PENGARUH FILTRAT BAKTERI ENDOFIT TERHADAP MORTALITAS, PENETASAN TELUR DAN POPULASI NEMATODA PELUKA AKAR Pratylenchus brachyurus PADA NILAM

RITA HARNI, SUPRAMANA SUPRAMANA, MEITY S. SINAGA, GIYANTO GIYANTO, SUPRIADI SUPRIADI

Abstract


ABSTRAK

Pratylenchus brachyurus merupakan salah satu patogen utama padatanaman nilam di Indonesia. Pengendalian yang banyak dilakukan petanisaat ini adalah menggunakan pestisida sintetik. Penggunaan pestisidasintetik yang terus menerus merupakan ancaman terhadap lingkungan, dankesehatan manusia. Bakteri endofit mungkin dapat dimanfaatkan sebagaisalah satu teknik pengendalian nematoda yang ramah lingkungan karenabakteri endofit dapat menghasilkan racun yang toksik terhadap nematoda.Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh kultur filtrat bakteri endofitterhadap mortalitas nematoda, penetasan telur dan perkembangannematoda di dalam akar nilam. Penelitian dilakukan di Laboratorium danRumah kaca Hama dan Penyakit Balai Penelitian Tanaman Obat danAromatik Bogor, dari bulan Januari sampai April 2008 menggunakanrancangan acak lengkap (RAL). Filtrat bakteri dibuat dengan caramenumbuhkan bakteri endofit pada media TSB selama 48 jam, kemudiandisentrifugasi dengan kecepatan 7.000 rpm selama 15 menit. Filtratdisaring dengan milipore berdiameter 0,22 µm, selanjutnya filtrat diujipada nematoda in vitro dan rumah kaca. Hasil penelitian menunjukkanbahwa filtrat dapat membunuh nematoda dalam waktu 24 jam dengannilai LC 50 sebesar 7,709%. Bakteri endofit isolat TT2 dan EH11memperlihatkan daya bunuh paling tinggi yaitu 91-100%. Di samping itufiltrat bakteri endofit juga dapat menekan penetasan telur nematoda 48,5-74,6% dibanding dengan kontrol. Namun hanya filtrat bakteri endofitisolat EH11 yang nyata dapat menekan populasi nematoda di dalam akarnilam dengan tingkat penekanan sebesar 81,3%.

Kata kunci : Pratylenchus brachyurus, bakteri endofit, kultur filtrat,Pogostemon cablin

ABSTRACT

Effect of culture filtrates endophytic bacteria on themortality, hatching eggs and population of root lesionnematodes Pratylenchus brachyurus on patchouli

Root lesion nematode (Pratylenchus brachyurus) is an importantpathogen of patchouli in Indonesia and causes significant losses. Controlsystem that are done today is using synthetic pesticides. The use ofsynthetic pesticides is a continuing threat to the environment and humanhealth. However, endophytic bacterial culture filtrates may be used as oneof the nematode control that is environmentally friendly. Effect of culturefiltrates endophytic bacteria on the mortality, hatching eggs and populationroot lesion nematodes Pratylenchus brachyurus on patchouli has beendone in vitro and greenhouse. The results showed that the culture filtrate ofendophytic bacteria produced metabolite toxic to nematodes and wereable to kill P. brachyurus 100% within 24 hours with LC 50 7.709%. TT2and EH11 isolates showed high killing power of 91-100%. The culturefiltrates also inhibited hatching of P. brachyurus eggs compared withcontrols. Not all culture filtrates can suppress the nematode population inthe roots of patchouli. EH11 isolates filtrate really pressing nematodepopulations compared to other isolates.

Key words: Pratylenchus brachyurus, culture filtrate, endophyticbacteria, Pogostemon cablin


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v16n1.2010.43%20-%2047

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111 Indonesia
Phone: +62251-8313083
Fax: +62251-8336194
Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats