PENGUATAN ASPEK KELEMBAGAAN MENDUKUNG PERCEPATAN PERKEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG - KELAPA SAWIT DI KECAMATAN HULU KUANTAN KABUPATEN KUANSING PROVINSI RIAU

Andriati Zaenun, Titim Rahmawati

Abstract


ABSTRACT

 

            Inline with an advance of  palm oil waste management into feed, it is a high possibility to integrate cattle farming into smallholder palm oil plantation. The activity will involv several stakeholders including government and also non government institutions with specific role facing a complex institution interaction. This condition indicated the need of field assessment to measure contibution weight of each stakeholder to a chieve harmony interaction among involved institutions to support developement of cattle farming. For this reason, field assessment on strengthening of instituion aspects has been done in Hulu Kuantan sub districts of Kuansing regency following an analytical hierarchy process approach in 2014. Primery data were collected while conducting focus group discussion (FGD) to 20 respondens (representing of farmers, head of farmers group, head of association of of farmers groups, researchers, and extentionist of Riau Assessment Institute for Agriculture Technolgy, Local animal husbandry services, local animal husbandry and health extentionists of Kuansing Regency), following purposive sampling method. Secondary data including management aspects of cattle farming were collected from the related institutions. The collected data were analyzed using Criterium Decission Plus (CDP) soft ware. The assessment showed that at factor level, working capital had the important role with contribution weight of 34.50%, while at actor level farmer group became important role with contribution weight of 25.50%. Increasing of farmer’s income became main goal with contribution weight of 38.60%. Based the interaction among level from actor-goal, the best management of cattle farming was conducted by farmer group with contribution weight of 38.00%.

AHP, CDP

 

ABSTRAK

 

            Seiring dengan kemajuan teknologi pengelolaan limbah kelapa sawit menjadi pakan ternak,terbuka peluang yang besar untuk mengintegrasikan usaha ternak sapi potong ke dalam perkebunan kelapa sawit plasma. Usaha tersebut melibatkan banyak pihak baik dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah dengan peran yang spesifik sehingga menimbulkan interaksi kelembagaan yang komplek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi bobot masing-masing pihak untuk mencapai interaksi kelembagaan yang harmonis mendukung perkembangan usaha ternak sapi potong. Kajian dilakukan di Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuansing selama tahun 2014 dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Data primer diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan 20 responden yang dipilih secara sengaja (purposive random sampling) mewakili petani, ketua Kelompok Tani, ketua Gabungan Kelompok Tani, peneliti dan pengkaji BPTP Provinsi Riau, UPTD peternakan Kabupaten Kuansing, Penyuluh Peternakan Lapang, dan petugas kesehatan hewan. Data sekunder meliputi aspek pengelolaan budidaya ternak sapi potong diperoleh dari instansi terkait, kelompok tani, dan instansi terkait lainnya. Data dianalisis dengan perangkat lunak Criterium Decission Plus (CDP). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pada level faktor, modal kerja memegang peranan dominan dengan bobot sebesar 34,50% dan Kelompok Tani (Poktan) memegang peranan paling penting pada level aktor dengan bobot sebesar 25,50%. Peningkatan pendapatan petani menjadi tujuan utama dalam pengembangan usaha ternak sapi potong dengan bobot sebesar 38,60%. Berdasarkan interaksi dari level faktor sampai tujuan, pengelolaan usaha ternak sapi potong yang paling berpeluang untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan adalah pengelolaan oleh petani dengan membentuk Kelompok Tani dengan bobot sebesar 38,00%.

 sapi potong, AHP, CDP


Keywords


AHP, CDP, sapi potong

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ahmad, N.C. 2005. Karakteristik Sosial Ekonomi Usaha Pemeliharaan Ternak Kambing Kacang di Daerah Lahan Kering Desa Sambongbangi Kecamatan Kradenan Kabupaten Groogan. Prosiding Pengembangan usaha Peternakan Berdaya Saing di Lahan Kering. Kerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dan Puslitbang Peternakan, Bogor.

Abdullah, L., P.D.M.H. Karti dan S. Hardjoewignyo. 2005. Reposisi Tanaman Pakan dalam Kurikulum Fakultas Peternakan. Pros. Lokakarya Nasional Tanaman Pakan Ternak. Bogor, 16 September 2005. Hlm 11-17

Abdullah, A. dan C.I. Sutrisna.2009. Peningkatan Adopsi Teknologi Pakan dengan Pendekatan Partisipatif untuk Pengembangan Sapi Potong. Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan “Pengembangan Sistem Produksi dan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal Untuk Kemandirian Pangan Asal Ternak”. Universitas Padjadjaran. Bandung. http://inaabdullah.blogspot.co.id

Abdultah, A. 2008.Peranan Penyuluhan dan Kelompok Tani Ternak untuk Meningkatkan Adopsi Teknologi dalam Peternakan Sapi Potong. Prosiding Seminar Nasionat Sapi Potong – Palu. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi

Adinata, K.I., A.I. Sari, E.T. Rahayu. 2012. Strategi Pengembangan Usaha Sapi Potong di Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Skripsi. Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta. http://peternakan.fp.uns.ac.id

Baga, L.M. 2005. Penguatan Kelembagaan Koperasi Petani untuk Revitalisasi Pertanian. Prosiding Seminar Revitalisasi Pertanian untuk Kesejahteraan Bangsa.19 Juni 2005.Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI). Jakarta.

Damayanti, M. 2010. Sistem Usaha Ternak Sapi Potong Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga. Studi Kasus Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Skripsi.Departemen Agribisnis. Fakultas Pertanain Universitas Sumatera Utara. http://repository.usu.ac.id

Departemen Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM (DPAU). 2014. Pola Pembiayaan Usaha Kecil Menengah-Budidaya Penggemukan Sapi Potong. http://www.bi.go.id

Direktorat Pembiayaan Pertanian. 2012. Pedoman Teknis Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E).Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.2014. Penguatan Kelembagaan Usaha Peternak Menjadi Usaha Yang Berbadan Hukum/Koperasi. Kementerian Pertanian. http://budidaya.ditjennak.pertanian.go.id.

Dwiyanto. 2002. Pemanfaatan Sumberdaya Lokal dan Inovasi Teknologi dalam Mendukung Usaha Agribisnis yang Berdaya Saing, Berkelanjutan dan Berkerakyatan. Wartazoa 12 (1): 1-8

Hadi, P.U., Supriyati, A.K. Zakaria, T. Nurasa, F.B.M. Dabuke, E. Ariningsih. 2007. Posisi dan Masa Depan Pembangunan Perkebunan Indonesia. Prosiding. Kinerja dan Prospek Pembangunan Pertanian Indonesia. K. Suradisastra, Y. Yusdja, dan P.U. Hadi (Eds.). Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Bogor. Hal.23-43.

Hasibuan, A. 2005.Prospek Pengembangan PIR Kelapa Sawit dan Peranan Koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan di Masa Mendatang. Pros. Seminar Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat: Pemberdayaan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat sebagai Upaya Penguatan Eknomi Kerakyatan. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan. Hal.119-125.

Ilham, N. 1995. Strategi Pengembangan Ternak Ruminansia Di Indonesia: Ditinjau dari Potensi Sumberdata Pakan dan Lahan. Forum Penelitian Agro Ekonomi.Vol.13. No.2.Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.

Ilham, N., B. Winarso, I K. Karyasa, MNA Kirom, S. Hastuti.2001. Analisis Penawaran dan Permintaan Komoditas Peternakan Unggulan. Prosiding Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.

Kartasasmita, S. 2005. Otonomi Daerah dalam Pengembangan Perkebunan di Indonesia. Pros. Seminar Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat: Pemberdayaan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Kerakyatan. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan. Hal.35-45.

Kusnadi, U dan A.M. Bamualim. 2007. Model Kelembagaan dan Analisa Usaha Peternakan Sapi Perah yang Terintegrasi dengan Perkebunan Kelapa Sawit. Prosiding Seminar Optimalisasi Hasil Samping Perkebunan Kelapa Sawit dan Industri Olahannya sebagai Pakan Ternak. I.W. Mathius, C. Talib, E. Martindah, Mastur, R.A. Saptati dan L. Kristianto (Eds). Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Balitbangtan: 25-34.

Ma’arif, S., H. Tanjung. 2003. Teknik-Teknik Kuantitatif untuk Manajemen. P.T. Grasindo. Jakarta

Mathius, I.W. dan U. Adiati. 2013. Bahan Organik Asal Kotoran Sapi sebagai Titik Ungkit Pengembangan Sapi Potong dalam Kawasan Industri Sawit. (Ed) Tiesna-murti et al.Model Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman-Sapi berbasis Inovasi. IAARD Press.

Mulyadi, T. 2009. Dampak Pemberian Kredit pada Pendapatan Peternak Sapi Potong Di Kabupaten Kulon Progo (Studi Kasus Kredit Pemberdayaan untuk Usaha Kecil/Koperasi dari PT. Jamsostek).Tesis. Program Studi Perencanaan Pembangunan. Sekolah Pascasarjana. Universitas Andalas. http://repository.unand.ac.id.

Novra, A. 2011. Prospek, Tantangan dan Pengembangan Sistem Integrasi Sapi di Lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Jambi. Hlm 271. Dalam Bunga Rampai Sistem Integrasi tanaman-ternak. (Ed) Diwyanto K. et al. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.Bogor

Priyanto, D. 2008. Analisis Pendapatan Usaha Ternak Domba Tradisional di Kabupaten Sukabumi. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 11-12 November 2008. Puslitbang Peternakan, Bogor. Hlm 538-544

Priyanto, D., A. Priyanti, R.A. Saptati. 2009. Peran Kelembagaan dan Sosial Ekonomi dalam Sistem Integrasi Tanaman Ternak. Dalam Bunga Rampai Sistem Integrasi Sapi dengan Tanaman Padi, Sawit, dan Kakao. A.M. Fagi, Subandriyo, I.W. Rusastra (Eds). Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Balitbangtan: 209-236.

Rusdiana, S.B., B. Wibowo., L. Praharani. 2010. Penyerapan Sumberdaya Manusia dalam Analisis Fungsi Usaha Penggemukan Sapi Potong Rakyat di Pedesaan. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor.

Rusnan. H, Ch.L. Kaunang, Y.L.R. Tulung. 2015. Analisis Potensi dan Strategi Pengembangan Sapi Potong dengan Pola Integrasi Kelapa–Sapi Di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Jurnal Zootek ( “Zootek Journal”) Vol 35 No 2 :187-200. Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi. Manado

Saaty, T.L. 1993. Decission Making for Leaders.The Analytical Hierarchy Analyses for Decission in Complx World. P.T. Pustaka Binama Pressindo. Jakarta.

Siregar, R.S. 2012. Analisis Finansial Dan Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong Di Kabupaten Deli Serdang(Studi Kasus Program Bantuan Langsung Masyarakat).Tesis.Progam Studi Ilmu Peternakan. Proram Pascasarjana Fakultas Pertanian.Universitas Sumatera Utara. Medan.

Suryana.2009. Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong Berorientasi Agribisnis dengan Pola Kemitraan. Jurnal Ilmu Sosiatri. Vol. 28, No.01, 29-37.

Vahidniaa, M.H., A.Alesheikhb, A. Alimohammadic, A. Bassirid. 2008. Fuzzy Analytical Hierarchy Process in GIS Application. The International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences. Vol. XXXVII. Part B2. Beijing.http://www.isprs.org/proceedings

Wigena, I G.P. 2009.Model Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit Plasma Berkelanjutan (Sudi Kasus di Perkebunan PIR-TRANS PTPN V Sei Pagar Kabupaten Kampar Provinsi Riau).Disertasi. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Winarso, B., E. Basuno. 2013. Pengembangan Pola Integrasi Tanaman-Ternak Merupakan Bagian Upaya Mendukung Usaha Pembibitan Sapi Potong Dalam Negeri. Forum Penelitian Agro Ekonomi, Vol 31, No.2: 151-169. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.Balitbangtan.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jpptp.v21n1.2018.p11-23

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Alamat Redaksi

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP)


Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Telepon : (0251) 8351277
Fax       :  (0251) 8350928
E-mail    : jpptp06@yahoo.com
Website  : http://www.bbp2tp.litbang.pertanian.go.id