINI NOVA KRISTINA, DEDI SURACHMAN

Abstract


ABSTRAK
Pegagan (Centella asiatica L.) adalah tanaman obat yang
mengandung zat asiaticotik sebagai obat alzaimer dan penghalus kulit.
Tanaman ini telah diperbanyak sejak tahun 2000. Penelitian dilakukan di
Laboratorium Kultur Jaringan dan Rumah Kaca Kelompok Peneliti
Plasma Nutfah dan Pemuliaan, Balai Penelitian Tanaman Obat dan
Aromatik, Bogor dari bulan Januari 2000 sampai dengan Juni 2005.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya multiplikasi tunas setiap
periode subkultur dimulai dari tahun kedua sampai periode lima tahun.
Media yang digunakan adalah MS + BA 0,1 mg/l. Pengamatan dilakukan
pada jumlah tunas, jumlah daun dan visual tunas pada umur 2, 3, 4 dan 5
tahun pada dua periode subkultur setiap tahunnya. Penelitian disusun
dengan rancangan acak lengkap, masing-masing terdiri atas 10 botol yang
merupakan ulangan dan setiap botol terdiri atas 1 eksplan. Untuk re-media
terhadap tanaman yang terlihat berubah digunakan media MS + BA (0;
0,1; 0,2; 0,3) mg/l. Selanjutnya untuk perakaran dilakukan pada media MS
+ IAA (0,1 dan 0,2); MS + NAA (0,1 dan 0,2) mg/l serta MS + IBA (0,1
dan 0,2) mg/l. Plantlet utuh yang terbentuk selanjutnya diaklimatisasi pada
media tanah + pupuk kandang dan tanah + sekam dengan perbandingan 1 :
1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya multiplikasi tunas optimum
terjadi pada tahun ketiga, dan memasuki tahun keempat dan kelima
menurun yang diiringi dengan perubahan eksplan yang terlihat pada
tangkai daun yang terbentuk. Akar terpanjang dan terbanyak yang
terbentuk didapat pada media IAA 0,2 mg/l dengan penampilan yang
kurus dan rapuh. Keberhasilan aklimatisasi sangat rendah, tetapi plantlet
mampu beregenerasi dengan baik dan terlihat tumbuh normal. Dari hasil
perbanyakan terlihat bahwa jumlah anakan, jumlah daun, panjang stolon
dan jumlah bunga lebih tinggi dibandingkan yang tumbuh pada media
sekam, berturut-turut : 6,77; 7,30; 46,50 cm dan 8,31. Sementara pada
media sekam komponen yang dominan adalah panjang tangkai daun yakni
9,75 cm.
Kata kunci : Pegagan, Centella asiatica L., multiplikasi, tunas, aklima-
tisasi, penyimpanan, Jawa Barat
ABSRACT
Shoot multiplication and acclimatization of gotuloca
(Centella asiatica L.) five years after conservation by in
vitro culture
Gotuloca (Centella asiatica L.) is a medicinal crop containing
asiaticotic as alzaimer and skin revitalizer. This crop has been
multiplicated in vitro since 2000. This research was carried out in the
laboratory and glasshouse of Breeding and Germplasm Group in the
Indonesian Medicinal and Aromatic Crops Research Institute (IMACRI)
from January 2000 to June 2005. The objective of the research was to find
out the viability of shoots multiplication after two year to five year period,
with media MS + BA 0.1 mg/l. The parameters observed were the number
of shoots, the number of leaves at the age 2, 3, 4 and 5 years from two
subculture periods every year. The treatments were arranged in a
completely randomized design, each replication consisted of 10 bottles and
each bottle consisted of 1 explant. After subculture the ex-plant were re-
media in medium MS + BA (0; 0,1; 0,2; 0,3) mg/l. The rooting media
before glasshouse were : MS + IAA ( 0,1 and 0,2); MS + NAA ( 0,1 and
0,2) mg/l; and MS + IBA ( 0,1 and 0,2) mg/l. The plantlets formed were
acclimatized using soil + cattle manure and soil + rice husk with
comparison 1:1. Research result indicated that the optimum viability
multiplication was achieved in the third year, and it decreased after the
fourth and fifth years with change in explant forming the petiole. The
longest and plantlet roots were formed through media IAA 0.2 mg/l with
brittle and thin appearance, but the plantlets were able to regenerate better
and grow normal. The acclimatization was not very successful but the
plantlets could regenerate and grew normally. The multiplication showed
that the number of stumps, leaves, stolons and flowers were : 6,77; 7,30;
46,50 cm and 8,31 respectively. In rice husk media the dominant
component was pedicle length 9,75 cm.
Key words : Gotuloca, Centella asiatica L., multiplication, shoot,
acclimatization, conservation, East Jav

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v14n1.2008.30-35

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Tanaman Industri


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

(Indonesian Center for Estate Crops Research and Development)

Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu

Bogor 16111 Indonesia

Phone: +62251-8313083

Fax: +62251-8336194

Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats