Keragaan Tiga Galur Lanjut Cabai Merah Pada Ekosistem Dataran Tinggi Lembang, Jawa Barat (Performance of Three New Advanced of Hot Pepper Genotypes Grown on High Land Ecosystem of Lembang, West Java)

nFN Kusmana, Yenni Kusandriani, Rinda Kirana, Liferdi Lukman

Abstract


Cabai merupakan sayuran penting yang banyak digunakan masyarakat di Indonesia. Pengujian dilakukan dibawah kondisi agro ekosistem dataran tinggi di  Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima ulangan. Tiga galur baru cabai  merah yaitu,  1) PP 0537-7558, 2) YK-1, 3) YK-2 serta dua vartietas pembanding  Perisai dan Tanjung- 2 dijadikan sebagai perlakuan.  Setiap plot ditanami 30 tanaman per plot. Peubah yang diamati diantaranya ialah tinggi tanaman, vigor tanaman, intensitas kerusakan oleh Antracnosa dan virus kuning,  hasil panen bobot dan jumlah buah, serta panjang buah yang merupakan karakter kuantitatif. Untuk karakter kualitatif yang diamati ialah data yang diperlukan untuk penyusunan deskripsi morfologi tanaman. Hasil pengujian diketahui bahwa, peroleh bahwa, galur YK-2 menampilkan vigor tanaman yang paling bagus.  Disamping itu galur tersebut menampilkan tinggi tanaman yang tertinggi. Potensi hasil paling tinggi dihasilkan galur YK-2 (22,64 ton/ha) nyata lebih tinggi dibandingkan kedua varietas pembandingnya yaitu Perisai (14,96 ton/ha) dan Tanjung-2 (14,62 ton/ha). Disamping itu galur YK-2 memiliki panjang buah yang ideal yaitu 15,08 cm, lebih panjang dari varietas pembanding Perisai (9,06 cm). Galur-galur yang diuji dapat dideskripsikan dengan cukup lengkap. Implikasi dari kegiatan ini terpilih satu galur advanced cabai untuk pengujian lebih lanjut.

Keyword

Capsicum annuum L.; Galur; Keragaan; Ekosistem; Dataran tinggi 

Abstract

Hot pepper is one of important vegetable crops which are consumed by most Indonesian people for ingredient of daily menu. Production and quality yield are affected by interaction of genotypes and environment. Therefore, in the breeding program of hot pepper adaptation test of the genotypes to the spesific environment is a must. The experiment was conducted at high land ecosystem in Lembang, District Bandung,  West Java Province. The experimental used  randomized complete block design with five replications. Three genotypes of hot pepper  used in this experiment were (1) PP 0537-7558, (2) YK-1, and (3) YK-2 and two varieties Perisai and Tanjung- 2 as control variety.  Each plot was planted by 30 plants. Data collected were plant height, plant vigor, intensity plant damage due to anthracnose and yellowing virus,  fruit weight, fruit size, numbers of fruit, and morphology data. The results of research showed that  the most vigorous and  the highest plant was obtained from YK-2 genotype. The highest yielding was also obtained from YK-2 genotype (22.64 ton/ha) and significantly different compared to control varieties Tanjung-2 (14.62 ton/ha) and Perisai (14.96 ton/ha). YK-2 genotipe had  an ideal of fruit length (15,08 cm) which are longer than that of cv. Perisai (9.06 cm). The genotypes tested was morphologically characterized based on local growth condition.


Keywords


Capsicum annuum L.; Genotypes; Performance; Ecosystem; High land

Full Text:

PDF

References


Amalia, L, Setiamihardja, R, Karmana, MH & Permadi, AH 1994, ‘Pewarisan, heritabilitas, dan kemajuan genetik ketahanan tanaman cabai merah terhadap penyakit antraknos’, Zuriat, vol.5, no.1, hlm. 68-74.

Ameriana, M 2000, ‘Penilaian konsumen rumah tangga terhadap kualitas cabai’, J. Hort., vol. 10, no. 1, hlm. 61-1.

Amilin, A, Setiamihardja, R, Baihaki, A & Karmana, MH, 1995, ‘Pewarisan, heritabilitas, dan kemajuan genetik ketahanan terhadap antraknos pada persilangan cabai rawit x cabai merah’, Zuriat, vol. 6, No.2, hlm. 74-80.

Arif, AB, Sujiprihati, S & Syukur, M 2011, ‘Pewarisan sifat beberapa karakter kualitatif pada tiga kelompok cabai’. Buletin Plasma Nutfah, vol. 17, no. 2, hlm. 73-9.

Arif, AB, Sujiprihati, S & Syukur, M, 2012, ‘Pendugaan parameter genetik pada beberapa persilangan antara cabai besar dengan cabai kriting (Capsicum annum L)’. J. Agron. Indonesia, vol. 40, no. 2, hlm. 119-24

BPS 2015, Luas panen, produksi dan produktivitas cabai besar 2010-2014, diunduh 20 Juli 2015, .

Deviona, Syukur, M, Zuhri, E & Yunandra 2012, ‘Karakterisasi dan analisis kemiripan 20 genotipe tanaman cabai (Capsicum annum L.)’, Prosiding Nasional, Peran Penelitian Bidang Pertanian dan Perikanan dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Petani dan Masyarakat, UGM 15 September 2012, Hlm. 289-300.

De Vries, P, Rabbinge, R & Groot, JJ 1997, ‘Potential and attainable food production and food security in different regions’, Phil.Trans. R. Sos.Lond. B, vol. 352, no. 1356, pp. 917-28.

Duriat, AS 2008, ‘Pengaruh ekstrak bahan nabati dalam menginduksi ketahanan tanaman cabai terhadap vektor dan penyakit kuning kriting’, J. Hort., vol. 18, no. 4, hlm. 446-56.

Gunadi, N & Sulastrini, I 2013, ‘Penggunaan netting house dan mulsa plastik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah’, J. Hort., vol. 23, no. 1, hlm. 36-46.

Gunaeni, N, Kusandriani, Y & Duriat, AS 2013, ‘Penentuan standar mutu benih cabai merah berdasarkan fenotip, fisiologi, fisik, dan kesehatan’, Prosiding Kongres dan Seminar Ilmiah Perhimpunan Hortikultura Indonesia (PERHORTI) tahun 2013, Institut Pertanian Bogor, hlm. 418-24.

Gunaeni, N & Wulandari, AW 2010, ‘Cara pengendalian non kimiawi terhadap serangga vektor kutu daun dan intensitas serangan penyakit virus mosaik pada tanaman cabai merah’, J. Hort, vol. 20, no. 4, hlm. 368-76.

Handayani, T & Hidayat, IM 2012, ‘Keragaan genetik dan heritabilitas beberapa karakter utama pada kedelai sayur dan implikasinya untuk seleksi perbaikan produksi’, J. Hort., vol. 22, no. 4, hlm. 327-33.

Hartati, S, Wiyono, S, Hidayat, SH & Sinaga, MS 2014, ‘Seleksi khamir efifit sebagai agens antagonis penyakit antraknose pada cabai’, J. Hort., vol. 24, no. 3, hlm. 258-65.

Kasno, A,A, Bari, A,A, Matjik, S, Salahudin, S, Sumaatmaja & Subandi 1987, ‘Telaah interaksi genotipa x lingkungan pada kacang tanah. Pendugaan parameter genetik hasil & komponen hasil kacang tanah’, Penelitian Palawija, vol. 2, no. 2, hlm. 81-88.

Kirana, R, Kusmana, Hasyim, A & Sutarya, R 2015, ‘Persilangan cabai merah tahan penyakit antraknose (Collectrichum acutatum)’, J. Hort., vol. 24, no. 3, hlm. 189-95.

Krestini, EH, Azmi, C & Kirana, R 2011, ‘Resistensi 7 genotipe cabai terhadap pathogen antraknosa (Collectricum capsicii) di laboratorium, ‘Prosiding Seminar Nasional. PERIPI Komda Jabar. Jatinangor 10 Desember 2011, hlm. 98-103.

Krestini, EH, Kirana, R & Azmi, C 2012,‘Intensitas serangan penyakit antraknose terhadap tujuh genotip cabai (Capsicum annuum L.) di laboratorium’. Prosiding Seminar Nasional Pemanfaatan SDG Lokal Mendukung Industri Perbenihan Nasional, Universitas Padjadjaran, hlm. 98-103.

Kusmana, Kirana, R, Hidayat, IM & Kusadriani, Y 2009, ‘Uji adaptasi beberapa galur cabai merah di dataran medium Garut dan dataran tinggi Lembang’, J. Hort., vol. 19, no. 4, hlm. 371-6.

Kusmana 2005, ‘Uji stabilitas hasil umbi 7 genotipe kentang di dataran tinggi Pulau Jawa’, J. Hort., vol. 15, no. 4, hlm. 254-9.

Latifah, E, Widiastuty, E & Boga, K 2012, ‘Uji adaptasi beberapa galur cabai (Capsicum annum L) AVRDC di dataran medium Malang’, Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Hortikultura Indonesia, UPN Veteran Jatim, hlm. 351-61.

Mangundidjojo, W, 2003, ‘Dasar-dasar pemuliaan tanaman’, Penerbit Kanisius, Jogjakarta, 194 hlm.

Mistry, DS, Sharma, IP & Patel, ST 2008, ‘Biochemical parameters of chilly fruits as influenced by collectroticum capsici (Sydow) Butler and Bisby infection’, Karnaka Journal of Agricultural Science, vol. 21, no. 4, pp. 586-7.

Moekasan, T & Prabaningrum, N 2012, ‘Penggunaan rumah kasa untuk mengatasi serangan organisme pengganggu tumbuhan pada tanaman cabai merah di dataran rendah’, J.Hort., vol. 22, no. 1, hlm. 57-65.

Sanjaya, L, Wattimena, GA, Guharja, E, Yusuf, M, Aswidinnoor, H & Piet Stam 2003, ‘Karakter ketahanan cabai terhadap penyakit antraknos’, Jurnal Bioteknologi Pertanian, vol. 7, no. 2, pp. 43-54.

Setiawati, W, Gunaeni, N, Subhan & Muharam, A 2011, ‘Pengaruh pemupukan dan tumpangsari antara tomat dan kubis terhadap populasi Benisia tabaci dan insiden penyakit virus kuning pada tanaman tomat’, J. Hort., vol. 21, no. 2, hlm. 135-44.

Sofiari, E & Kirana, R 2009, ‘Analisis pola segregasi dan distribusi beberapa karakter cabai’, J.Hort., vol. 19, no. 3, hlm. 225-63.

Suryaningsih 2008, ‘Pengendalian penyakit sayuran yang ditanam dengan sistem budidaya mosaik pada pertanian periurban’, J. Hort., vol. 18, no. 2, hlm. 200-11.

Syukur, M, Sujiprihati, S, Yunianti, R, & Nida, K 2010, ‘Pendugaan komponen ragam, heritabilitas dan korelasi untuk menetukan kriteria cabai’, J. Hort. Indonesia, vol. 1, no. 3, hlm. 74-80.

Steven, M, A & Rudich, J 1978, ‘Genetic potential for overcoming physiological limitation on adaptability yield & quality in the tomato rifening’. Hort. Sci., vol. 13, pp. 673-8.

Sutiarso, TA & Setiawati, W 2010, ‘Kajian teknis dan ekonomis sistem tanam dua varietas cabai merah di dataran tinggi’, J. Hort., vol. 20, no. 3, hlm. 284-98.

Tenaya, I.M.N, Setiamihardja, R, Baihaki, A & Natasasmita,S 2003, ‘Heritabilitas dan aksi gen kandungan fruktosa, kandungan kapsaisin, dan aktivitas enzim peroksidase pada hasil persilangan antar spesies cabai rawit x cabai merah’, Zuriat ,vol. 14, no. 1, hlm. 26-34.

Warid, AQ, M, Rachmadi, J, Sauman & I, Nuri 2013, ‘Penampilan fenotipik, variabilitas, dan heritabilitas 32 genotipe cabai merah berdaya hasil tinggi’, J. Agron. Indonesia, vol. 41, no. 2, hlm. 140-6 .




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v26n2.2016.p133-142

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2016 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

        

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats