Seleksi Generasi Menengah Galur-Galur Padi Rawa Tahan Hawar Daun Bakteri Berdasarkan Indeks Seleksi Terboboti

Rina Hapsari Wening, Supartopo Supartopo, Supartopo Supartopo, Indrastuti Apri Rumanti, Indrastuti Apri Rumanti, M. Yamin Samaullah, M. Yamin Samaullah

Abstract


Increasing of significant population also resulted in increased national food needs. Conversion of arable land into non-agricultural land make suboptimal lands became the target of planting areas to fulfill food security. Swamp land is one of suboptimal land which potential to be developed. Swamp land in Indonesia (33.40 to 39.40 million ha) has a huge potential to support the stability of the national rice production. In addition to abiotic stresses, biotic stresses also often occurs in swamp lands. This study aims to select the lines which have high yield and resistant to bacterial leaf blight (BLB). This experiment was conducted at Muara, Bogor in April-September 2014. The materials are 318 lines with five check varieties namely Inpara 2, Inpara 3, Inpara 6, Inpara 7, and IR42. The experiment was arranged in a augmented design. Observation were made on plant height, tiller number, age of flowering, age of maturity, yield, scores of bacterial leaf blight (BLB), and a score of phenotypic acceptability (PACP). Data were analyzed using SAS version 9 for analysis of variance and continue with path analysis and weighted standardized selection index. The results showed that there were sixty lines selected based on weighted standardized selection index. The lines have a yield between 4.48 to 7.48 t / ha and promissing to the next test. Three lines have yield which significantly higher than Inpara 2 namely B13100-2-MR-2-KA-3-2 (7.48 t / ha), TDK-Sub 1 1- MR-1 (7.04 t / ha), and B13991E-KA-25 (6.98 t / ha). TDK-Sub 1 1- MR-1 and B13991E-KA-25 also have resistance to bacterial leaf blight.

Keywords


swampy rice lines; bacterials leaf blight; weighted standardized selection index

Full Text:

PDF

References


Abdurachman, A., A. Bambang, K. Sudarman, dan D.A. Suriadikarta. 2000. Perspektif pengembangan lahan rawa untuk pertanian di Indonesia. Prosiding Temu Pakar dan Lokakarya Nasional Diseminasi dan Optimasi Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Rawa, Jakarta, 23-26 November 1999. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Bogor. Hal. 33-54. 2000.

Alihamsyah, M. Sarwani, dan I. Ar-Riza, 2003. Lahan pasang surut sebagai sumber pertumbuhan produksi padi masa depan. p.: 263-287. Dalam: Kebijakan perberasan dan Inovasi Teknologi Padi. Buku II. Balitpa. Puslitbangtan. Badan litbang Pertanian.

Alihamsyah, T. dan I. Ar-Riza. 2006. Teknologi pemanfaatan lahan rawa lebak. h. 181-202. Dalam: Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Rawa. Dalam: I. Las, D. Ardi, U. Kurnia, H.S. Mamat, W. Hartatik, dan D. Setyorini. Pengelolaan lahan rawa. Balai besar penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Alihamsyah, T. 2003. Potensi dan pendayagunaan lahan rawa untuk peningkatan produksi padi. p.: 327-346 Dalam konomi Padi dan Beras Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.

Anggiani dan C. Umah. 2015. Reaksi Ketahanan 19 Varietas Padi Rawa terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas oryzae pv. oryzae). Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia Vol. 1(6):1457-1460.

Baehaki S.E. 2012. Perkembangan Biotipe Hama Wereng Coklat pada Tanaman Padi. Iptek Tanaman Pangan Vol. 7(1):8-17.

Falconer, D.S. and T.F.C. Mackay. 1996. Introduction to Quantitative Genetics. Ed. Ke4, Longman: Essex.

Hairmansis, A. 2008. Kriteria seleksi galur padi gogo berdaya hasil tinggi berdasarkan analisis lintasan. Widyariset 11(2):65–69.

Hapsari, R.T. dan M.M. Adie. 2010. Pendugaan parameter genetik dan hubungan antarkomponen hasil kedelai. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol. 29(1):18-23.

Hapsari, R.T. 2014. Pendugaan keragaman genetik dan korelasi antara komponen hasil kacang hijau berumur genjah. Buletin Plasma Nutfah Vol. 2(2):51-58.

IRRI. 2014. Standard evaluation system for rice. International Rice Research Institute.

Isdijanto, A.R. dan A. Jumberi. 2008. Padi di lahan rawa lebak dan peranannya dalam sistem produksi padi nasional. Buku Padi 2. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Sukamandi. Subang.

Jambormias, E., S.H. Sutjahjo, A.A. Mattjik, Y. Wahyu, dan D. Wirnas. 2014. Perluasan indeks seleksi nilai fenotipe untuk indeks seleksi nilai pemuliaan. Bul. Agrohorti 2(1):115-124.

Khairullah, I. 2007. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Lahan Rawa

Revitalisasi Kawasan PLG dan Lahan Rawa Lainnya untuk Membangun Lumbung Pangan Nasional Kuala Kapuas, 3-4 Agustus 2007 Buku I. http://balittra.litbang.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1774:keunggulan-dan-kekurangan-varietas-lokal-padi-pasang-surut-ditinjau-dari-aspek-budidaya-dan-genetik&catid=25:prosiding&Itemid=66. Diakses pada tanggal 18 Juni 2016.

Limbongan, Y. dan Palelleng. 2014. Efektivitas seleksi generasi F2 hasil persilangan padi unggul lokal Toraja dengan padi tipe baru Inpari 7. Jurnal AgroSaint Vol. V(1):1-10.

Martono, B. 2011. Keragaman dan tanggap pertumbuhan serta produksi asiatikosida pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) pada ketinggian tempat dan naungan yang berbeda. Disertasi. Institute Pertanian Bogor. 172p.

Mead, R. and R.N. Curnow. 1983. Statistical methods in agriculture and experimental biology. London: Chapman and Hall. 335p.

Ruskandar, A., T. Rustianti, and P. Wardana. 2007. The adoption of high yielding varieties and analyzing the profitability or rice farming in flood prone areas. Prosiding in National Seminar of Agricultural in Swamp Tidal Areas. Indonesia Swamp Land Agricultural Research Institute.pp399-406.

Safitri, H., B.S. Purwoko, I.S. Dewi, dan B. Abdullah. 2011. Korelasi dan sidik lintas karakter fenotipik galur-galur haploid ganda hasil kultur antera. Widyariset 14(2):295–303.

Sari, H.P., Suwarto, and M. Syukur. 2013. Daya hasil 12 hibrida harapan jagung manis (Zea mays L. var. Saccharata) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bul. Agrohorti 1(1):14-22.

Sharma, J.R. 2006. Statistical and biometrical techniques in plant breeding. New Age International, ISBN 8122408885, 978812240881.448p.

Singh, R.K. and B.D. Chaudhary. 1979. Biometrical methods in quantitative genetic analysis. New Delhi: Kalyani, Ludhiana. 304p.

Sobrizal. 2008. Pemuliaan mutasi dalam peningkatan manfaat galur-galur terseleksi asal persilangan antar sub-spesies padi. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 4(1):1-11.

Sutaryo, B., A. Purwantoro, dan Nasrullah. 2003. Heterosis standar hasil gabah dan analisis lintasan beberapa kombinasi persilangan padi pada tanah berpengairan teknis. Ilmu Pertanian 10(2):70-78.

Subagjo, H. dan I P.G. Widjaja-Adhi. 1998. Peluang dan kendala penggunaan lahan rawa untuk pengembangan pertanian di Indonesia, Kasus: Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Makalah Utama Pertemuan Pembahasan dan Komunikasi Hasil Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor, 10 Februari 1998. p.1−22.

Subagyo, H. 2006. Klasifikasi dan penyebaran lahan rawa. p.1-22. Dalam: Las, I., D. Ardi, U Kurnia, H.S Mamat, W Hartatik, dan D. Setyorini. Pengelolaan lahan rawa. Balai besar penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Sudir, Suprihanto, dan T.S. Kadir. 2009. Identifikasi patotipe Xanthomonas oryzae pv oryzae penyebab penyakit hawar daun bakteri padi di daerah sentra produksi padi di Jawa. Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 28(3):131-138.

Syukur, M., S. Sujiprihati, dan R. Yunianti. 2009. Teknik pemuliaan tanaman. Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 300p.

Undang. 2012. Seleksi berbagai genotipe jagung manis, cabai, dan kacang panjang hasil pemuliaan IPB sebagai penyedia benih unggul. Jurnal Sains Terapan Edisi II Vol 2(1):1-15.

Wening, R.H. dan U. Susanto. 2014. Skrining plasma nutfah padi terhadap cekaman kekeringan. Widyariset Vol. 17(2): ..........

Wening, R.H., U. Susanto, dan Satoto. 2016. Varietas unggul padi tahan hawar daun bakteri perakitan dan penyebaran di sentra produksi padi. Iptek Tanaman Pangan Vol. 11(2):119-126.

Wirnas, D., I. Widodo, Sobi, Trikoesoemaningtyas, dan D. Sopandie. 2006. Pemilihan karakter agronomi untuk menyusun indeks seleksi pada 11 populasi kedelai generasi F6. Bul. Agron. 34(1):19-24.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jpptp.v2n2.2018.p67-75

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments




Copyright (c) 2018 Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


P-ISSN: 2541-5166
E-ISSN: 2541-5174
Terakreditasi No.646/AU3/P2MI-LIPI/2015 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia


Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan telah terindeksasi oleh:

       


Editorial Office

Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Jln Merdeka no. 147, Bogor 16111, Indonesia
Phone/Fax.: +62-251-8312755 
E-mail: publikasi_puslitbangtan@litbang.pertanian.go.id
Website: http://pangan.litbang.pertanian.go.id

View My Stats