KAJIAN PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG LADA DENGAN MODIFIKASI IKLIM MIKRO

Agus Salim

Abstract


Study of Pepper Rot Stem Disease Controlling With Micro Climate Modification. Pepper stem rot disease Phytophthora capsici Leon is a major disease on pepper plants in the Southeast Sulawesi areas. The control of this fungus disease is difficult because it goes in the trunk network and it can be known after the plants wilt. The purpose of this study was to determine the microclimate that could hinder the development of the fungus P. capsici.
This study was conducted in Konawe South, Southeast Sulawesi from February to November 2015. The study used randomized block design with treatments tested were 1) Control; 2) Solar irradiation between 25-30%; 3) Solar irradiation between 50-55% and 4) Irradiation between 75-80%. Each treatment was repeated 5 times. The parameters observed were soil moisture, the intensity of the irradiation, the percentage of attacks and severity of disease levels and productivity. Research results indicated that the modification of solar radiation affected the air humidity, so that the development of stem rot disease pepper could be controlled. On irradiation of 50-55% can reduce the severity of an attack up to 77.36%.

diseases, controlling, climate, pepper 

ABSTRAK

Penyakit busuk pangkal batang lada Phytophthora capsici Leon, merupakan penyakit utama pada tanaman lada di Sulawesi Tenggara. Pengendalian penyakit cendawan ini masih sulit karena masuk dalam jaringan batang dan diketahui setelah tanamannya layu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui iklim mikro yang dapat menghambat perkembangan cendawan P. capsici. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara dari bulan Februari sampai Nopember 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan yang dicobakan adalah: 1) Kontrol; 2) Penyinaran matahari antara 25 – 30%; 3) Penyinaran matahari antara 50 – 55%, dan 4) Penyinaran antara 75 – 80%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati meliputi kelembaban tanah, intensitas penyinaran, persentase serangan dan tingkat keparahan serangan penyakit serta produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi penyinaran matahari mempengarhi kelembaban udara, sehingga perkembangan penyakit busuk pangkal batang lada dapat ditekan. Pada penyinaran 50 – 55% dapat menekan tingkat keparahan serangan sampai 77,36%.

penyakit, pengendalian, iklim, lada


Keywords


diseases; controlling; climate; pepper; lada; penyakit busuk pangkal batang; modifikasi iklim

Full Text:

PDF

References


Asniah, Syair, dan T. Wahyuni A.S. 2012. Survei kejadian penyakit busuk pangkal batang (Phytophthora capsici) tanaman lada (Piper nigrum. L) di Kabupaten Konawe Selatan. J. Agroteknos, vol. 2 (3): 151 – 157.

Bande, L.O.S. 2012. Epidemi penyakit busuk pangkal batang lada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Disertasi. Fakultas Pasca Sarjana, UGM. Yogyakarta

Bande, L.O.S., B. Hadisutrisno, S. Somowiyarjo, dan B. H. Sunarminto. 2015. Peran unsur cuaca terhadap peningkatan penyakit busuk pangkal batang lada di sentra produksi lada daerah Sulawesi Tenggara. J. Manusia Dan Lingkungan, vol. 22 (2): 187 – 193.

Bande, L.O.S., B. Hadisutrisno, S. Somowiyarjo, dan B.H. Sunarminto. 2011. Karakteristik Phytophthora capsici Isolat Sulawesi Tenggara. Agriplus, vol. 21 (1): 75 – 82.

Bande, L.O.S., B. Hadisutrisno, S. Somowiyarjo, dan B.H. Sunarminto. 2014. Pola agihan dan intensitas penyakit busuk pangkal batang lada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Agroteknos, vol. 4 (1): 58 – 65.

BPS Sultra. 2012. Sulawesi Tenggara dalam angka 2012.

Daniel, W.W. 2012. Statistik non parametrik terap An. Gramedia. Jakarta.

Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan 2006. Statistik perkebunan Indonesia. Lada. Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, Jakarta. 34 hal.

Hartati, S. 2007. Pengaruh beberapa faktor lingkungan terhadap kehidupan phytophthora di dalam tanah. (http://www.scribd.com/doc/35285730/ pengaruh beberapa faktor lingkungan (Diakses pada tanggal 1 Maret 2016).

Kusandriani, Y. dan A. Sumarna. 1993. Respon varietas cabai pada beberapa tingkat kelembaban tanah. Buletin Penelitian, vol. 25 (1): 31 – 36.

Manohara, D., D. Wahyuno, dan R. Noveriza. 2005. Penyakit busuk pangkal batang lada dan strategi pengendaliannya. Edisi Khusus: Perkembangan Teknologi Tanaman Rempah dan Obat, Vol.XVII No. 2, 2005.

Manohara, D. and N. Sato. 1992. Physiological observation on Phytophthora isolats from black pepper. Indust Crops J, vol. 4 (2): 14 – 19.

Manohara, D. 1988. Ekologi Phytophthora palmivora (Butler) penyebab penyakit busuk pangkal batang (Piper nigrum). Disertasi. Fakultas Pasca Sarjana. IPB. Bogor.

Manohara, D., K. Mulya, D. Wahyuno, dan R. Noveriza. 2003. Viabilitas Trichoderma harzianum pada berbagai formula dan efikasinya terhadap Phytophthora capsici. Risalah Simposium Nasional Penelitian PHT Perkebunan Rakyat. Bogor, 17 – 18 September 2002.

Manohara, D., T. Shimanuki, N. Sato, and M. Oniki. 1991. Kemungkinan reproduksi seksual antar isolate Phytophthora yang berasal dari tanaman lada. Pros. Kongres Nasional XI dan Seminar Ilmiah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia. Maros, Ujung Pandang 24–26 September 1991: 66 – 71.

Padangaran, A.M. 2012. Analisis kuantitatif pembiayaan perusahaan pertanian. IPB Press. Bogor.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. 2009. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, vol. 15 (2). Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor.

Saylendra A, M.W. Utami, dan C. Ginting. 2001. Kepadatan jamur dan bakteri tanah dan keparahan busuk pangkal batang pada lada yang ditanam dengan tapak liman, serai wangi, atau temu hitam. Hlm. 400-403 Dalam: Purwantara A, Sitepu D, Mustika I, Mulya K, Sudjono MS, Machmud M, Hidayat SH, Supriadi & Widodo, ed. Prosiding Kongres Nasional XVI dan Seminar Ilmiah PFI. Bogor, 22-24 Agustus 2001.

Semangun, H. 2000. Penyakit-penyakit tanaman perkebunan di Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 835 hlm.

Sitepu, D., R. Kasim dan D. Manohara. 1986. Penanggulangan penyakit busuk pangkal batang lada. Edisi Khusus Littro, vol. 2 (1). Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Suwarto. 2013. Lada, produksi 2 ton/ha. Penebar Swadaya. 140 hal.

Wahyuno, D. dan D. Manohara. 1995a. Pembentukan oospora Phytophthora capsici pada jaringan lada. Hayati, vol. 2: 46 – 48.

Yuhono, J.T. 2007. Sistem agribisnis lada dan strategi pengembangannya. J. Litbang Pertanian, vol. 26 (2): 76 – 81.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jpptp.v20n1.2017.p59-67

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Alamat Redaksi

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP)


Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Telepon : (0251) 8351277
Fax       :  (0251) 8350928
E-mail    : jpptp06@yahoo.com
Website  : http://www.bbp2tp.litbang.pertanian.go.id