INOVASI TEKNOLOGI DAN INOVASI KELEMBAGAAN MENDUKUNG KEBERLANJUTAN USAHATANI LADA DI KALIMANTAN TIMUR / Technology and Institution Innovation Supporting the Sustainability of Pepper Farming System in East Kalimantan

Agus Wahyudi, Suci Wulandari

Abstract


Pepper farming in East Kalimantan has faced many obstacles. It is shown by the decline in pepper production in the last five years and the pepper conversion. This condition will affect the sustainability of pepper farming in East Kalimantan, as one of the national white pepper centers. Consequently, it is important to analyze and to establish a technology and institutional innovations. The study aimed to: (1) measure and analyze the sustainability of pepper farming, (2) identify technology innovation, (3) map the opportunities for adoption, and (4) develop institutional innovation and support system. The sustainability analysis of farming was done using weighting and rating methods. Data were collected in Kutai Kertanegara Regency, East Kalimantan in 2016. Results showed that the sustainability level of pepper farming is 3.0062, in the good category, but with a very low value. The environmental aspects provided the greatest value of the contribution to sustainability, followed by economic aspects and social aspects. Technology innovation was needed to overcome the problems. Nevertheless, technology adoption was relatively low. This was influenced by several factors, such as economic factors namely costs and income, social factors namely institutions and facilities support, and technological factors namely suitability and ease of implementation. Therefore, technology innovation needs to be supported by institutional innovation. The types of institutional innovations consist of: (1) establishment of working groups, (2) development of Seed Self-Reliance Region, (3) regulations related to quality standards and monitoring mechanisms, and (4) joint sales, as well as supporting facility to accelerate innovation adoption.

Keyword: sustainability index, technology adoption, economic, support facilities.

 

Abstrak

Usahatani lada di Kalimantan Timur masih dihadapkan pada berbagai permasalahan, yang ditunjukkan oleh penurunan kemampuan produksi setelah lima tahun dan adanya konversi usahatani dari lada menjadi komoditas lain. Hal ini akan mempengaruhi keberlanjutan usahatani lada di Kalimantan Timur sebagai salah satu sentra lada putih nasional. Oleh karena itu penting untuk dianalisis dan disusun inovasi teknologi dan kelembagaan untuk mengatasinya. Kajian bertujuan untuk (1) mengukur dan menganalisis keberlanjutan usahatani lada, (2) identifikasi inovasi teknologi, (3) pemetaan peluang adopsi, serta (4) menyusun inovasi kelembagaan dan dukungan bagi peningkatan adopsi inovasi. Analisis keberlanjutan usahatani dilakukan dengan menggunakan metode weighting dan rating. Pengambilan data dilakukan di Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur pada tahun 2016. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa tingkat keberlanjutan usahatani lada memiliki nilai 3,0062 masuk kategori baik, namun dengan nilai sangat rendah pada kelas tersebut. Aspek lingkungan memberikan nilai kontribusi terbesar terhadap keberlanjutan, diikuti dengan aspek ekonomi dan aspek sosial. Inovasi teknologi diperlukan untuk mengatasi permasalahan sehingga terbangun keberlanjutan usahatani lada. Secara umum, peluang adopsi teknologi masih relatif rendah.  Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor ekonomi yaitu dari sisi biaya dan pendapatan, faktor sosial yaitu kelembagaan dan dukungan fasilitas, serta faktor teknologi yaitu kesesuaian dan kemudahan dalam menerapkan teknologi. Oleh karena itu inovasi teknologi perlu didukung dengan inovasi kelembagaan. Jenis inovasi kelembagaan bagi peningkatan keberlanjutan usahatani lada yaitu: (1) pembentukan kelompok kerja, (2) pengembangan desa mandiri benih, (3) regulasi terkait standar mutu dan mekanisme pengawasan, serta (4) penjualan bersama, Selain itu juga perlu dukungan fasilitas untuk mempercepat adopsi inovasi.

Kata kunci: indeks keberlanjutan, adopsi teknologi, ekonomi, fasilitas pendukung.


Keywords


Adoption; economy; social; technology

Full Text:

PDF

References


Agri, E. et al. (2018) Technology Innovation and Sustainable Entrepreneurship Development in Nigeria: Stakeholders’ Impact Assessment in Central Nigeria. Journal of Economics, Management and Trade. [Online] 21 (3), 1–16. Available from: doi:10.9734/JEMT/2018/25512.

Anantanyu, S. (2011) Kelembagaan Petani: Peran dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya. SEPA. 7 (2), 102–109.

Antolini, L.S., Scare Fava, R. & Dias, A. (2008) Adoption of Precision Agriculture Technologies by Farmers: A Systematic Literature Review and Proposition of an Integrated Conceptual Framework. Animal Genetics. 39 (5), 561–563.

Asian Productivity Organization, - (2004) Strengthening agricultural support srevices for small farmers. 28 (01), 4–11.

Asnawi, R., Zahara & Arief, R.W. (2017) Pengaruh Pengelolaan Faktor Internal Usahatani terhadap Produktivitas Lada di Provinsi Lampung. Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Littri). [Online] 23 (1), 1–10. Available from: doi:http://dx.doi.org/10.21082/littri.v23n1.2017.1-10.

Balkyte, A. & Tvaronavičiene, M. (2010) Perception of competitiveness in the context of sustainable development: Facets of “sustainable competitiveness”. Journal of Business Economics and Management. [Online] 11 (2), 341–365. Available from: doi:10.3846/jbem.2010.17.

Challa, M. & Tilahun, U. (2014) Development of network-based probabilistic safety assessment: A tool for risk analyst for nuclear facilities. Journal of Biology, Agriculture and Healthcare. 4 (20), 63–77.

Clercq, M. De, Vats, A. & Biel, A. (2018) Agriculture 4.0 : The Future. The World Government Summit. (February).

Daras, U. (2015) Strategi Peningkatan Produktivitas Lada dengan Tajar dan Peluang Adopsinya di Indonesia. Perspektif. 14 (2), 113–124.

Darwis, V. (2018) Sinergi Kegiatan Desa Mandiri Benih dan Kawasan Mandiri Benih untuk MewujudkanSwasembada Benih. Analisis Kebijakan Pertanian. [Online] 16 (1), 59–72. Available from: doi:DOI: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v16n1.2018.59-72.

Dhakshana-Jd, A. (2018) Challenges and Problems on Farmers ’Access to Agricultural Credit Facilities in Cauvery Delta , Thanjavur District. Journal of Southeast Asian Studies. 4 (1), 50–62.

Diazabakana, A. et al. (2014) A Review of Farm Level Indicators of Sustainability With a Focus on Cap and FADN about The Flint Project Flint Farm Level Indicators for New Topics in Policy Evaluation. Project Summary. (613800).

Dinas Perkebunan KalimantanTimur (2018) Statistik Perkebunan Kalimantan Timur 2017. 115.

Ditjenbun (2017) Statistik Perkebunan Indonesia, Lada.

FAO (2012) Good practices in building rural institutions to increase food security: Case studies. [Online] Available from: http://www.fao.org/docrep/016/ap209e/ap209e.pdf.

Fieldsend, A. (2013) Facilitating Innovation In Agriculture: Lessons From A European Perspective. Agricultural Economics and Rural Development. [Online] (2), 177–190. Available from: ftp://www.ipe.ro/RePEc/iag/iag_pdf/AERD1302_177-190.pdf.

Harni R dan Munif A. 2012. PEMANFAATAN AGENS HAYATI ENDOFIT UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT KUNING PADA TANAMAN LADA. Buletin RISTRI 3(3): 201-206.

Hidayat, T., Nurdjannah, N. & Usmiati, S. (2009) Analisis Teknis dan Finansial Paket Teknologi Pengolahan Lada Putih (White Pepper) Semi Mekanis. Bul. Littro. 20 (1), 77–91.

Huda, N., Suharjo, B. & Suryani, A. (2013) Adopsi Teknologi Budi Daya dan Strategi Pengembangan Perkebunan Karet Rakyat di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Manajemen IKM. 8 (2), 135–143.

Kusumawardani, Y., Sulistyowati, L. & Cholil, A. (2015) Potensi Antagonis Jamur Endofit pada Tanaman Lada (Piper nigrum L) terhadap Jamur Phytophthora capsici Leonian Penyebab Busuk Pangkal Batang. Jurnal HPT. 3, 21–29.

Muzaimah, Abdi, C. & Razie, F. (2017) Pengaruh Jenis Bahan Organik pada Sistem Resapan Biopori Modifikasi terhadap Perubahan Kimia Tanah sebagai Teknik Konservasi Tanah. Jukung Jurnal Teknik Lingkungan. 3 (1), 47–55.

Mwangi, M. & Kariuki, S. (2015) Factors Determining Adoption of New Agricultural Technology by Smallholder Farmers in Developing Countries. Journal of Economic and Sustainable Development. [Online] 6 (5), 208–216. Available from: www.iiste.org.

Nurdjannah, N. (2006) Perbaikan Mutu Lada Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing di Pasar Dunia. Perspektif. 5 (1), 13–25.

Pan, Y., Smith, S.C. & Sulaiman, M. (2018) Agricultural Extension and Technology Adoption for Food Security: Evidence from Uganda. American Journal of Agricultural Economics. [Online] 100 (4), 1012–1031. Available from: doi:10.1093/ajae/aay012.

Panggabean, M.T., Amanah, S. & Tjitropranoto, P. (2016) Persepsi Petani Lada terhadap Diseminasi Teknologi Usahatani Lada di Bangka Belitung. Jurnal Penyuluhan. 12 (1), 61–73.

Rifkian, B.E., Suharso, P. & Sukidin (2017) Modernisasi Pertanian (Studi Kasus Tentang Peluang Kerja Dan Pendapatan Petani Dalam Sistem Pertanian Di Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember). Jurnal Pendidikan Ekonomi. 11 (1), 39–48.

Risfaheri (2012) Diversifikasi Produk Lada (Piper Nigrum) untuk Peningkatan Nilai Tambah. Buletin Teknologi Pascananen Pertanian. 8 (1), 15–26.

Sa’ada Sam, U., Saleh S.A, M. & Arsyad, M. (2018) Persepsi Petani terhadap Pertanian Lada Organik dan Non-Organik: Studi Kasus Di Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. 14 (2), 121–132.

Saefudin (2014) Tantangan dan Kesiapan Teknologi Penyediaan Bahan Tanam Mendukung Peningkatan Produktivitas Nasional Tanaman Lada (Piper nigrum L.). Perspektif. 13 (2/Des 2014), 111–125.

Setiabudy, T. (2002) Perkiraan Produksi Bibit Setek Satu Ruas pada Kebun Bibit Tanaman Lada. Buletin Teknik Pertanian. 7 (3), 1–3.

Suhaendah, E., Fauziyah, E. & Manurung, G.E. (2016) Adaptasi Petani Lada terhadap Perubahan Iklim di Desa Lawonua dan Desa Simbune , Sulawesi Tenggara. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS 2016 Upaya Pengurangan Risiko Bencana Terkait Perubahan Iklim. [Online] 2, 260–268. Available from: https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/8566/25_Endah Suhaendah.pdf?sequence=1&isAllowed=y.

Taufik, M. et al. (2011) Agens hayati dan Arachis pintoi memacu pertumbuhan tanaman lada (Piper nigrum) dan mengurangi kejadian penyakit kuning. Menara Perkebunan. 79 (2), 42–48.

Wahyuno, D. (2015) Pengendalian Terpadu Busuk Pangkal Batang Lada. Perspektif. 8 (1), 17–29.

Waney, N.F.. et al. (2014) Developing Indicators of Sustainable Agriculture at Farm Level. IOSR Journal of Agriculture and Veterinary Science Ver. II. [Online] 7 (2), 2319–2372. Available from: www.iosrjournals.org.

Wulanjari, M.E. & Setiani, C. (2018) Pemberdayaan Gapoktan Berkah Melalui Program Desa Mandiri Benih.In: Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis UNS Ke 42 Tahun 2018, “Peran Keanekaragaman Hayati untuk Mendukung Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia". 2 (1), pp.61–68.

Zhen, L. & Routray, J.K. (2003) Operational Indicators for Measuring Agricultural Sustainability in Developing Countries. Environmental Management. [Online] 32 (1), 34–46. Available from: doi:10.1007/s00267-003-2881-1.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jlittri.v25n2.2019.108-124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Penelitian Tanaman Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



P-ISSN: 0853-8212
E-ISSN: 2528-6870

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Jln. Tentara Pelajar No 1, Kampus Penelitian Cimanggu
Bogor 16111 Indonesia
Phone: +62251-8313083
Fax: +62251-8336194
Email: littri_puslitbangbun@yahoo.co.id



View My Stats