PENGARUH SISTEM PENANAMAN TERHADAP PRODUKSI BENIH G0, G1, DAN G2 BEBERAPA VARIETAS TEBU UNGGUL HASIL KULTUR JARINGAN

DEDEN SUKMADJAJA, MUHAMMAD SYAKIR

Abstract


ABSTRAK
Penyediaan benih tebu berdaya hasil tinggi memegang peranan
penting  dalam  mendukung  pencapaian  program  swasembada  gula.
Produksi benih tebu melalui teknologi kultur jaringan merupakan salah
satu alternatif untuk menyediakan benih bermutu secara masal dengan
waktu yang cepat. Salah satu bagian penting dalam program produksi
benih tebu adalah penanganan benih hasil kultur in vitro menjadi benih
produksi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode
penanaman benih primer (G0), sekunder (G1), dan komersial (G2) dari
beberapa varietas tebu hasil kultur in vitro. Penelitian dilakukan di tiga
lokasi, yaitu Kebun Percobaan Cibinong-Bogor, Ngemplak-Pati, dan
Klari-Karawang. Percobaan terdiri atas tiga kegiatan: (1) pengaruh media
tumbuh terhadap pertumbuhan plantlet, (2) pengaruh jarak tanam terhadap
produksi benih G1, dan (3) pengaruh jarak tanam terhadap produksi benih
G2. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Kelompok,
dengan perlakuan pada percobaan pertama adalah media dan tempat
aklimatisasi, pada percobaan kedua dan ketiga berupa jarak tanam dan
varietas. Parameter pengamatan meliputi persentase tumbuh, jumlah
batang per rumpun, jumlah buku, diameter batang, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan polibag dan pot tray merupakan cara terbaik untuk aklimatisasi tebu. Jarak tanam terbaik benih
G0 dan G1 varietas PS864 dan SS-57 di KP Cibinong adalah 60 cm × 40
cm yang dapat memproduksi budset G1 masing-masing 1,72 dan 1,93 juta
per ha dan benih G2 masing-masing 0,9 dan 1,01 juta per ha. Produksi
budset G2 PS864 di Klari pada jarak tanam yang sama menghasilkan 1,94
juta per ha, sedangkan produksi budset G2 varietas PS881 dan Kidang
Kencana di KP Ngemplak masing-masing mencapai 2,02 dan 2,18 juta per
ha. Sementara itu, produksi terbanyak benih G2 varietas Bulu Lawang dan
PS862 di KP Ngemplak dihasilkan pada perlakuan jarak tanam 100 cm ×
20 cm masing-masing sebanyak 2,44 dan 1,41 juta per ha. Produktivitas
benih tebu hasil kultur jaringan dipengaruhi oleh jarak tanam, lokasi
penanaman, dan varietas tanaman.
Kata kunci: tebu, benih unggul, kultur jaringan, jarak tanam, benih G0,
G1, G2

 


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v20n3.2014.130%20-%20141

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111 Indonesia
Phone: +62251-8313083
Fax: +62251-8336194
Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats