Identifikasi Gejala dan Kisaran Inang Enam Isolat Begomovirus Cabai di Indonesia (Symptom and Host Range Identification of Six Chilli Begomovirus Isolate in Indonesia)

Redy Gaswanto, Muhamad Syukur, Sri Hendrastuti Hidayat, Neni Gunaeni

Abstract


Perkembangan infeksi Begomovirus pada cabai di Indonesia tidak menutup kemungkinan adanya isolat baru yang berbeda gejala dan kisaran inangnya. Tujuan penelitian adalah melakukan identifikasi isolat Begomovirus cabai dari beberapa sentra produksi di Indonesia berdasarkan gejala dan kisaran inangnya. Penelitian dilakukan di Laboratorium dan Rumah Kasa Virologi Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang, dari Bulan Mei 2013 sampai dengan Agustus 2013. Isolat Begomovirus cabai diperoleh dari enam daerah, yaitu Leuwikopo-Bogor, Brebes, Magelang, Kediri, Blitar, dan Karangploso-Malang. Isolat Begomovirus cabai tersebut diisolasi dan dipelihara pada benih tanaman cabai sehat varietas Tanjung-2 dengan cara ditularkan melalui serangga vektor Bemisia tabaci nonviruliferous. Deteksi isolat Begomovirus cabai secara polymerase chain reaction (PCR) menggunakan sepasang primer universal pAL1v1978/pAR1c715. Identifikasi gejala dan kisaran inang dilakukan pada sembilan jenis tanaman indikator, yaitu cabai, tomat, terung, kacang panjang, buncis, mentimun, babadotan, caisim, dan bayam duri. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Amplifikasi PCR menggunakan primer universal pAL1v1978/pAR1c715 terhadap enam isolat Begomovirus cabai berhasil memperoleh fragmen DNA berukuran 1.600 kb. Isolat Begomovirus cabai asal Brebes, Magelang, Kediri, Blitar, dan Karangploso berhasil ditularkan pada tanaman indikator cabai, tomat, terung, mentimun, kacang buncis, kacang panjang, dan babadotan, namun tidak berhasil ditularkan pada tanaman caisim dan bayam duri. Pada tanaman cabai, isolat Begomovirus asal Brebes lebih virulen 3,3–10% untuk tingkat kejadian penyakit dengan masa inkubasi lebih cepat 2,7–3,7 hari dibandingkan isolat Begomovirus asal Bogor, Magelang, Kediri, Blitar, dan Malang. Untuk kepastian perbedaan enam isolat Begomovirus cabai secara molekuler, disarankan untuk analisis perunutan DNA.

Keywords

Begomovirus; Gejala; Kisaran inang; Virulen

Abstract

Possibility Begomovirus infection on chilli in Indonesia continually could appear a new isolate. The research was aimed at identifying chilli Begomovirus isolate from some chilli area in Indonesia according to their symptom dan host range. The research was conducted at virology’s Laboratory and Screen Net House of the Indonesian Vegetable Research Institute (IVEGRI), from May to August 2013. Chilli Begomovirus isolates from six area were collected, namely: Leuwikopo-Bogor, Brebes, Magelang, Kediri, Blitar, and Karangploso-Malang. All isolates were isolated and maintained to the healthy chilli seedling of Tanjung-2 variety transmitted by insect vector B. tabaci nonviruliferous. The molecular isolate detection by polymerase chain reaction (PCR) using a pair of universal primers pAL1v1978/pAR1c715. Nine indicator plants were used to identify their symptom and host range, namely chilli, tomato, eggplant, yardlong bean, bean, cucumber, ageratum, caisim, and wild spinach. A randomized block design was used with three replications. Amplification on six chilli Begomovirus isolates. Isolates from Brebes, Magelang, Kediri, Blitar, and Karangploso were succesfully transmitted to various indicator plants, i.e chilli, tomato, eggplant, cucumber, bean, yardlong bean, and ageratum weed, but failed on caisim and wild spinach. Isolate from Brebes was 3.3–10.0% more virulent (disease incident parameter) and 2.7–3.7% days shorter (incubation time parameter) than isolate from Bogor, Magelang, Kediri, Blitar, and Malang. DNA sequencing analysis is recommended to be done. Further DNA sequencing was recommended to confirm the moleculer diffferences among the six chilli Begomovirus isolates.


Keywords


Begomovirus; Symptom; Host range; Virulen

Full Text:

PDF

References


Aidawati, N, Yusriadi & Hidayat, SH 2001, ‘Kisaran inang virus gemini asal tanaman cabai dari Guntung Payung, Kalimantan Selatan’, Prosiding Kongres Nasional XVI dan Seminar Ilmiah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia, Bogor, 23-24 Agustus 2001, hlm. 348-52.

Aidawati, N, Hidayat, SH, Suseno, R & Sosromarsono 2002, ‘Transmition of an Indonesian isolate of tobacco leaf curl virus (gemini virus) by Bemisia tabaci Genn. (Hemiptera: Aleyrodidae)’, J. Plant Pathol., vol. 18, no. 5, pp. 231-6.

Aidawati, N, Hidayat, SH, Suseno, R, Hidayat, P & Sujiprihati, S 2005, ‘Identifikasi gemini virus yang menginfeksi tomat berdasarkan pada teknik polymerase chain reaction-restriction fragment length polymorphism’, J. Mikrobiol Indon., vol. 10, no. 1, hlm. 29-32.

Cohen, S, Duffus, JE, Larsen, RC, Liu, HY & Flock, RA 1983, ‘Purification, serology, and vector relationships of squash leaf curl virus a whitefly transmitted gemini virus’, J. Phytopathol., vol. 3. pp. 1669-73.

Dawson, W 1999, ‘Tobacco mosaic virus virulence and avirulence’, Phil. Trans., vol. 354, pp. 645-51.

Direktorat Jendral Hortikultura 2014, Statistik hortikultura tahun 2013 (angka tetap), Kementerian Pertanian, Jakarta.

Duriat, AS 2008, ‘Pengaruh ekstrak bahan nabati dalam menginduksi ketahanan tanaman cabai terhadap vektor dan penyakit kuning keriting’, J. Hort., vol. 18, no. 4, hlm. 446-56.

Ganefianti, DW, Sujiprihati, S, Hidayat, SH & Syukur, M 2008, ‘Metode penularan dan uji ketahanan genotipe cabai terhadap Begomovirus’, Akta Agrosia, vol. 11, no.2, hlm. 162-9.

Greenleaf, WH 1986, Pepper breeding, In: Breeding vegetable crops, AVI Pub. Co. Inc, Connecticut.

Hidayat, SH, Rusli, E & Aidawati, N 1999, ‘Penggunaan primer universal dalam polymerase chain reaction untuk mendeteksi virus gemini pada cabe’, Prosiding Kongres Nasional XV dan Seminar Ilmiah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia, Purwokerto, 16-18 September 1999, hlm. 355-9.

Hidayat, SH 2003, ‘Rangkuman hasil penelitian gemini virus di Indonesia: Sebagai bahan diskusi untuk menghadapi peningkatan infeksi gemini virus pada cabai’, Seminar sehari pengenalan dan pengendalian penyakit virus pada cabai, Direktorat Perlindungan Hortikultura, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Jakarta.

Mudmainah, S & Purwanto 2010, ‘Deteksi Begomovirus pada tanaman cabai merah dengan I-Elisa test dan teknik PCR’, J. Agroland, vol. 17, no. 2, hlm. 101-7.

Nurulita, S 2014, molecular characterization of Begomovirus infecting yard long bean (Vigna unguiculata subsp, sesquipedalis L.) and construction of its specific primers, Thesis, Bogor Agricultural University, 49 pp.

Nurulita, S, Hidayat, SH, Mutaqin, KH & Thomas, JE 2015, ‘Molecular characterization of Begomovirus infecting yard long bean (Vigna unguiculata subsp. sesquipedalis L.) in Java, Indonesia’, J Biotropia, vol. 22, no.1, pp. 53-60.

Paradisa, Y B 2012,’ Pembuatan antibodi rekombinan Begomovirus Tesis, Sekolah Pascasarjana, UGM, Yogyakarta, 59 hlm.

Polston, JE & Anderson, PK 1997, ‘The emergence of whitefly-transmitted geminiviruses in tomato in western hemisphere’, Plant Dis., vol. 81, no.12, pp.1358-69.

Rahim, YF, Tri, AD & Munif, G 2015, ‘Deteksi virus yang menginfeksi kedelai di Jawa Barat’, J. Fitopatol. Indones., vol. 11, no. 2, hlm. 59-67.

Renteria-Canett, IR, Xoconostle-Cazares, B, Ruiz Medrano, R & Rivera-Bustamante RF 2011, ‘Gemini virus mixed infection on pepper plants: Synergistic interaction between PHYVV and PepGMV’, Virology Journal, vol. 8, pp. 104-17.

Rojas, MR, Gilbertson, RL, Russel, DR & Maxwell, DP 1993, ‘Use of degenerate primers in the polymerase chain reaction to detect whitefly transmitted geminiviruses’, Plant Dis., vol. 77, pp. 340-7.

Rusli, ES, Hidayat, SH, Suseno, R & Tjahjono, B 1999, ‘Virus gemini pada cabai: Variasi gejala dan studi cara penularan’, Bul. HPT, vol. 11, no.1, hlm. 26-31.

Santoso, TJ, Hidayat, SH, Herman, M, Aswidinnoor, H & Sudarsono 2008, ‘Identitas dan keragaman genetik Begomovirus yang berasosiasi dengan penyakit keriting pada tomat berdasarkan teknik polymerase chain reaction (PCR)-restriction fragment lenght polymorphism (RFLP)’, J. AgroBiogen, vol. 4, no. 1, hlm. 9-17.

Setiawati, W, Udiarto, BK & Soetiarso, TA 2008, ‘Pengaruh varietas dan sistem tanam cabai merah terhadap penekanan populasi hama kutu kebul’, J. Hort., vol. 18, no.1, hlm. 55-61.

Sinaga, MS 2003, Dasar-dasar ilmu penyakit tumbuhan, Penebar Swadaya, Jakarta.

Subagyo, VNO & Hidayat, P 2014, ‘Neraca kehidupan kutu kebul Bemisia tabaci (Gennadius) (Hemiptera: Aleyrodidae) pada tanaman cabai dan gulma babadotan pada suhu 25oC dan 29oC’, Jurnal Entomologi Indonesia, vol. 11, no.1, hlm. 1-8

Sudiono & Purnomo 2009, ‘Hubungan antara populasi kutu kebul dan penyakit kuning pada cabai di Lampung Barat’, J. HPT Tropika., vol. 9, no. 2, hlm. 115-20

Sulandari, S, Suseno, R, Hidayat SH, Harjosudarmo, J & Sosromarsono, S 2001, ‘Deteksi virus gemini pada cabai di daerah istimewa Yogyakarta’, Prosiding Kongres dan Seminar Nasional Perhimpunan Fitopatologi Indonesia XVI, Bogor, 23-24 Agustus 2001.

Sulandari, S, Suseno, R, Hidayat, SH, Harjosudarmo, J & Sosromarsono, S 2004, ‘Pembuatan antiserum dan kajian serologi virus penyebab penyakit daun keriting kuning cabai’, J. Pertan. Ind., vol. 10, no. 1, hlm. 42-52.

Sulandari, S, Suseno, R, Hidayat, SH, Harjosudarno, J & Sosromarsono, S 2006, ‘Deteksi dan kajian kisaran inang virus penyebab penyakit daun keriting kuning cabai’, J. Hayati, vol. 13, no. 4, hlm. 1-6.

Udiarto, BK, Hidayat, P, Rauf, A, Pudjianto & Hidayat, SH 2012, ‘Kajian potensi predator coccinellidae untuk pengendalian Bemisia tabaci (Gennadius) pada cabai merah’, J. Hort., vol. 22, no. 1. hlm. 76-84

Yunita & Sudarsono 2004, ‘Metode inokulasi dan reaksi ketahanan 30 genotipe kacang tanah terhadap penyakit busuk batang Sclerotium’, J. Hayati, vol. 11, no.2, hlm. 53-8.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v26n2.2016.p223-234

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2016 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats