Penentuan Pilihan Model Kelembagaan untuk Pengembangan Perbenihan Bawang Merah Melalui True Shallot Seed di Jawa Timur (Choice Determination of Institutional model for Seed Development of Shallot through True Shallot Seed System in East Java)

Asma Sembiring, Agus Muharam, Rini Rosliani, Rima Setiani

Abstract


Penggunaan biji true shallot seed (TSS) telah diperkenalkan sebagai salah satu alternatif penyediaan benih bawang merah yang sehat dan berkualitas tinggi yang tersedia dalam jumlah yang cukup bagi petani sepanjang tahun. Penggunaan TSS diharapkan dapat mengatasi persoalan kuantitas dan kualitas bawang merah konsumsi serta perbenihan bawang merah di Indonesia. Pembentukan kelembagaan yang tepat perlu dibangun sejalan dengan pengembangan TSS. Pembentukan kelembagaan yang baik dan kuat dapat menghasilkan teknologi inovatif yang tepat dan menjamin ketersediaan benih TSS dalam jangka panjang. Tujuan penelitian yaitu mengetahui model pilihan kelembagaan stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mendukung pengembangan sistem perbenihan TSS bawang merah di Jawa Timur. Survei dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2016 di Jawa Timur melalui interview kepada 35 responden. Analisis data dilakukan menggunakan konsep Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan program statistik Super Decisions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opsi kelembagaan yang dipilih oleh responden untuk pengembangan perbenihan bawang merah TSS di Jawa Timur adalah opsi 1. Di opsi 1, Balitsa dan BPTP berperan memproduksi TSS kelas jenis Benih Penjenis (BS) dari umbi varietas bawang merah unggul dan memberikan delegasi legalitas/lisensi kepada BBI/BBU/BBH/SWASTA untuk memproduksi/memperbanyak Benih Umbi kelas benih BS. Berikutnya, Perguruan Tinggi (PT)/BPTP/SWASTA menghasilkan TSS dan umbi benih untuk kelas Benih Dasar (BD). Selanjutnya penangkar terpilih memproduksi TSS dan umbi benih kelas Benih Pokok (BP) dan Benih Sebar (BR). Benih Sebar ditanam oleh petani untuk memproduksi umbi bawang merah konsumsi. Produksi TSS-BP, benih umbi BP, TSS-BR, dan benih umbi BR diawasi dan didampingi oleh BPTP.

Keywords

Analisis hirarkhi proses (AHP); Benih botani bawang merah; Model kelembagaan; Perbenihan bawang merah

Abstract

The use of true shallot seed (TSS) has been promoted as an alternative method to obtain healthy and high quality shallot seed that supposed to be adequately available for farmers along the year. The use of TSS is expected to be able of solving quantity and quality problems of shallot table consumption and shallot seed in Indonesia. A functioning institutional setting should be established in line with the development of TSS. The establisment of good and strong institutional could generate innovative appropriate technologies and ensure the availability of TSS in a long term. The objective of this study was to investigate the stakeholders’ choice of some institutional models to support the development of TSS shallot seed system in East Java. A survey was conducted from March to August 2016 to collect data by interviewing 35 respondents. Data were analysed by employing the Analytical Hierarchy Process (AHP) concept and using Super Decisions statistical program. Results indicates that an institutional setting selected by respondents to support the development of TSS shallot seed system in East Java is described in the first option. The first option suggests that Indonesian Vegetables Research Institute (IVEGRI) and Assessment Institute for Agricultural Technology (AIAT) have the role of producing TSS for Breeder Seed class (BS) from high quality shallot bulbs and providing legality delegation or license to BBI/BBU/BBH (Indonesian government seed institutions)/Private in producing/multiplying seed bulbs of BS class. Afterward, the University/AIAT/Private will produce TSS and seed bulbs for Foundation Seed class (FS). Furthermore, selected shallot seed growers will produce TSS and seed bulbs for Stock Seed class (SS) and Extension Seed class (ES). The ES will be used by farmers to produce shallot bulbs for table consumption. Production of FS-TSS, FS-seed bulbs, ES-TSS, and ES-seed bulbs will be monitored and supervised by AIAT.


Keywords


Analytical hierarchy process (AHP); True shallot seed; Institutional model; Shallot seed

Full Text:

PDF

References


Anwar, A, Soedarsono & Ilyas, S 2005, ‘Perbenihan sayuran di Indonesia: Kondisi terkini dan prospek bisnis benih sayuran’, Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), vol. 33, no. 1, pp. 38-47.

Badan Pusat Statistik 2015, Produksi tanaman sayuran menurut provinsi dan jenis tanaman (ton) 2013 dan 2014, Buku Statistik Indonesia 2015, Badan Pusat Statistik, Jakarta.

Baric, D & Stracevic, M 2015, ‘Implementation of analytic hierarchy process (AHP) in solving transport problem’, International Journal of the Analytic Hierarchy Process, vol. 7, no. 2, pp. 295–312.

Basuki, RS 2009a, ‘Analisis tingkat preferensi petani terhadap karakterisitik hasil dan kualitas bawang merah varietas lokal dan impor’, J. Hort., vol. 19, no. 2, pp. 237-248.

Basuki, RS 2009b, ‘Analisis kelayakan teknis dan ekonomis teknologi budidaya bawang merah dengan benih biji botani dan benih umbi tradisional’, J. Hort., vol. 19, no. 2, pp. 214-227.

Basuki, RS 2010, ‘Sistem pengadaan dan distribusi benih bawang merah pada tingkat petani di Kabupaten Brebes’, J. Hort., vol. 20, no. 2, pp. 186–195.

Copeland, L & Mc Donald, MB 1995, Seed science and technology ke-3., Chaman & Hall, New York.

Currah, L & Proctor, FJ 1990, Onions in tropical regions, Buletin No. 35, Natural Research Institute, United Kingdom.

Direktorat Jenderal Hortikultura 2011, Perbenihan bawang merah, diunduh 9 mei 2010, .

Hefnawi, A & Mohammed, AS 2014, ‘Review of different methods for deriving weights hierarchy process’, International Journal of the Analytic Hierarchy Process, vol. 6, no. 1, pp. 92–123, .

Kumar, SS 2004, ‘AHP-based formal system for R&D project evaluation’, Journal of Scientife & Industrial Research, vol. 63, pp. 888-896.

Kementerian Pertanian 2015, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 131 tahun 2015 mengenai Pedoman Teknis Sertifikasi Bawang Merah, Jakarta.

Meade, LM & Presley, A 2002, ‘R&D project selection using the analytic network process’, IEEE Transactions on Engineering Management, vol. 49, no. 1, pp. 59–66.

Mulya, S, Ruskandar, A, Setyono, A, Wardana, P 2008, ‘Studi peran lembaga produsen benih terhadap upaya pengembangan penangkaran benih bermutu’, Prosiding Seminar Nasional Padi, Balai Penelitian Tanaman Padi Sukamandi, pp. 1631–1646.

Nasution, SR 2013, ‘Proses hierarki analitik dengan Expert Cchoice 2000 untuk menentukan fasilitas pendidikan yang diinginkan konsumen’, Jurnal Teknik FTUP, vol. 26, no. 2, pp. 68–80.

Nugraha, U & Sayaka 2004, B-bag III, industry & kelembagaan (table 2–4) 2004, 151-178, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.

Palupi, ER, Rosliani, R & Hilman, Y 2015, ‘Peningkatan produksi dan mutu benih botani bawang merah (true shallot seed) dengan introduksi serangga penyerbuk’, J. Hort, vol. 25, no. 1, pp. 26–36.

Permadi, AH & Putrasamedja, S 1991, ‘Penelitian pendahuluan variasi sifat-sifat bawang merah yang berasal dari biji’, Bul. Penel. Hort, vol. 20, no. 4, pp. 120–131.

Pramod, VR & Banwet, DK 2010, ‘Analytic network process analysis of an Indian telecommunication service supply chain: a case study’, Service Science, vol. 2, no. 4, pp. 281–293.

Puspasari, SL, Hardjomidjojo, H & Sarma, M 2013, ‘Strategi pengembangan agribisnis kentang berbasis sumber daya manajemen di Kabupaten Banjarnegara’, MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah, vol. 8, no. 2, pp. 190–198.

Ridwan, H, Sutapradja, H & Margono 1989, ‘Daya produksi dan harga pokok benih/biji bawang merah’, Bul. Penel. Hort, vol. 27, no. 4.

Rosliani, R, Palupi, ER & Hilman, Y 2012, ‘Penggunaan Benzil Amino Purin dan Boron untuk Meningkatkan Produksi dan Mutu Benih True Shallots Seed Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum) di Dataran Tinggi’, J. Hort., vol. 22, no. 3, pp. 242–250.

Rosliani, R, Palupi, ER & Hilman, Y 2013, ‘Pengaruh benzilaminopurin dan boron terhadap pembungaan, viabilitas serbuk sari, produksi, dan mutu benih bawang merah di dataran rendah’, J. Hort., vol. 23, no. 4, pp. 339–349.

Rosliani, R, Hilman, Y, Sinaga, R, Hidayat, IM & Sulastrini 2014a, ‘Teknis Pemberian Benzilaminopurin dan pemupukan NPK untuk meningkatkan produksi dan mutu benih True Shallot Seed di dataran rendah’, J. Hort., vol. 24, no. 4, pp. 326–335.

Rosliani, R, Sinaga, R, Hilman, Y & Hidayat, I 2014b, ‘Teknis Pemberian Benzilaminopurin dan pemeliharaan jumlah umbel per tanaman untuk meningkatkan produksi dan mutu benih botani bawang merah (True Shallot Seed) di dataran tinggi’, J. Hort., vol. 24, no. 4, pp. 316–325.

Sisfahyuni, S 2008, ‘Kinerja kelembagaan input produksi dalam agribisnis padi di kabupaten parigi moutong’, agroland, vol. 15, no. 2.

Suyono, RS 2012, ‘Penggunaan metode proses hirarki analitik (PHA) dalam pemilihan lokasi untuk relokasi Bandara Rahadi Oesman Ketapang Kalimantan Barat’, Jurnal Teknik Sipil, vol. 10, no. 1, pp. 15–32.

Thamrin, M, Ramlan, Amriati, Ruchjaniningsih & Wahdania 2003, ‘Pengkajian sistem usahatani bawang merah di Sulawesi Selatan’, J Pengkajian dan Pengemb. Teknol. Pert., vol. 6, no. 2, pp. 141–153.

Theresia, V, Fariyanti, A & Tinaprilla, N 2016, ‘Analisis persepsi petani terhadap penggunaan benih bawang merah lokal dan impor di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat’, Jurnal Penyuluhan, vol. 12, no. 1.

Widyaningsih, EY 2012, ‘Penerapan analisis hirarki proses (ahp): dalam penentuan formula alokasi dana desa di Kabupaten Sragen’, Tesis FE Program Pascasarjana, Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan, UNS, Surakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v28n2.2018.p259-268

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2018 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats