TEKNOLOGI TEPAT GUNA MENDUKUNG PENGEMBANGAN SAPI LOKAL PESISIR SUMATERA BARAT

Rahmi Wahyuni, R. A. Dewi

Abstract


The few last decades the growth of Pesisir Cattle has stagnated due to the decline in the genetic quality. The an proper of culturing management was respected as the main problem in the developing Pesisir Cattle, with the result that the demand elasticity was not comparable with growth. The interoduction of approviate management and technology based on the local resource was considered capable to improve the Pesisir Cattle productivity. This research is try to examine the approvible technology based to local resource to support the development of Pesisir Local Cattle at west Sumatera. The several management and technology innovation can be appled to improve the culturing management, namely: (1) reproductive management by applying artificial Insemination marriage system and use the of superior male; (2) Feed technology through the use of derived process technology such as palm leaf silage depend on local resouces and development of leguminous plants cultivation that it rich in protein; (3) Technology innovation of group cage management such as Grati to breeding as well as to fattening of catle; (4) Integrated farming system according to local culture; (5) Applying of sustainable production system, in which farmers are motivated to work on two forms of livestock business namely fattening and breeding as well; (6) Developing a livestock breeding business system to accelerate the changing pattern of maintenance from an extensive system to an intensive system.

Keywords: Technology, Pesisir cattle, West Sumatera

 

Abstrak

Dalam beberapa dekade terakhir, pertumbuhan sapi pesisir di Sumatera Barat mengalami stagnasi akibat menurunnya kualitas genetik ternak. Manajemen pemeliharaan yang kurang baik merupakan masalah utama dalam pengembangan sapi pesisir sehingga elastisitas permintaan tidak sebanding dengan pertumbuhan. Introduksi manajemen dan teknologi tepat guna berbasis sumber daya lokal dinilai mampu meningkatkan produktivitas sapi pesisir. Tulisan ini membahas teknologi tepat guna berbasis sumber daya lokal mendukung pengembangan sapi lokal pesisir Sumatera Barat. Inovasi manajemen dan teknologi yang dapat diterapkan untuk memperbaiki pola pemeliharaan sapi pesisir antara lain: (1) manajemen reproduksi dengan mengaplikasikan teknologi inseminasi buatan (IB) dan penggunaan pejantan unggul; (2) teknologi pakan dengan memanfaatkan limbah tanaman seperti silase pelepah daun sawit, bergantung pada sumber daya lokal dan pengembangan tanaman leguminosa yang kaya protein; (3) inovasi teknologi dan manajemen pengelolaan kandang kelompok seperti “Kandang Kelompok Grati”, baik untuk tujuan pembibitan maupun penggemukan ternak; (4) pertanian terpadu sesuai dengan budaya setempat; (5) sistem produksi berkelanjutan, dalam hal ini peternak dimotivasi untuk mengembangkan dua bentuk usaha ternak sekaligus, yakni penggemukan dan pembibitan; (6) pemeliharaan ternak dengan sistem gaduhan untuk percepatan perubahan pola pemeliharaan dari ekstensif ke intensif.

Kata kunci: Teknologi, sapi pesisir, Sumatera Barat.


Keywords


Technology;Pesisir cattle;West Sumatera;Teknologi;sapi pesisir,

Full Text:

PDF

References


Abidin, Z. 2005. Penggemukan Sapi Potong (Kiat Mengatasi Masalah Praktis). Agro Media Pustaka.

Adrial. 2010. Potensi sapi pesisir dan upaya engembangannya di Sumatera Barat. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 29(2): 66−72.

Ali, M., M. Boer dan Sadar. 2004. Pemasaran sapi potong di Sumatera Barat. Prosiding Sistem dan Kelembagaan Usahatani Tanaman-Ternak. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta: hlm. 416−426.

Azmi dan Gunawan. 2005. Pemanfaatan pelepah kelapa sawit dan solid untuk pakan sapi potong. Dalam Prosiding Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.

Badan Pusat Statistik Pessel. 2010. Pesisir Selatan dalam angka. Kerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Painan: hlm. 144−178.

Bamualim, A., R. A. Dewi., dkk. 2016. Pengkajian Sistem Integrasi Ternak - Tanaman di KP Sitiung, Sumatera Barat. Laporan Akhir BPTP Sumatera Barat.

Bamualim, A., R.A. Dewi., dkk. 2015. Pengkajian Sistem Integrasi Ternak - Tanaman di KP Sitiung, Sumatera Barat. Laporan Akhir BPTP Sumatera Barat.

Bamualim, A., Wirdahayati, Ratna A.D., Jefrey M. Muis, dan R. Wahyuni. 2012. Kajian percepatan pengembangan teknologi pakan sapi potong melalui pemanfaatan hasil ikutan tanaman sawit mendukung program gerakan pensejahteraan petani (GPP) di Sumatera Barat. Seminar Nasional Membangun Center of Excellent untuk Pengembangan Industri Peternakan Menuju Swasembada Daging Nasional. Kementerian Riset dan Teknologi. Mataram, 11 Desember 2012.

Bamualim, A., Y. Hendri, R.B. Wirdahayati, H. Surya, Aguswarman, Sadar, Ratna A.D., J.M. Muis, R. Wahyuni, Agusviwarman, Nasril dan Supriyadi. 2011. Kajian pemanfaatan nilai jual sapi lokal (40%) dengan perbaikan kualitas dan kuantitas pakan berbasis sawit di Sumatera Barat. Laporan hasil pengkajian BPTP Sumatera Barat TA 2011.

Bamualim, A.M dan Wirdahayati R.B. 2006. Peran Teknologi dalam Pengembangan Ternak Lokal. Prosiding: Seminar Nasional Peternakan BPTP Sumatera Barat. Padang, 11−12 September 2006. hlm. 56−61.

Bamualim, A.M, Wirdahayati R.B. dan Marak Ali. 2006. Profil peternakan sapi dan kerbau di Sumatera Barat. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat. Sukarami. hlm. 34−60.

Bamualim, A.M, Wirdahayati R.B., dan M. Boer. 2004. Status dan peranan sapi lokal pesisir di Sumatera Barat. Prosiding Sistem dan Kelembagaan Usahatani Tanaman-Ternak. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta: hlm. 52−60.

Bamualim, A. 1990. Pengaruh musim terhadap mutu pakan dan defisiensi nutrisi yang umum terjadi di daerah tropis (Nusa Tenggara). Kumpulan materi kursus pemberian pakan ternak ruminansia dan hijauan makanan ternak. Kupang.

Boer, M dan F. Kasryno. 2005. Kearifan lokal: Pola pengandangan ternak dalam sistem integrasi tanaman-ternak di Sumatera Barat. Dalam: Integrasi Tanaman-Ternak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. hlm. 145−149.

Boer, M., M. Ali dan Sadar. 2004. Spesifikasi usaha dalam sistem agribisnis sapi potong di Sumatera Barat. Prosiding Sistem dan Kelembagaan Usahatani Tanaman-Ternak. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta: hlm. 136−144.

Efendy. J., et al. 2013. Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Penyapihan Pedet Sapi Potong. Buku Petunjuk Teknis. Loka Penelitian Sapi Potong Grati Pasuruan. Badan Litbang Pertanian.

Kementerian Pertanian. Dipertahorbunnak Kabupaten Pesisir Selatan. 2012. Laporan DinasPertanian, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat.

Diwyanto, K dan Haryanto, B. 2001. Importance of integration in sustainable farming system. Prosiding: Integration of Agricultural and Environmental Policies in an Environmental Age. August 20−25, KREI/FFTC-ASPAC. Seoul, Korea.

Djajanegara, A., Ismail I.G dan Kartaatmaja. 2005. Teknologi dan manajemen usaha berbasis ekosistem. Prosiding Integrasi Tanaman–Ternak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta: hlm. 251−2276.

Hadi, R.F., Kustantinah dan H. Hartadi. 2011. Kecernaan in-sacco leguminosa dan hijauan non-leguminosa dalam rumen sapi peranakan Ongole. Buletin Peternakan 35(2): 79−85.

Hardiyanto, A. Bamualim, Sadar, Nirwansyah, Ermidias, Azwir K., Ratna A.D., J.M. Muis, dan Aguswarman. 2014. Kajian Integrasi Sapi - Sawit Ramah Lingkungan di KP Sitiung, BPTP Sumatera Barat. Laporan Akhir Kerjasama Badan Litbang Pertanian dengan BPTP Sumatera Barat.

Hendri, Y. 2013. Dinamika pengembangan sapi Pesisir sebagai sapi lokal Sumatera Barat. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 32(1): 39−45.

Hosen, N., Hendri, Y dan Nurnayetti. 2010. Identifikasi sapi lokal pesisir berpotensi beranak kembar di kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor: Puslitbang Peternakan. hlm. 31−39.

Kasuya, H dan J. Takashi. 2010. Methane emission from dry cows fed grass of legume silage. Asian-Australian Journal Animal Science 23(5): 563−566.

Mathius, I W. 2008. Pengembangan sapi potong berbasis industri kelapa sawit. Pengembangan Inovasi Pertanian 1(2): 206−224.

Mathius, I-W., D. Sitompul, B.P. Manurung dan Azmi. 2004. Produk samping tanaman dan pengolahan kelapa sawit sebagai bahan pakan ternak sapi potong: Suatu tinjauan. Dalam Pros. Lokakarya Nasional Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi. Badan Litbang Pertanian, Pemprov Bengkulu dan PT. Agricinal. Hlm. 120–128.

Munir, R., Mursal Boer, Ridwan, Sjofjendi Noer, Asmak dan Zulrasdi. 2003. Sistem Usahatani Terpadu Pangan dan Ternak Spesifik Lokasi (Crop Livestock Sistem). Laporan PAATP BPTP Sumatera Barat.

Ratnawati, S., M. Ratnada, Yusuf dan J. Nulik. 2004. Pengelolaan pakan ternak di lahan kering Nusa Tenggara timur (Prosiding). Sistim Kelembagaan Usahatani Tanaman-Ternak. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta. hlm. 242−249.

Sugeng, B. 2000. Sapi Potong, Pemeliharaan, Perbaikan Produksi, Prospek Bisnis dan Analisis Penggemukan. Cet, ke-7. Penebar Swadaya.

Sulin, I. 2008. Identifikasi performa produksi dan service period sapi Pesisir dan hasil persilangan inseminasi buatan di kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Embrio (1): 29−34.

Suryana, A. 2009. Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 29(1): 29−37.

Wahyuni, R dan R. A. Dewi. 2016. Prospek pengembangan ternak sapi potong di Sumatera Barat. Bunga Rampai Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi. AARD Press. Badan Penelitian dan Pengembangan Petanian. hlm. 647−667.

Wahyuni, R. 2015. Struktur penguasaan sumberdaya lahan dan kontribusi usaha ternak sapi potong terhadap pendapatan rumah tangga petani. Widyariset. LIPI Press. hlm. 79−89.

Wahyuni, R., Hendri, Y dan Bamualim A. 2015. Peningkatan nilai jual sapi lokal berbasis limbah sawit. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Jakarta, 8−9 Oktober 2015. hlm. 242−248.

Wirdahayati, R.B dan A. Bamualim. 2007. Produktivitas ternak sapi lokal pesisir dan daya dukung lahan penggembalaan di kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor: hlm. 122−131.

Wirdahayati R.B., Ratna AD, Marak Ali dan Abdullah Bamualim. 2006. Karakter Produktivitas Sapi Lokal Pesisir (Prosiding). Seminar Nasional Peternakan BPTP Sumatera Barat. Padang, 11−12 September 2006. hlm. 177−185.

Wirdahayati R.B., Y. Hendri, A. Bamualim, Ratna A.D., J.M. Muis, R. Wahyuni, Ermidias dan Asmak. 2011. Inovasi teknologi peternakan sapi dengan pakan suplemen by-produk agro industri sawit dan jagung mendukung program Pemda Sumatera Barat satu Petani Satu Sapi (SPSS). Laporan hasil pengkajian BPTP Sumatera Barat TA 2011.

Yusdja, Y dan Kariyasa, K. 2005. Teknologi dan manajemen usaha berbasis skala usaha. Prosiding Integrasi Tanaman – Ternak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta: hlm. 277−296.

Yusran, M.A. 2004. Struktur usaha peternakan sapi potong di Jawa Timur. Prosiding Sistem dan Kelembagaan Usaha Tani Tanaman-Ternak. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta:hlm. 174−201.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jp3.v37n2.2018.p49-58

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian
Jalan Salak No.22, Bogor 16151
Telp. : (0251) 8382563
Faks. : (0251) 8382567
E-mail : jurnallitbang@gmail.com
Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

          


Creative Commons License
JP3 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats