Uji Daya Hasil Tujuh Genotipe Cabai Rawit pada Ekosistem Dataran Tinggi Pangalengan, Jawa Barat (Yield Trial of Seven Genotypes of Chili in Highland Ecosystem in Pangalengan, West Java)

nFN Kusmana, Yenni Kusandriani, Diny Djuariah

Abstract


Cabai rawit merupakan salah satu sayuran utama petani di dataran tinggi, karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dengan mudah ditanam secara tumpang gilir dengan komoditas sayuran lainnya. Tujuan pengujian adalah mengetahui daya hasil genotipe-genotipe harapan cabai rawit pada agroekosistem dataran tinggi di Pangalengan. Pengujian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak, dengan empat ulangan. Bahan pengujian terdiri dari empat genotipe harapan cabai rawit yang merupakan koleksi plasma nutfah Balai Penelitian Tanaman Sayuran, yaitu CRM 01, CRM 02, CRM 03, dan CRM 04 serta tiga varietas pembanding, yaitu Hot Seed, Patra, dan Bara. Pengujian dilakukan di Desa Gunung Cupu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, 1.500 m dpl. Waktu pengujian bulan Maret sampai dengan Desember 2014. Data yang diamati meliputi data morfologi tanaman dan produktivitas hasil. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter fenotipik antartujuh genotipe yang diuji. Genotipe CRM 03 menampilkan potensi hasil yang tertinggi (9,64 ton/ha), dengan karakter buah muda berwarna putih dan buah tua berwarna merah oranye. Genotipe CRM 03 dan genotipe Bara sangat cocok ditanam di dataran tinggi Pangalengan karena memiliki potensi hasil yang tinggi, yaitu CRM 03 mencapai 9,64 ton/ha sementara varietas pembanding Bara 8,76 ton/ha. Genotipe CRM 03 diharapkan akan menjadi varietas unggul baru cabai rawit yang mempunyai produktivitas tinggi dan cocok ditanam di Pangalengan dan akan mendongkrak produktivitas cabai rawit di Pangalengan dan daerah lainnya yang mempunyai agroekologi mirip dengan dataran tinggi Pangalengan.

Keywords

Cabai rawit (Capsicum sp.); Genotipe; Hasil; Dataran tinggi

Abstract

Chili (Capsicum sp.) is the main vegetable for farmers in the highland because it has high economic value and can be grown intercrop with others vegetables. The objective of the research was to test advanced genotypes of chili on yield under ecosystem highland of Pangalengan. The experimental design was randomized complete block design with four replications. Four genotypes of chili that were CRM01, CRM 02, CRM 03, and CRM 04 derived from advanced genotype from Indonesian Vegetables Research Institute and three varieties as comparison (Hot seed, Patra, and Bara) were used for treatments. The trial was conducted at Pangalengan, Bandung District, West Java Province, 1.500 m above sea level. The experiment was conducted since March until December 2014. Data observed was plant morphology and yield productivity. The result showed that was different phenotypic among the seven genotypes tested. CRM 03 Genotype was showed highest yielding (9.64 ton/ha), which has fruit character white and red orange for young and mature fruit. CRM 03 genotypes as well as variety of Bara was suitable to be grown in highland of Pangalengan due to high yielding. Yield obtained from CRM 03 was 9.64 ton/ha, whereas, Bara was 8.76 ton/ha. CRM 03 genotype hopefully can be released as a new variety with high yielding and adapted for Pangalengan and others locations similar to Pangalengan.


Keywords


Chili (Capsicum sp.); Genotype; Yield; Highland

Full Text:

PDF

References


Arif, AB, Sujiprihati, S & Syukur, M 2011, ‘Pewarisan sifat beberapa karakter kualitatif pada tiga kelompok cabai’, Buletin Plasma Nutfah, vol. 17, no.2, hlm.73-9.

Arif, AB, Sujiprihati, S & Syukur, M 2012, ‘Pendugaan parameter genetik pada beberapa persilangan antara cabai besar dengan cabai kriting (Capsicum annum L.)’, J. Agron. Indonesia, vol. 40, no.2, hlm.119-24.

Deviona, M, Syukur, E, Zuhri & Yunandra 2012, ‘Karakterisasi dan analisis kemiripan 20 genotipe tanaman cabai (Capsicum annum L.)’, Prosiding Nasional Peran Penelitian Bidang Pertanian dan Perikanan Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Untuk Kesejahteraan Petani dan Masyarakat, UGM, 15 September 2012, hlm. 289-300.

Duriat, AS 2008, ‘Pengaruh ekstrak bahan nabati dalam menginduksi ketahanan tanaman cabai terhadap vektor dan penyakit kuning keriting’, J. Hort., vol. 18, no. 4, hlm. 446-56.

Gunaeni, N & Wulandari, AW 2010,‘Cara pengendalian nonkimiawi terhadap serangga vektor kutu daun dan intensitas serangan penyakit virus mosaik pada tanaman cabai merah’, J. Hort., vol. 20, no.4, hlm.368-76.

Gunaeni, N, Kusandriani, Y & Duriat, AS 2013,‘Penentuan standar mutu benih cabai merah berdasarkan fenotip, fisiologi, fisik, dan kesehatan’, Prosiding kongres dan seminar ilmiah perhimpunan hortikultura Indonesia (PERHORTI) Tahun 2013, Institut Pertanian Bogor, hlm. 418-24.

Hill, J 1975, ‘Genotypes x environment interaction a challanges for plant breeding’, J.Agric.Sci., vol. 85, pp.477-93.

Kartina, N & Satoto 2014,’Ekspresi daya hasil beberapa kombinasi baru padi hibrida’, Capaian kegiatan pemuliaan dalam menyongsong milenium development goal (MDGs)’, Prosiding Nasional PERIPI, Pekanbaru, 10 Juni 2014, hlm 290-4.

Kementerian Pertanian 2014, Luas panen, produksi, dan produktivitas cabai besar dan cabai rawit tahun 2014, diakses tanggal 20 Juli 2015, .

Kirana, R & Kusmana 2014, ‘Seleksi cabai asal introduksi menggunakan metode pedigree’, Capaian kegiatan pemuliaan dalam menyongsong milenium development goal (MDGs)’, Prosiding Nasional PERIPI, Pekanbaru, 10 Juni 2014, hlm. 236-42.

Kirana, R, Kusmana, Hasyim, A & Sutarya, R 2014, ‘Persilangan cabai merah tahan penyakit antraknosa (Colectricum acutatum)’, J. Hort., vol. 24, no. 3, hlm.189-95.

Kusmana, Kirana, R, Hidayat, IM & Kusadriani, Y 2009, ‘Uji adaptasi beberapa galur cabai merah di dataran medium Garut dan dataran tinggi Lembang’, J.Hort., vol. 19, no. 4, hlm. 371-6.

Kusmana 2013, ‘Perakitan varietas unggul cabai dan sayuran lainnya untuk meningkatkan nilai tambah’, Laporan Akhir RPTP, DIPA 2013, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang.

Kusmana, Kusandriani, Y, Kirana, R & Liferdi, 2016, ‘Keragaan tiga galur cabai merah pada ekosistem dataran tinggi Lembang, Jawa Barat’, J.Hort., vol. 26, no. 2, hlm. 133-42.

Nasir, M 1999, ‘Efek heterosis dan heterobeltiosis pada tanaman lombok (Capsicum annum L.)’, Habitat, vol.10 no.105, hlm. 39-43.

Ritongga, AW, Syukur, M, Yunianti, R & Sobir 2013, ‘Pewarisan sifat karakter kualitatif dan kuantitatif pada hipokotil dan kotiledon cabai (Capsicum annum L.)’, Prosiding Seminar Ilmiah PERHORTI, Bogor, 9 Oktober 2013, hlm. 238-49.

Steven, MA & Rudich, J 1978,’Genetic potential for overcoming physiological limitation on adaptability yield and quality on tomato rifening’, HortSci., vol.13, pp. 673-8.

Sukrasno, Kusmardiyani, S, Tarini, S & Sugiarso, NL 1997, ‘Kandungan kapsaisin dan dihidrokapsaisin pada berbagai buah Capsicum’, J. Matematik & Sains, vol.2, no.1, hlm.28-34.

Sumadi, E, Suminar, M & Abdul Hakim 2012, ‘Pengaruh ukuran umbi G2 dan konsentrasi Paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil umbi kentang G3 (Solanum tuberosum L.) di dataran medium’, Prosiding Nasional Peran Penelitian Bidang Pertanian dan Perikanan dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Petani dan Masyarakat, UGM, 15 September 2012, hlm.137-46.

Suryaningsih 2008, ‘Pengendalian penyakit sayuran yang ditanam dengan sistem budidaya mosaik pada pertanian periurban’, J. Hort., vol.18, no.2, hlm.200-11.

Sutiarso, TA & Setiawati, W 2010, ‘Kajian teknis dan ekonomis sistem tanam dua varietas cabai merah di dataran tinggi’, J.Hort., vol. 20, no. 3, hlm. 284-98.

Syukur, M, Sujiprihati, S, Yunianti, R 2012, Teknik pemuliaan tanaman, Penerbit Swadaya, Bogor.

Syukur, M, Sujiprihati, S, Yunianti, R & Nida, K 2010, ‘Pendugaan komponen ragam, heritabilitas, dan korelasi untuk menetukan kriteria cabai’, J. Hort. Indonesia, vol.1, no.3, hlm.74-80.

Warid, AQ, Rachmadi, M, Sauman, J & Nuri, I, 2013, ‘Penampilan fenotipik, variabilitas, dan heritabilitas 32 genotipe cabai merah berdaya hasil tinggi’, J. Agron. Indonesia, vol.41, no.2, hlm.140-6 .

Winny, DM, Rostini, N, Carsono, N, Kirana, R Minarsih, H, Damayanti, F & Suminar, R 2014, ‘Analisis keragaman genetik 45 genotip cabai merah berdasarkan marka agro-morfologi’, Capaian kegiatan pemuliaan dalam menyongsong milenium development goal (MDGs), Prosiding Nasional PERIPI, Pekanbaru, 10 Juni 2014, hlm. 391-9.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v27n2.2017.p147-154

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2017 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

        

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats