PERTUMBUHAN EMPAT KLON HARAPAN VANILI (Vanilla planifolia) PADA UMUR FISIOLOGIS DAN POSISI RUAS YANG BERBEDA

SUKARMAN SUKARMAN

Abstract


ABSTRAK

Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat(Balittro) dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka TanamanIndustri (Balittri) dari bulan Januari 2006 sampai Desember 2007.Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh posisi ruas terhadapdaya tumbuh dan pertumbuhan benih empat klon harapan vanili, sebagaisalah satu landasan penetapan standar prosedur operasional (SPO)perbanyakan benih vanili secara vegetatif. Penelitian terdiri atas duakegiatan, yaitu: (1) Pengaruh umur fisiologis dan posisi ruas yang berbedaterhadap daya tumbuh setek dan pertumbuhan vanili klon 1 dan 2, dan (2)Pengaruh posisi ruas terhadap daya tumbuh setek dan pertumbuhanbenih/setek vanili klon 3 dan klon 4. Percobaan pertama disusun dalampola faktorial 2 x 2 x 3 dan dilaksanakan dalam rancangan petak terbagidua kali, dengan 3 ulangan dan 20 setek tiap satuan percobaan. Petakutama adalah dua klon vanili, yaitu klon 1 dan 2, dan anak petak adalah 2umur fisiologis sulur, yaitu (1) sulur umur 6 bulan, dan (2) sulur umur 12bulan setelah pemangkasan. Anak-anak petak adalah setek pada limaposisi ruas, yaitu 1) pertama, 2) kedua, 3) ketiga, 4) keempat, dan 5) ke-lima. Percobaan kedua menggunakan rancangan petak terbagi yangdiulang 3 kali dengan 20 sampel tanaman setiap perlakuan dan ulangan.Petak utama adalah dua nomor klon harapan vanili yaitu klon 3 dan 4,anak petak adalah setek pada 10 posisi ruas, yaitu 1) pertama, 2) kedua, 3)ketiga, 4) keempat, 5) kelima, 6) keenam, 7) ketujuh, 8) kedelapan, 9) ke-sembilan, dan 10) kesepuluh. Posisi ruas yang digunakan dalam keduapercobaan tersebut dihitung dari bagian atas sulur, setelah 2 ruas daripucuk dibuang. Peubah yang diamati meliputi daya tumbuh setek,pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman/panjang sulur, jumlah dan panjangruas, serta jumlah dan ukuran daun. Pertumbuhan vanili tidak dipengaruhioleh jenis klon serta umur fisiologis sulur, tetapi dipengaruhi oleh posisiruas. Setek dari ruas kedua sampai ketujuh mempunyai pertumbuhan yangterbaik, dengan daya tumbuh berturut-turut 87,47; 84,58; 81,25; 85,00;81,67; dan 83,83%. Disimpulkan bahwa perbanyakan tanaman vanili dapatmenggunakan setek l ruas yaitu dari ruas kedua sampai ruas ketujuh.

Kata kunci: Vanilla planifolia, umur fisiologis, sulur, posisi ruas, dayatumbuh, pertumbuhan

ABSTRACT

Growth of Four Promissing Vanila Clones (Vanillaplanifolia) at Different Physiological Stages and Inter-nodes Positions

The experiment was conducted at the Indonesian Medicinal andAromatic Crops Research Institute (IMACRI) and Indonesian Spice andIndustrial Crops Research Institute (ISICRI), from January 2006 untilDecember 2007. This experiment aimed at evaluating the effect ofphysiological stages and internodes positions on the cutting germinationpercentage and growth of four vanilla clones, in terms of establishingstandard operational procedure (SOP) of vegetative propagation of vanilla.The research consisted of 2 experiments, i.e. (1) effect of physiologicalstages and internodes positions on the cutting germination and growth ofvanilla clon 1 and 2, and (2) effect of internodes positions on thegermination and growth of vanilla clone 3 and 4. The first experimenttested 3 treatment factors and was arranged in 2 x 2 x 3 factorial pattern insplit-split plot design with 3 replicates. Twenty cuttings were planted ineach experimental unit. The main plots were two vanilla clones (clone 1and 2), and sub plots were two different physiological stages of internodes,i.e. (1) 6 and (2) 12 months old after cutting their main stem. While thesub-sub plots were cuttings from five internodes positions : (1) first, (2)second, (3) third, (4) fourth, and (5) fifth internodes. The secondexperiment was arranged in factorial split plot design with 3 replicates.The main plots were 2 different vanilla clones, i.e. (1) clone 3 and 4, andsub-plots were cuttings from 10 different internodes positions, i.e. 1) first,(2) second, (3) third, (4) fourth, (5) fifth, 6) sixth, 7) seventh, 8) eighth, 9)ninth, and 10) tenth internodes. Variables observed were germination ofcuttings and plant growth (plant height, number and length of internodes,number and size of leaves). The results indicated that growth of vanillawas not affected by clones and physiological stage of cuttings, but it wassignificantly influenced by internodes positions. Cuttings originated fromsecond until seventh internodes positions resulted in the best growth ofvanilla plant, with germination rates of 84.58; 81.25; 85.00; 81.67; and83.83 %, respectively. It could be concluded that cuttings from seconduntil seventh internodes positions were recommended for plantingmaterials of vanilla.

Key words: Vanilla planifolia, physiological stages, internodes positions,germination, growth


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v17n1.2011.1%20-%205

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111 Indonesia
Phone: +62251-8313083
Fax: +62251-8336194
Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats