PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN PADI BERWAWASAN LINGKUNGAN MELALUI PENGELOLAAN KOMPONEN EPIDEMIK

Bambang Nuryanto

Abstract


                                                          ABSTRAK

Control of rice diseases still rely on the use of synthetic chemical
pesticides are relatively expensive so that control costs increase,
reaching 25% of total production costs. In addition, the use of
pesticides has been proven to pollute the environment, especially
if applied in an uncontrolled manner. Environmental manipulation
or ecological engineering has the potential to suppress the
development of plant diseases. This can be done by selectively
managing the cultivated components, including the selection of
resistant varieties, the use of healthy seeds, perfect soil preparation,
the use of organic materials, the simultaneous cultivation at the
right time, balanced fertilization and regulation of irrigation crops.
In addition to effective, disease control technology based on
epidemic components can also reduce production costs by 60%
and reduce the yield rate of rice up to 30%. Application of
environmentally friendly disease control technology has many
advantages in supporting the growth of rice plants. Development
of ecology-based rice disease control technology at farmer level
require field supervision or through a comprehensive field school.

Keywords: Rice plant, disease control, ecology, epidemic

 

ABSTRAK

Pengendalian penyakit tanaman padi hingga kini masih
mengandalkan penggunaan pestisida kimia sintetik yang relatif
mahal sehingga biaya pengendalian meningkat, mencapai 25% dari
total biaya produksi. Selain itu, penggunaan pestisida sudah terbukti
mencemari lingkungan, terutama jika diaplikasikan secara tidak
terkendali. Manipulasi lingkungan atau rekayasa ekologi berpeluang
menekan perkembangan penyakit tanaman. Hal ini dapat
dilakukan dengan mengelola komponen budi daya secara selektif,
di antaranya pemilihan varietas tahan, penggunaan benih sehat,
pengolahan tanah sempurna, penggunaan bahan organik,
keserempakan tanam pada waktu yang tepat, pemupukan
berimbang dan pengaturan pengairan tanaman. Selain efektif,
teknologi pengendalian penyakit berdasarkan komponen epidemik
ini juga dapat menekan biaya produksi hingga 60% dan mengurangi
tingkat kehilangan hasil padi sampai 30%. Penerapan teknologi
pengendalian penyakit ramah lingkungan ini memiliki berbagai
kelebihan dalam mendukung pertumbuhan tanaman padi.
Pengembangan teknologi pengendalian penyakit tanaman padi
berbasis ekologi di tingkat petani memerlukan pendampingan di
lapangan atau melalui sekolah lapangan yang komprehensif

Kata kunci: Padi, pengendalian penyakit, ekologi, epidemik


Keywords


Rice plant; disease control; ecology; epidemic

Full Text:

PDF

References


Abdurachman, A., A. Dariah, dan A. Mulyani. 2008. Strategi dan teknologi pengelolaan lahan kering mendukung pengadaan pangan nasional. Jurnal Litbang Pert. 27(2): 43-49.

Azwir & Ridwan. 2009. Peningkatan produktivitas padi sawah dengan perbaikan teknologi budidaya. Jurnal Akta Agrosia 12(2): 212-218.

Baehaki, S.E. 2009. Strategi pengendalian hama terpadu tanaman padi dalam perspektif praktek pertanian yang baik (good agricultural practices). Pengembangan Inovasi Pertanian 2(1): 65-78.

Baehaki, S.E. 2013. Budi daya tanam padi berjamaah suatu upaya meredam ledakan hama dan penyakit dalam rangka swasembada pangan berkelanjutan. Badan Litbang Pertanian. hlm. 230. Cantrell. 2004. New technologies for rice farmers. ICM Edition, Bayer Crop Sci 1: 21-22.

Dobermann, A. And T. Fairhurst. 2000. Rice: Nutrient disorder & Nutrient Management. Potash and Posphate Institute of Canada & IRRI. 191 p.

Gallet, R., C. Fontaine, F. Bonnot, J. Milazzo, C. Tertois, H. Adreit, V. avigne, E. Fournier, and D. Tharreau. 2016. Evolution of compatibility range in the rice-Magnaporthe oryzae system: An uneven distribution of R genes between rice subspecies. Phytopathology 106: 348-354.

Ginting, C. 2013. Ilmu penyakit tumbuhan, konsep dan aplikasi. Lembaga Penelitian Universitas Lampung. Bandar Lampung. 203 p.

Groth, D.E. and J.A. Bond. 2007. Effects of cultivar and fungicides on rice sheath blight, yield, and quality. Plant Dis. 91: 1647-1650.

Iqbal, Achmad. 2008. Potensi kompos dan pupuk kandang untuk produksi padi organik di tanah inceptisol. Jurnal Akta Agrosia 11(1): 13-18.

Jamil, A. Satoto, P. Sasmita, Y. Baliadi, A. Guswara, dan Suharna. 2015. Deskripsi varietas unggul baru padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 82 hlm. 8 J. Litbang Pert. Vol. 37 No. 1 Juni 2018: 1-8

Jia, Y., F. Correa-Victoria, A. Mc. Clung, L. Zhu, G. Liu, Y. Wamishe, J. Xie, M.A. Marchetti, S.R.M. Pinson, J.N. Rutger, and J.C. Correll. 2009. Rapid determination of rice cultivar responses to the sheath blight pathogen Rhizoctonia solani using microchamber screening method. Plant Dis. 91: 485-489.

Jia, Y., E. Zhou, S. Lee, and T. Bianco. 2016. Coevolutionary dynamics of rice blast resistance gene Pi-ta and Magnaporthe oryzae avirulence gene AVR-Pita1. Phytopathology 106: 676- 683.

Kadja, D.H. 2015. Pengaruh Jenis Pupuk dan Tinggi Genangan Air Terhadap Perkembangan Populasi Wereng Batang Padi Cokelat pada Tanaman Padi. Jurnal Ilmu Pertanian 18(1): 18-23.

Kobayashi, T., K. Ishiguro, T. Nakajima, H.Y. Kim, M. Okada, and K. Kobayashi. 2006. Effects of elevated atmospheric CO2 concentration on the infection of rice blast and sheath blight. Phytopathology 96: 425-431.

Koesmaryono, Y. dan Y. Sugiarto. 2011. Dampak variabilitas dan perubahan iklim terhadap perkembangan hama dan penyakit tanaman padi. Prosiding Seminar Ilmiah Hasil Penelitian Padi Nasional 2010. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementeriaan Pertanian. hlm. 23-36.

Klein, E., J. Katan, and A. Gamliel. 2011. Soil suppressiveness to Fusarium disease following organic amendments and solarization. Plant Dis. 95: 1116-1123.

Kumar, P.R.B., K.R.N. Reddy., and K.S. Rao. 2009. Sheath blight disease of Oryza sativa and its management by biocontrol and chemical control in-vitro. EJEAFChe 8: 639-646.

Muis, A. and A. Quimio. 2006. Biological control of banded leaf and sheath blight disease (Rhizoctonia solani Kuhn) in corn with formulted Bacillus Subtilis BR23. IJAS 7: 1-7.

Nuryanto, B., A. Priyatmojo, B. Hadisutrisno, dan B. H. Sunarminto. 2010. Hubungan antara inokulum awal patogen dengan perkembangan penyakit hawar upih pada padi varietas Ciherang. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 16(2): 55-61.

Nuryanto, B. 2011. Varietas, kompos, dan cara pengairan sebagai

komponen pengendali penyakit hawar upih. Disertasi. Program Pasca Sarjana, Universitas Gadjah Mada. Yoyakarta. hlm.126.

Nuryanto, B., A. Priyatmojo. dan B. Hadisutrisno. 2014. Pengaruh tinggi tempat dan tipe tanaman terhadap keparahan penyakit hawar pelepah. Jurnal Penel. Pert. Tanaman Pangan 33(1): 1- 8.

Nuryanto, B. 2017. Penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia solani) pada padi dan taktik pengelolaanya. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 21(2): 63-71.

Pradhan, S. K., D.K. Nayak, E. Pandit, L. Behera, A. Anandan, A.K. Mukherjee, S. Lenka, and D.P. Barik. 2016. Incorporation of bacterial blight resistance genes into lowland rice cultivar through marker-assisted backcross breeding. Phytopathology 106: 710-718.

Prasad, B. and G.C. Eizenga. 2008. Rice sheath blight disease resistance identified in Oryza spp. Accessions. Plant Dis. 92: 1503-1509.

Prasetyo, S.Y.J. 2015. Sistem peringatan dini serangan hama penyakit padi di Jawa Tengah menggunakan GI dan GI* statistic. Jurnal Ilmiah MATRIK 17(3): 205-214.

Saylendra, A. 2010. Identifikasi cendawan terbawa benih padi dari Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten. Jurnal Agroekotek 2(2): 24-27.

Semangun, H. 2008. Penyakit-penyakit tanaman pangan di Indonesia. 2nd Ed. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 475 p.

Subiyakto. 2011. Teknologi pengendalian hama berbasis ekologi dalam mendukung pengembangan kapas. Jurnal Litbang Pertanian 30(3): 81-86.

Subowo, G. 2010. Strategi efisiensi penggunaan bahan organik untuk

kesuburan dan produktivitas tanah melalui pemberdayaan sumberdaya hayati tanah. Jurnal Sumberdaya Lahan 4(1): 13- 25.

Sudir dan Suprihanto. 2008. Pengaruh kualitas benih terhadap pertumbuhan tanaman, perkembangan penyakit dan hasil padi. Prosiding Seminar. Apresiasi Hasil Penelitian Padi Menunjang P2BN, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Buku 1: 477- 490.

Sudir, Suprihanto, dan K. Pirngadi. 2002. Pengaruh cara pengolahan tanah dan pupuk terhadap perkembangan beberapa penyakit padi di lahan tadah hujan. J. Penel. Pert. Tanaman Pangan 21(2): 30-35.

Untung, K. 2000. Pelembagaa pengendalian hama terpadu Indonesia. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 6(1): 1-8.

Uruilal, C., A.M. Kalay, E. Kaya, dan A. Siregar. 2012. Pemanfaatan kompos ela sagu, sekam dan dedak sebagai media perbanyakan agens hayati Trichoderma harzianum Rifai. Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman. Agrologia 1(1): 21-30.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v37n1.2018.p1-8

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian
Jalan Salak No.22, Bogor 16151
Telp. : (0251) 8382563
Faks. : (0251) 8382567
E-mail : jurnallitbang@gmail.com
Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

          


Creative Commons License
JP3 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats