DAMPAK EKONOMI DAN KEBERLANJUTAN PENERAPAN PENGELOLAAN KELAPA TERPADU DI KABUPATEN MINAHASA UTARA

RONALD T.P. HUTAPEA, ELSJE T. TENDA

Abstract


ABSTRAK

Akselerasi adopsi teknologi pengelolaan kelapa terpadu merupakankegiatan yang dilakukan untuk mempercepat diseminasi teknologi danmengevaluasi model yang telah dikembangkan oleh Balitka di DesaKaleosan,  Kabupaten  Minahasa  Utara  pada  tahun  2004-2006.Pengumpulan data menggunakan metode survei dan dilaksanakan padabulan November 2006. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristikpetani, tingkat penerapan teknologi, serta usahatani. Penelitian inibertujuan untuk memperoleh informasi (1) tingkat adopsi dan difusiteknologi anjuran, (2) dampak teknologi terhadap pendapatan petani, dan(3) keberlanjutan organisasi kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkanbahwa tingkat adopsi dan difusi teknologi pembibitan kelapa dan tanamansela jagung direspon cukup baik, dengan kisaran tingkat adopsi dan difusiteknologi sebesar 57,33-70,33. Kegiatan integrasi kelapa dengan ternakbabi serta pengolahan VCO tidak terjadi proses difusi, walaupun tingkatadopsi pada kelompok tani cukup tinggi dengan kisaran 60,00 – 85,33.Dampak ekonomi dari penerapan teknologi anjuran tanaman sela danpengaruhnya terhadap produktivitas kelapa menunjukkan dampak yangpositif, dengan nilai kelayakan finansial BCR dan MBCR >1. Dampakkeberlanjutan organisasi kedua kelompok tani berada pada kelompokberkembang.

Kata kunci : Kelapa, sistem usahatani, adopsi teknologi, percepatan

ABSTRACT

Acceleration of management technology adoption ofintegrated coconut in North Minahasa regionIntegrated coconut management technology is a disseminationmodel to accelerate technology adoption in Kaleosan Village, NorthMinahasa in year 2004 – 2006. The research used survey method and wasconducted in November 2006. The data collected included farmers’characteristic, level of technology implementation, and farming systemanalysis. The purpose of this research was to gather information about (1)adoption and diffusion level of recommended technology, (2) impact oftechnology toward farmers’ income, (3) and the continuation of farmers’organization. The research result showed that the adoption stage ofcoconut seedling technology and corn intercropping was responded fairlywith the adoption stage and technologi diffusion of 57.33 – 70.33. Thediffusion process did not happen in the activity of coconut integration withpig cattle and VCO processing, eventhough the adoption stage of farmersgroup was relatively high, about 60.00 – 85.33. Economic impact ofrecommended intercropping technology application and the effect oncoconut productivity showed a positive result, with the BCR and MBCRvalues of > 1. The continuity of both farmers groups has been still indeveloping level.

Key words : Coconut, farming system, technology adoption, integration


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/littri.v15n2.2009.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111 Indonesia
Phone: +62251-8313083
Fax: +62251-8336194
Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats