Eradikasi Tanaman Pisang Terinfeksi Fusarium Menggunakan Glifosat dan Minyak Tanah

Catur Hermanto, - Eliza, Denny Emilda

Abstract


Penyakit layu fusarium merupakan salah satu kendala utama produksi pisang di dunia, karenanya
pengelolaan tanaman terinfeksi menjadi isu penting dalam pengendalian penyakit. Penelitian bertujuan untuk
mendapatkan informasi tentang perkembangan cendawan fusarium dari jaringan terinfeksi dan mencari metode
eradikasi tanaman yang terserang penyakit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman dan Kebun
Percobaan Aripan, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika dari bulan Juli 2007 sampai Maret 2008, terdiri dari 3
tahap kegiatan, yaitu (1) sporulasi cendawan Fusarium oxysporum f.sp. cubense pada jaringan pembuluh vaskular
secara in vitro, (2) sporulasi cendawan fusarium akibat pemotongan batang semu pada tanah steril, dan (3) eradikasi
tanaman terinfeksi secara kimiawi. Hasil penelitian menunjukkan (a) pemotongan jaringan terinfeksi merangsang
pembentukan konidiofor, sporulasi, dan produksi konidia, (b) peningkatan luas permukaan jaringan yang terinfeksi
penyakit yang terbuka sampai 4,5 kali yang dapat meningkatkan produksi konidia sampai 14,83 kali, (c) fitotoksis
pada tanaman pisang terserang penyakit layu fusarium yang dieradikasi dengan herbisida glifosat terjadi pada 3-4
hari setelah aplikasi dan mencapai nekrotik pada 14-16 hari setelah aplikasi, dan (d) injeksi 10 ml glifosat merupakan
metode eradikasi yang paling baik terhadap tanaman yang terserang penyakit layu fusarium karena mengakibatkan
intensitas dan insidensi nekrosis daun, serta kematian patogen yang paling tinggi. Hasil penelitian dapat digunakan
sebagai dasar dalam pengelolaan tanaman pisang yang terserang penyakit layu fusarium secara tepat

ABSTRACT. Hermanto, C., Eliza, and D. Emilda. 2009. Eradication of Fusarium Infected Banana Plant
Using Glyphosate and Kerosene. Fusarium wilt disease is one of the major constraints of world banana production.
Management of diseased plants becomes a critical issue in disease control. Research was aimed to gain information of
fusarium development from infected tissue and method to eradicate dying-infected plant. The research was conducted
in Plant Protection Laboratory and Aripan Experimental Farm, Indonesian Tropical Fruit Research Institute from July
2007 to March 2008, consisting of 3 steps, namely (1) in vitro sporulation of fusarium from dying-infected tissue,
(2) study of fusarium sporulation from dying-infected tissue on sterile soil, and (3) chemical eradication of fusarium
wilt dying plants. The results showed that (a) cutting of dying-infected tissue stimulated conidiophore formation,
sporulation, and conidial production, (b) increase of the surface of dying-infected tissue by 4.5 times resulted in
increase of conidial production until 14.83 times, (c) phytotoxic of banana plant started appearing on 3-4 days after
application of glyphosate herbicide, and reached total necrotic on 14-16 days, and (d) 10 ml glyphosate injection
caused phytotoxis on leaves, petioles, pseudostem, and fruits, resulting in the best eradication method for fusarium
wilt dying plant with highest severity and incidence of leaf necrosis, and pathogen mortality. The results can be used
to properly manage fusarium wilt dying-infected banana plant.


Keywords


Musa sp.; Fusarium wilt disease; Eradication; Glyphosate; Kerosene

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v19n4.2009.p%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2013 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats