Efikasi Isolat Cendawan Mikoriza Arbuskula Indigenous Pisang terhadap Nematoda Radopholus similis pada Pisang Ambon Hijau

= Jumjunidang

Abstract


ABSTRAK. Serangan nematoda parasit akar Radopholus similis Cobb merupakan salah satu kendala dalam
meningkatkan produksi pisang. Cendawan mikoriza arbuskula (CMA) adalah simbion obligat yang dapat meningkatkan
serapan hara dan ketahanan tanaman terhadap nematoda parasit. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh inokulasi
beberapa isolat CMA indigenous terhadap serangan nematoda parasit R. similis pada pisang Ambon Hijau. Penelitian
dilakukan di Laboratorium Penyakit dan Rumah Kasa Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok, pada bulan
Februari sampai Desember 2004. Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan,
masing-masing ulangan terdiri dari 2 tanaman. Perlakuan adalah 5 isolat CMA indigenous pisang yang berasal dari
beberapa daerah dan 1 CMA campuran koleksi Balitbu, yaitu: CMA asal Batu Sangkar (var.Buai), CMA asal 50 Kota
(var. Raja Serai), CMA asal Sawahlunto Sijunjung (var. Udang), CMA asal Padang (var. Kepok), CMA asal Padang
Pariaman (var. Manis), CMA campuran koleksi Balitbu (Biorhiza 02 G), dan kontrol (tanpa CMA). Varietas pisang
yang digunakan adalah Ambon Hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat CMA yang diuji mampu
menekan reproduksi R. similis pada tanaman pisang dan dapat mengurangi kerusakan tanaman yang ditimbulkannya
dibanding dengan kontrol. Isolat CMA terbaik untuk mengendalikan nematoda R. similis adalah isolat yang berasal
dari Padang dan Biorhiza 02 G, karena mampu menekan reproduksi nematoda dan mengurangi kerusakan tanaman
pada tingkat yang paling rendah. Isolat CMA yang berasal dari 50 Kota dan Batu Sangkar mampu meningkatkan
toleransi tanaman dengan mengurangi kerusakan yang ditimbulkan nematoda pada tingkat yang sama dengan isolat
CMA dari Padang dan Biorhiza 02 G. Cendawan mikoriza arbuskula berpotensi digunakan sebagai agensia hayati
untuk mengendalikan nematoda R. similis pada tanaman pisang.

ABSTRACT. Jumjunidang. 2009. Efficacy of Indigenous Arbuscular Mycorrhizae (AM) Isolates of Bananas
Against the Damage Caused by Nematode Radopholus similis. on Banana cv. Ambon Hijau. The incidence of root
parasitic nematode Radopholus similis Cobb is one of the constraints on banana production. Arbuscular mycorrhizae
is obligate symbiont which can increase nutrient uptake and the resistance of plant against parasitic nematodes. The
objective of this experiment was to determine the effects of inoculation of various indigenous AM isolates to control
R. similis on banana cv. Ambon Hijau. The experiment was conducted at Disease Laboratory and Screenhouse of
Indonesian Tropical Fruit Research Institute at Solok, from February to December 2004. The experiment was arranged
in a randomized block design with 7 treatments and 4 replications. Each treatment consisted of 2 plants. The treatments
comprised of 5 indigenous AM isolates from several areas of bananas plantation, i.e.; AM from Batu Sangkar (var.
Buai), AM from 50 Kota (var. Raja Serai), AM from Sawahlunto Sijunjung (var. Udang), AM from Padang (var.
Kepok), AM from Padang Pariaman (var. Manis), one mixed AM of Indonesian Tropical Fruit Research Institute
collection (Biorhiza 02 G), and control. The results showed that all of AM isolates were significantly suppress the
reproductive of R. similis on banana and also significantly decrease plant damages caused by that nematode. The
best AM isolates in controlling R. similis were isolates from Padang and Biorhiza 02 G because they were not only
able to suppress reproductiveness of nematode, but also decrease plant damages to lowest level. Isolates from 50
Kota and Batu Sangkar were able to increase plant tolerance by showing lower damages comparable to AM isolates
from Padang and Biorhiza 02 G. Arbuscular mycorrhizae had the potency as biocontrol agent in controlling parasitic
nematode R. similis on banana.


Keywords


Musa sp.; Radopholus similis; Mycorrhizae; Control measured

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v19n2.2009.p%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2013 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats