RESPON PADI GOGO TERHADAP PUPUK HAYATI DI LAHAN KERING KABUPATEN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA

Enung Sri Mulyaningsih, Harmastini Sukiman, Tri Muji Ermayanti, Sylvia Lekatompessy, Sri Indrayani, Abdul Rauf Seri, Eko Binnaryo Mei Adi

Abstract


 ABSTRACT

 Response of Upland Rice towards Biological Fertilizer on the Dry Land in South Konawe District, South East Sulawesi. As the productivity of upland rice is still low, it requires technology improvement such as high yield variety and biological fertilizer. The purpose of this research was to determine the adaptability of upland rice varieties combined with biological fertilizer application. The experiment was conducted in the dry land of South Konawe District, South East Sulawesi using a factorial randomized block design with four replications of two factors. The first factor was three upland rice varieties namely Inpago LIPI Go1, Inpago LIPI Go2 and local varieties Kolono; the second factor was the combination of inorganic fertilizers and biological fertilizers. The experiment was carried out from December 2013 to March 2014. The results showed that the highest productivity was achieved by Inpago LIPI Go2 (4.5 to 5.2 t/ha) combined with the fertilizer combination as follow; Biofertilizer; Biofertilizer + 25% of recommended inorganic fertilizer; and Biofertilizer + 50% of recommended inorganic fertilizer without loosing the yield.  

 Keywords: Upland rice, biological fertilizer, Mikoriza, Azospirillum, Konawe Selatan

 
 ABSTRAK

 Produktivitas padi gogo di lahan kering masih tergolong rendah. Untuk meningkatkan produktivitasnya perlu dilakukan perbaikan teknologi yang mencakup varietas dan pemupukan. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui daya adaptasi dua varietas baru padi gogo dikombinasikan dengan aplikasi pupuk hayati. Percobaan dilakukan di lahan kering Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama ialah tiga varietas padi gogo yaitu Inpago LIPI Go1, Inpago LIPI Go2 dan varietas lokal Kolono. Faktor ke dua ialah kombinasi pupuk anorganik dan pupuk hayati (PH). Percobaan dilaksanakan pada Desember 2013 sampai dengan Maret 2014.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa hasil gabah tinggi (4,5-5,2 t/ha) diperoleh dari varietas Inpago LIPI Go2 dengan pupuk organik dan anorganik, yaitu PH, PH + pupuk NPK 25% dosis anjuran, dan PH + pupuk NPK 50% dosis anjuran. Penggunaan pupuk hayati (BioVam berisi Mikorisa dan Bioplus berisikan beberapa bakteri termasuk Azospirillum dan Asotobakter) dapat mengurangi pupuk anorganik hingga 50% bahkan tanpa pemupukan. Oleh karena itu varietas Inpago LIPI Go2 dapat diterapkan dengan PH dan mampu mengurangi penggunaan pupuk NPK hingga lebih dari 50% dosis anjuran tanpa mengorbankan hasil.

 Kata kunci: Padi gogo, pupuk hayati, Mikoriza, Azospirillum, Konawe Selatan


Keywords


Upland rice, biological fertilizer, Mikoriza, Azospirillum, Konawe Selatan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jpptp.v18n3.2015.p%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Alamat Redaksi

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP)


Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Telepon : (0251) 8351277
Fax       :  (0251) 8350928
E-mail    : jpptp06@yahoo.com
Website  : http://www.bbp2tp.litbang.pertanian.go.id