Induksi Akar Batang Bawah Mawar dan Aklimatisasinya

Y Supriati, W H Adil

Abstract


Mawar merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang populer, karena nilai estetik bunga yang tinggi. Saat ini permintaan pasar terhadap mawar sangat tinggi, tetapi ketersediaan bibit masih menjadi faktor penghambat. Metode pembibitan yang biasa dilakukan petani adalah dengan teknik penyambungan antara batang bawah dari satu varietas dengan batang atas dari varietas mawar lain. Dengan teknik penyambungan ini diharapkan meningkatkan produktivitas tanaman. Kendala yang dihadapi adalah batang bawah yang tersedia di tingkat petani banyak terserang penyakit yang disebabkan oleh virus. Teknik kultur in vitro dapat membantu pengadaan bibit secara cepat, seragam, dan bebas patogen. Percobaan untuk mendapatkan media pertunasan telah diperoleh dari percobaan tahun pertama. Percobaan ini difokuskan kepada skrining formulasi media untuk merangsang sistem perakaran dan dilanjutkan dengan uji aklimatisasi di rumahkaca. Perlakuan yang dicoba untuk induksi perakaran adalah membandingkan dua jenis media dasar MS dan gamborg (1 dan 0,5 formula) yang dikombinasikan dengan zat pengatur tumbuh IBA (0,1,2, dan 3 mg/l) dan IAA (0, 1, 2, dan 3 mg/l). Perlakuan disusun secara faktorial dengan rancangan lingkungan acak lengkap. Pada pengujian aklimatisasi di rumahkaca dibandingkan empat jenis media tanam berikut, (1) kompos, (2) casting, (3) serbuk gergaji, (4) tanah, (5) kompos + casting (1:1), (6) kompos + tanah (1:1), dan (7) kompos+casting+tanah (1:1:1). Parameter yang diamati di laboratorium adalah jumlah tunas dan buku, jumlah dan panjang akar, sementara di rumahkaca adalah tinggi tanaman, jumlah cabang dan jumlah buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mawar lokal, media pengakaran terbaik adalah menggunakan ½ MS atau gamborg tanpa memakai zat pengatur tumbuh. Sedangkan untuk mawar introduksi memerlukan formulasi MS maupun gamborg secara penuh, juga tanpa zat pengatur tumbuh. Pada percobaan aklimatisasi diperoleh hasil bahwa untuk mawar lokal, media tumbuh yang terbaik adalah campuran antara kompos dan casting (1:1), sedangkan untuk mawar introduksi, semua jenis media, baik secara tersendiri maupun kombinasinya memberikan hasil sangat baik dengan tingkat keberhasilan 100%. Untuk meningkatkan efisiensi, disarankan dalam aklimatisasi mawar introduksi, sebaiknya menggunakan media kompos.

Root induction of Rosa multiflora and its acclimatization for rootstock propagation. Rose is one of ornamental plant which is very popular due to its esthetic and economic value. Nowdays, the demand of rose is increasing, but good seedling availability is limited. The most popular technique for rose propagation is grafting between the rootstock of one variety with upper plant of another variety which has specific flower type and color. The main constraint on grafting system is unavailability of rootstocks which free from virus, the presence of virus can cause unsuccessful grafting. In vitro culture technique has an important role in plant propagation. The new plant which is resulted by these techniques are genetically uniform, free from pathogen. Formula for buds multiplication was succesfully obtained in the first year of this study, therefore in the second year research were emphazised on root induction formula and its acclimatization at greenhouse. The trials for root induction were comparing two kind of basic media (MS and gamborg) in the composition of a half and full formula, and in combination with four rates (0,1,2, and 3 mg/l) of two kinds of growth regulators (IBA and IAA). Trials were conducted with CRD in factorial arrangement. Acclimatization of the plant which was produced by in vitro culture had been done with the treatment of four kind of plant media (soil, green manure, casting, and sawmill) and their combinations as follows (1) green manure, (2) casting, (3) sawmill, (4) soil, (5) green manure + casting, (6) green manure + soil, and (7) green manure + casting + soil. The parameters observed in the laboratory were number of buds and roots, and length of the roots, while in the greenhouse were plant height, number of branch and internode. The experiment showed that local rose needed only a half formula of MS or gamborg media without plant growth regulator, while introduction rose required full formula without plant growth regulator. The best media for acclimatization of local rose was combination of manure and casting (1:1), while for introduction rose was all of kind of media and also its combination with the success rate of 100%. Meaningly, the most efficient in acclimatization of introduction rose was using compost of green manure.


Keywords


Rosa multiflora; Rootstock; Propagation; In vitro culture; Growth media; Acclimatization

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v15n2.2005.p%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2013 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats