Studi Adopsi Benih Kentang Bebas Virus Varietas Granola L. dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran di Kabupaten Garut, Jawa Barat

Rofik Sinung Basuki, Nur Khaririyatun, Asma Sembiring, nFN Nurmalinda, Idha Widi Arshanti

Abstract


(Adoption  Study of Potato Seed Free Virus of Granola L. Variety from Indonesian Vegetable Research Institute in Garut Regency, West Java)

Kontribusi Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) sebagai lembaga penelitian pemerintah penghasil teknologi baru, termasuk varietas dalam meningkatkan pendapatan petani masih belum terdokumentasi dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat adopsi, pendapatan petani, dan tingkat pengembalian investasi (Return on Investment = ROI) pada penerapan benih kentang bebas virus varietas Granola L. dari Balitsa di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan evaluasi ex-post yang dilaksanakan pada bulan Juni 2014 di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Lokasi tersebut dipilih secara purposive karena di daerah ini banyak petani yang mengadopsi benih kentang bebas virus varietas Granola L. dari Balitsa. Pengumpulan data dilakukan melalui Fokus Grup Diskusi (FGD) dan wawancara individual dengan kuesioner terstruktur. Total responden berjumlah 40 petani terdiri atas tujuh penangkar benih adopter, yaitu penangkar benih yang menghasilkan benih kentang bebas virus dari G0 (1 orang), G1 (1 orang), G2 (1 orang), G3 (3 orang), dan G4 (1 orang), 12 petani kentang konsumsi adopter, dan 21 petani nonadopter. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, menggunakan gambar garis waktu, tabel, dan analisis biaya dan pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi benih kentang bebas virus varietas Granola L. dari Balitsa telah diintroduksi dan diadopsi petani di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Garut sejak tahun 2008. Adopsi teknologi benih kentang bebas virus varietas Granola L. di Garut pada tahun 2013 dapat meningkatkan profit dari total adopter dengan nilai total sebesar 6,732 milyar rupiah. Sementara nilai ROI untuk biaya penelitian dan diseminasi teknologi benih kentang bebas virus varietas Granola L. untuk tahun 2013 adalah sebesar 918.000%. Artinya, untuk setiap Rp100,00 biaya penelitian dan diseminasi yang dikeluarkan Balitsa memberikan peningkatan profit kepada total petani adopter sebesar Rp918.000,00 atau peningkatan sebesar 9.180 kali lipat.

Keywords

Kentang; Varietas Granola L.; Tingkat adopsi; Profit; ROI

Abstract

Contribution of Indonesian Vegetable Research Institute (Ivegri) as a public research institution which produces new technologies, including new varieties, on the improvement of farmers’ income are still not well documented. The research objective was to determine the level of adoption, farmer income and return on investment (ROI) on the application virus-free potato seed of Granola L. variety from Ivegri in Garut District, West Java. This ex-post evaluation research was conducted in June 2014 in Sirnajaya Village, Cisurupan Subdistrict, Garut District, West Java. The location was chosen purposively because in the area there were a lot of farmers who adopted virus free potato seed of Granola L. variety from Ivegri. Data were collected through Focus Group Discussion and an individual interview used structured questionnaire. The total respondents were 40 farmers consisted of 7 farmers seed adopters, they were farmer seeds that generated G0 free virus potato seed (1 person), G1 (1 person), G2 (1 person), G3 (3 persons) and G4 (1 person), 12 adopter farmers of potato consumption and 21 nonadopter farmers. Data were analysed using descriptive statistic with time line picture, table and farm budget analysis. The result of study showed that the technology of potato free virus seed of Granola L. Variety of Granola L. seed from Ivegri have been introduced as well as adopted by farmers in Garut total adopters’ profit as much as 6.732 billions rupiah. Meanwhile, the return on investment (ROI) of research and disseminaton of technology of potato free virus seed of Granola L. variety only in 2013 was 918.000%. It means each IDR 100 invested by Ivegri on research and dissemination of technology of potato free virus seed of Granola L. variety would increase the profit of total farmers’ adopters as IDR 918.000 or 9,180 times of the investment.


Keywords


Granola L. variety; Rate of adoption; Profit; ROI

Full Text:

PDF

References


Adiyoga, W, Laksanawati, A, Soetiarso, TA & Hidayat, A 2001, ‘Persepsi petani terhadap status dan prospek penggunaan SeMNPV pada usahatani bawang merah’, J. Hort, vol. 11, no. 1, pp. 58–70.

Adiyoga, W & Soetiarso, TA 1999. ‘Strategi petani dalam pengelolaan risiko pada usahatani cabai’, J. Hort, vol. 8, no. 4, pp. 1299–1311.

Adiyoga, W, Suwandi, S & Kartasih, A 2014, ‘Sikap petani terhadap pilihan atribut benih dan varietas kentang’, J. Hort., vol. 24, no. 1, pp. 76–84.

Ameriana, M, Basuki, RS & Hilman, Y 1991, ‘Farmers’ knowledge and constraints within garlic production systems: an exploratory survey’, Edisi Khusus, Bul. Penel. Hort, vol. 20, no. 1, pp. 14–29.

Ameriana, M, Basuki, RS, Suryaningsih, E & Adiyoga, W 2000, ‘Kepedulian konsumen terhadap sayuran bebas residu pestisida: Kasus pada sayuran tomat dan kubis’, J. Hort, vol. 9, no. 4, pp. 366–377.

Basuki, R 1990, ‘Identification of farmers’ problems as a basis for development of appropriate technology’, Bul. Penel.Hort. Edisi Khusus, vol. 18, no. 2, pp. 15–19.

Hidayat, I 2011, ‘Produksi benih sumber (G0) beberapa varietas kentang dari umbi mikro’, J. Hort., vol. 21, no. 3, pp. 197–205.

Kusandriani, Y 2014, ‘Uji daya hasil dan kualitas delapan genotip kentang untuk industri keripik kentang nasional berbahan baku lokal’, J. Hort., vol. 24, no. 4, pp. 283–288.

Kusmana & Liferdi 2016, ‘Teknologi budidaya kentang pada musim hujan’, Iptek Hortikultura, no. 13, pp. 55–58.

Lalla, H, Saleh, Ali, M & S 2012, ‘Adopsi petani padi sawah terhadap sistem tanam jajar legowo 2:1 di Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar’, J. Sains & Teknologi, vol. 12, no. 3, pp. 255–264.

Lestari, I 2017, ‘Analisis kelayakan usaha pengolahan biji kemiri di Desa Panggoi Kecamatan Muara Dua Kota Lhoksemawe (Studi kasus usaha Ibu Asmiati)’, Jurnal Sains Pertanian, vol. 1, no. 1, pp. 125–133.

Maryani, DN, Suparta, N & Setiawan, IA 2014, ‘Adopsi inovasi PTT pada Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar’, Jurnal Manajemen Agribismis, vol. 2, no. 2, pp. 84–102.

Ningsih, K, Felani, H & Sakdiyah, H 2015, ‘Keragaan usahatani dan pemasaran buah naga organik’, Agriekonomika, vol. 4, no. 2, pp. 168–184.

Nurmalinda, M ‘R & Suwandi, 1992, Analisa biaya dan pendapatan usahatani bawang merah di dataran medium Majalengka’, Bul. Penel. Hort, vol. 24, no. 2, pp. 105–197.

Nurmalinda, Koster, W, Madjawisastra, R & Suherman, R 1991, ‘Analisa “cost-benefit” bawang merah (Allium ascalonicum L.) musim hujan di Kabupaten Brebes’, Bul. Penel. Hort. Edisi Khusus, vol. 20, no. 1, pp. 3–13.

Purwoko, A & Sumantri, B 2007, ‘Faktor-faktor penentu tingkat adopsi teknologi pemeliharaan sapi di PT Agricinal Kab. Bengkulu Utar’, Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, Edisi Khusus, no. 1, pp. 85–78.

Ridwan, HK, Nurmalinda, N, Sabari, S & Hilman, Y 2010, ‘Analisis finansial penggunaan benih kentang G4 bersertifikat dalam meningkatkan pendapatan usahatani petani kentang’, J. Hort., vol. 20, no. 2, pp. 196–206.

Riza, F 2018, ‘Pengaruh corporate governance, likuiditas dan kinerja keuangan terhadap nilai pasar perusahaan (studi empiris emiten yang mendapat GCG Award Iicd Tahun 2010-2012)’, Profita, vol. 11, no. 1, pp. 91–105.

Sayaka, B & Hestina, J 2011, ‘Kendala adopsi benih bersertifikat untuk usahatani kentang’, Forum penelitian Agro Ekonomi, vol. 29, no. 1, pp. 27–41.

Shiyani, RI, Joshi, PK, Asokan, M & Bantilan, M 2005, ‘Adoption of improved chikpea varieties:KRIBHCO experience in tribal region of Gujarat, India’, Agricultural Economic, vol. 2, no. 1, pp. 33–39.

Soetiarso, T & Madjawisastra, R 1993, ‘Analisis biaya dan pendapatan usaha tani bawang merah di Pacet, Bandung’, Bul. Pen. Hort., vol. 26, no. 1, pp. 43–53.

Sularno 2012, ‘Kontribusi varietas unggul baru pada usahatani padi dalam rangka meningkatkan keuntungan petani’, SEPA, vol. 9, pp. 89–83.

Sundari, MT 2011, ‘Analisis biaya dan pendapatan usaha tani wortel Di kabupaten karanganyar’, SEPA, vol. 7, no. 2, pp. 119–126.

Wicaksana, BE, Muhaimin, AW & Koestiono, D 2014, ‘Analisis sikap dan kepuasan petani dalam menggunakan benih kentang bersertifikat (Solanum tuberosum L.)(Kasus di Kecamatan Bumiaji Kota Batu)’, Habitat, vol. 24, no. 3, pp. 184–193.

Yunita, I 2017, ‘Analisis kelayakan usaha dodol pulut di Desa Paloh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen’, Jurnal S. Pertanian, vol. 1, no. 10, pp. 826–836.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v29n2.2019.p241-256

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2019

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats