Kelayakan Usahatani Bawang Putih di Berbagai Tingkat Harga Output (Feasibility of Garlic Farming at Various Price Levels of Output)

Adhitya Marendra Kiloes, nFN Hardiyanto

Abstract


Indonesia selama ini mengimpor sebanyak 95% bawang putih konsumsi, namun direncanakan bahwa Indonesia harus dapat berswasembada bawang putih pada tahun 2021. Untuk itu dilaksanakan upaya perluasan tanam mulai dari penggunaan dana APBN, penanaman oleh importir, maupun penanaman secara swadaya petani yang akan membutuhkan benih bawang putih dalam jumlah banyak. Dengan alasan terbatasnya jumlah benih bawang putih dan meningkatnya permintaan untuk penanaman maka harga benih bawang putih di tingkat petani melonjak naik sehingga perlu dibuat aturan mengenai harga bawang putih agar semua pemangku kepentingan dapat saling mendapatkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan merekomendasikan harga bawang putih yang layak sesuai dengan harga pasar dan keuntungan petani. Data yang digunakan berupa data primer input dan output usahatani yang dikumpulkan dari 86 orang petani di tiga sentra produksi bawang putih yang selama ini konsisten menanam bawang putih, yaitu Lombok Timur, Magelang, dan Temanggung. Data sekunder berupa data Upah Minimum Kabupaten (UMK) diperoleh dari BPS untuk membandingkan dengan keuntungan usahatani yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga jual yang layak untuk bawang putih konsumsi adalah Rp15.000,00/kg dan untuk benih sebesar Rp53.000,00/kg. Apabila harga jual kurang dari harga tersebut maka keuntungan usahatani akan lebih rendah dari UMK sehingga tidak akan menarik untuk petani.

Keywords

Bawang putih; Biaya usahatani; Harga jual; UMK

Abstract

Indonesia for long years has been importing as much as 95% of the consumption of garlic, but it is planned that Indonesia should be able to self-sufficient in garlic in 2021. Therefore, efforts are made to expand planting, starting from the use of national budget funds, planting by importers, as well as planting independently farmers who will need seeds garlic in large quantities. Due to the limited amount of garlic seeds and the increasing demand for planting, the price of garlic seeds at the farmer level soared. Regulations should be made regarding the price of garlic so that all stakeholders can benefit from each other. This study aims to recommend the price of decent garlic according to market prices and farmers’ profits. The data used in the form of farm input and output primary data collected from 86 farmers in three centers of garlic production that have consistently planted garlic, namely East Lombok, Magelang, and Temanggung. Secondary data in the form of District Minimum Wage data was obtained from Statistics Indonesia (BPS) to compare with farm profits obtained. The results of the study show that the reasonable selling price for garlic consumption is IDR 15,000/kg and for seeds of IDR 53,000/kg. If the selling price is less than this price, the farming profit will be lower than the District Minimum Wage so that it will not be attractive to farmers.


Keywords


Garlic; Farming cost; Selling price; Regency minimum wage

Full Text:

PDF

References


Abbas, M 2013, ‘Effect of trade deficit on the economy of Pakistan’, Interdiciplinary Journal of Contemporary Research in Business, vol. 4, no. 11, pp. 176–215.

Aldila, HF, Fariyanti, A & Tinaprilla, N 2015, ‘Analisis profitabilitas usahatani bawang merah berdasarkan musim di tiga Kabupaten Sentra Produksi’, SEPA, vol. 11, no. 2, pp. 249–260.

Dharmawati, S, Firahmi, N & Parwanto 2013, ‘Penambahan tepung bawang putih (Allium sativum L.) sebagai additif dalam ransum terhadap penampilan ayam pedaging’, Ziraa’ah, vol. 38, no. 3, pp. 17–23.

Hardiyanto, Devy, N & Supriyanto, A 2007, ‘Eksplorasi, karakterisasi, dan evaluasi beberapa klon bawang putih lokal’, J. Hort, vol. 17, no. 4, pp. 307–313.

Hariwibowo, PA, Anindita, R & Suhartini 2014, ‘Permintaan bawang putih di Indonesia’, Habitat, vol. 2, no. 2337, pp. 905–914.

Hendra 2017, ‘Pengaruh pemberian ekstrak bawang putih ( Allium sativum L .) dan lama penyimpanan terhadap daya awet tahu putih’, Biota, vol. 3, no. 2, pp. 54–59.

Indrayani, NKA & Swara, IWY 2014, ‘Pengaruh konsumsi, produksi, kurs dollar AS dan PDB pertanian terhadap impor bawang putih Indonesia’, E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, vol. 3, no. 5, pp. 209–218.

Khaafidh, M & Poerwono, D 2013, ‘Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan tenaga kerja untuk bekerja di kegiatan pertanian (Studi kasus: Kabupaten Rembang)’, Diponegoro Journal of Economics, vol. 2, no. 2, pp. 1–13.

Kiloes, A & Arsanti, I 2015, ‘Tantangan dan harapan bawang putih nasional’, in Pendekatan dinamika sistem dalam peningkatan daya saing komoditas hortikultura, IAARD Press, Jakarta, pp. 37–50.

Kiloes, AM & Puspitasari 2018, ‘Sikap konsumen terhadap harga referensi komoditas hortikultura strategis: Studi kasus Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat’, J. Hort, vol. 28, no. 1, pp. 123–132.

Mantau, Z & Bahtiar 2010, ‘Kajian kebijakan harga pangan nonberas dalam konteks ketahanan pangan nasional’, Jurnal Litbang Pertanian, vol. 29, no. 2, pp. 58–65, accessed from .

Muhammad, A, Agustono & Wijianto, A 2016, ‘Faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani dalam berusahatani padi di Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar’, SEPA, vol. 12, no. 2, pp. 205–213.

Mukhlis, I 2013, ‘Perdagangan bebas dan stabilitas harga komoditi pangan’, JESP, vol. 5, no. 1, pp. 5–10.

Muslim, Hotly, M & Widjayanti, H 2009, ‘Penggunaan eksstrak bawang putih (Allium sativum) untuk mengobati benih ikan patin siam (Pangasius hypoptalmus) yang diidentifikasi bakteri Aeromonas hydrophylla’, Jurnal Akuakultur Indonesia, vol. 8, no. 1, pp. 91–100.

Nurasa, T & Darwis, V 2007, ‘Analisis usahatani dan keragaan marjin pemasaran bawang merah di Kabupaten Brebes’, Akta Agrosia, vol. 10, no. 1, pp. 40–48.

Nurmedika, Basir, M & Damayanti, L 2015, ‘Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan alih usahatani di Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala’, J. Agroland, vol. 22, no. April, pp. 9–20.

Nursam, Yunus, M & Nasir, B 2016, ‘Pengaruh pestisida nabati buah cabai ( Capsicum annuum L. ) dan umbi bawang putih ( Allium sativum L. ) terhadap mortalitas hama bawang merah ( Spodoptera exigua Hubner )’, J. Agroland, vol. 23, no. 1, pp. 70–76.

Nurzaman, M, Mutaqin, A & Wulandari, A 2013, ‘Pemanfaatan bawang merah dan bawang putih untuk pestisida nabati di Desa Cipanas dan Desa Nangelasari Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya’, Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, vol. 2, no. 1, pp. 41–46.

Prasonto, D, Riyanti, E & Gartika, M 2017, ‘Uji aktivitas antioksidan ekstrak bawang putih (Allium sativum)’, ODONTO Dental Journal, vol. 4, no. 2, pp. 122–128.

Prihandani, SS, Poeloengan, M, Noor, SM & Andriani 2015, ‘Uji daya antibakteri bawang putih ( Allium sativum L .) terhadap bakteri Staphylococcus aureus , Escherichia coli , Salmonella typhimurium dan Pseudomonas aeruginosa dalam meningkatkan keamanan pangan’, Informatika Pertanian, vol. 24, no. 1, pp. 53–58.

Sari, DR, Prayitno, SB & Sarjito 2014, ‘Pengaruh perendaman ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap kelulushidupan dan histologi ginjal ikan lele (Clarias gariepinus) yang diinfeksi bakteri “Edwardsiella tarda”’, Journal of Aquaculture Management and Technology, vol. 3, no. 4, pp. 77–85.

Sari, R 2013, ‘Tingkat inflasi dan kebijakan pepmbatasan impor hortikultura’, Info Singkat Ekonomi dan Kebijakan Publik, vol. 5, no. 5, pp. 13–16.

Solihin, Y, Suminar, E, Rizky, W & Pitaloka, G 2016, ‘Pertumbuhan eksplan meristem bawang putih ( Allium sativum L .) kultivar Tawangmangu pada berbagai komposisi kinetin dan GA 3 in vitro’, Jurnal Kultivasi, vol. 15, no. 3, pp. 172–178.

Sumanto, A 2009, ‘Identifikasi faktor-faktor sosial-ekonomi migrasi tenaga kerja’, JESP, vol. 1, no. 2.

Syakir, A & Wahyuni, S 2017, ‘Efek pemberian pakan terbatas dan tepung bawang putih ( Allium sativum ) terhadap kadar protein dan kolesterol daging pada ayam pedaging’, Agripet, vol. 17, no. 2, pp. 87–94.

Wijaya, MA, Anindita, R & Setiawan, B 2014, ‘Analisis volatilitas harga, volatilitas spillover dan trend harga pada komoditas bawang putih di Jawa Timur’, AGRISE, vol. XIV, no. 2, pp. 128–143.

Winardi, W 2013, ‘Dampak pembatasan impor hortikultura terhadap aktivitas perekonomian, tingkat hargam dan kesejahteraan’, Bulletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, pp. 21–41.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v29n2.2019.p231-240

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2019 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats