Uji Potensi Beberapa Varietas Bawang Merah untuk Menghasilkan Biji Botani di Dataran Tinggi Sulawesi Selatan (Test Potential for Some Variety to Produce True Shallot Seed in Highland South Sulawesi)

nFN Nurjanani, Fadjry Djufry

Abstract


Budidaya bawang merah di Sulawesi Selatan selama ini masih menggunakan umbi lokal sebagai benih. Penggunaan umbi secara terus menerus sebagai benih dapat menyebabkan penurunan produksi. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan menggunakan biji botani (true shallot seed/TSS). Penelitian bertujuan untuk mendapatkan varietas bawang merah yang mampu menghasilkan biji botani (TSS) di atas 1 g per rumpun. Penelitian dilaksanakan di Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto mulai bulan Maret hingga September 2015. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan varietas dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas yang menghasilkan biji terbanyak adalah Trisula dan Pancasona masing-masing dengan bobot 4,90 g dan 4,18 g per rumpun, dengan persentase tanaman berbunga masing-masing 93% dan 90%. Berbeda dengan varietas Maja Cipanas dan Mentes yang menghasilkan biji masing-masing 1,85 g dan 1,49 g, sedangkan persentase tanaman yang berbunga pada varietas Maja Cipanas hanya 60% dan varietas Mentes 30%. Dua varietas bawang merah, yaitu Trisula dan Pancasona dapat direkomendasikan sebagai penghasil benih TSS bawang merah di dataran tinggi kering Sulawesi Selatan. Analisis R/C ratio usaha tani bawang merah dalam menghasilkan TSS adalah 1,3, yang berarti bahwa produksi benih TSS layak diusahakan.

Keywords

Bawang merah; Biji botani; Varietas

Abstract

Shallot cultivation in South Sulawesi has been using local tubers as seeds. The continuous use of tubers as seed can cause a decrease in production. One effort to overcome this problem is by using botanical seeds (true shallot seed/TSS). The research aims to shallot varieties that are capable of producing botanical seeds (TSS) above 1 g per clump. The research was conducted in Loka Village, Rumbia District, Jeneponto Regency from March to September 2015. The experiment was arranged in a randomized block design with four treatments varieties, and three replications. The results showed that the varieties that produce the most seeds were Trisula and Pancasona weighing 4.90 g and 4.18 g per clump respectively, with the percentage of flowering plants 93% and 90% respectively. In contrast to the Maja Cipanas and Mentes varieties which produced seeds of 1.85 g and 1.49 g respectively, but the percentage of plants flowering in the Maja Cipanas variety only 60% and the Mentes variety was 30%. Two shallot varieties namely Trisula and Pancasona can be recommended as producers of shallot TSS seeds in the dry highlands of South Sulawesi. R/C ratio analysis of shallot farming in producing TSS was 1.3, which means that TSS seed production is worth to effort.


Keywords


Shallot; True shallot seed; Varieties

Full Text:

PDF

References


Basuki 2009, ‘Analisis kelayakan teknis dan ekonomis teknologi budidaya bawang merah dengan benih biji botani dan benih umbi tradisional’, J. Hort., vol. 19, no. 2, pp. 214–227.

Hidayat, IM, Putrasameja, S & Azmi, C 2011, Persiapan pelepasan varietas bawang merah umbi dan TSS, Laporan kegiatan, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang.

Hilman, Y, Rosliani, R & Palupi, E 2014, ‘Pengaruh ketinggian tempat terhadap pembungaan, produksi, dan mutu benih botani bawang merah’, J. Hort., vol. 24, no. 2, pp. 154–161.

Moeljani, IR 2009, ‘Upaya meningkatkan pembungaan dan pembijian tanaman bawang merah (TSS) varietas bauji melalui pengaturan panjang hari dan aplikasi GA3’, Disertasi, Universitas Airlangga.

Nurjanani, Lamba, SE, Ramlan, Ruchjaniningsih, Taufik, M, Maintang & Djufry, F 2015, ‘Pengembangan benih sumber true shallot seed (TSS) dan umbi mini bawang merah serta pembinaan petani penangkar benih bawang merah di Kabupaten Jeneponto’, Makasar, Balitbangda.

Pangestuti, R & Sulistyaningsih, E 2011, ‘Potensi penggunaan true seed shallot (TSS) sebagai sumber benih bawang merah di Indonesia’, in Dukungan Agro-Inovasi untuk Pemberdayaan Petani, pp. 258–266.

Prayudi, B, Pangestuti, R & Kusumasari, AC 2014, ‘Produksi umbi mini bawang merah asal true shallot seed (TSS)’, Prosiding Inovasi Hortikultura Pengungkit Peningkatan Pendapatan Rakyat, pp. 35–44.

Purnomo, D, Pujiasmanto, B, Samanhudi, Triharyanto, E & Wulandari, A 2012, Teknologi pembibitan bawang merah (Allium ascalonicum) melalui teknik in vitro, umbi udara, biji botani dan stek umbi mini bermutu, memperoleh bibit bermutu, Retrieved from .

Putrasamedja, SP & Suwandi 1996, ‘Bawang merah’, no. Monograf 5, p. 1, Retrieved From, .

Rajiman 2014, ‘Upaya pengaturan pembungaan bawang Merah’, pp. 1–4, Retrived from .

Robinwitch, H.D. dan Brewster, J. 1990, Onion and allied crops, CRC Press. Inc, Boca Rato Florida.

Rosliani, R 2013, ‘Peningkatan produksi dan mutu benih botani (true shallot seed) bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum) dengan BAP dan boron, serta serangga penyerbuk’, Tesis, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rosliani, R 2015, ‘Teknologi perbenihan bawang merah melalui true shallot seed untuk menyediakan kebutuhan benih bermutu berkesinambungan’, in Inovasi Hortikultura Pengungkit Peningkatan Pendapatan Rakyat, IAARD Press, pp. 31–34.

Rosliani, R, Palupi, E, Hilman, Y & Hilman, Y 2012, ‘Penggunaan benzil amino purin dan boron untuk meningkatkan produksi dan mutu benih true shallots seed bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum) di dataran tinggi’, J. Hort., vol. 22, no. 3, p. 242.

Rosliani, R, Sinaga, R, Hilman, Y & Hidayat, IM 2014, ‘Teknik aplikasi benzilaminopurin dan pemeliharaan jumlah umbel per tanaman untuk meningkatkan produksi dan mutu benih botani bawang merah (true shallot seed) di dataran tinggi’, J. Hort., vol. 24, no. 4, pp. 316–325.

Rosliani, R, Suwandi & Sumarni, N 2005, ‘Pengaruh waktu tanam dan zat pengatur tumbuh mepiquat klorida terhadap pembungaan dan pembijian bawang merah (TSS)’, J. Hort., vol. 15, no. 3, pp. 192–198.

Soekartawi 1995, Analisis usahatani, UI Press, Jakarta.

Sopha, G 2014, ‘Teknik produksi true shallot seed (TSS)’, IPTEK Hortikultura, vol. 10, pp. 1–4.

Sopha, GA, Widodo, WD, Poerwanto, R & Endah, R 2014, ‘Photoperiod and gibberellins effect on true shallot seed formation’, AAB Bioflux, vol. 6, no. 1, pp. 70–76.

Sulistyaningsih, E 2006, ‘Kajian awal potensi benih true shallot seed (TSS) untuk pemenuhan kebutuhan bahan tanam bawang merah di Bantul’, in Prosiding Seminar Penelitian Klaster Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta, pp. 87–92.

Sumarni, N & Soetiarso 1998, ‘Pengaruh waktu tanam dan ukuran umbi bibit terhadap produksi dan biaya produksi’, J. Hort., vol. 8, no. 2, pp. 1085–1094.

Sumarni, N, Sopha, G & Gaswanto, R 2012, ‘Respons tanaman bawang merah asal biji true shallot seeds terhadap kerapatan tanaman pada musim hujan’, J. Hort., vol. 22, no. 1, pp. 23–28.

Sumarni, N, Suwandi, Gunaeni, N & Putrasamedja, S 2013, ‘Pengaruh varietas dan cara aplikasi GA3 terhadap pembungaan dan hasil biji bawang merah di dataran tinggi Sulawesi Selatan’, J. Hort, vol. 23, no. 2, pp. 153–163.

Sumarni, Sopha & Gaswanto 2012, ‘Perbaikan pembungaan dan pembijian beberapa varietas bawang merah dengan pemberian naungan plastik transparan dan aplikasi asam gibberelat’, J. Hort., vol. 22, no. 1, pp. 14–22.

Sumiati, E 1997, ‘Pertumbuhan serta hasil umbi dan biji bawang bombay (Allium cepa L.) kultivar hari pendek dengan vernalisasi dan aplikasi asam giberelat di dataran tinggi Lembang Jawa Barat’, Universitas Padjajaran, Bandung.

Sumiati, E & O.S Gunawan 2007, ‘Aplikasi pupuk hayati mikoriza untuk meningkatkan efisiensi serapan unsur hara NPK serta pengaruhnya terhadap hasil dan kualitas umbi bawang merah’, J. Hort., vol. 17, no. 1, pp. 34–42.

Suwandi 2014, Budi daya bawang merah di luar musim, IAARD PRESS.

Wulandari, A, Purnomo, D & Supriyono 2014, ‘Potensi biji botani bawang merah (true shallot seed) sebagai bahan tanam budidaya bawang merag di Indonesia’, El-Vivo, vol. 2, no. 1, pp. 28–36.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v28n2.2018.p201-208

Refbacks

Comments on this article

View all comments
';



Copyright (c) 2018 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats