Distribusi dan Kelimpahan Populasi Orong - orong (Gryllotalpa hirsuta Burmeister.), Uret (Phyllophaga javana Brenske.), dan Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufnagel.) di Sentra Produksi Kentang di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Wiwin Setyawati, A. Hudayya, H. Jayanti

Abstract


Dalam usaha agribisnis tanaman kentang (Solanum tuberosum L.), para petani kentang di negara - negara berkembang sering dihadapkan pada berbagai masalah, salah satunya ialah serangan OPT kentang yang dapat mencapai 20 jenis. Di antara ke-20 jenis OPT tersebut, orong - orong, uret, dan ulat tanah merupakan OPT penting yang hidup di dalam tanah yang dapat menyebabkan kehilangan hasil sampai dengan 50%. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis - jenis OPT yang terdapat dalam tanah, distribusi dan kelimpahannya di beberapa biotop yang berbeda serta faktor - faktor lingkungan yang memengaruhi keberadaannya. Penelitian dilakukan sejak Juni sampai dengan Agustus 2012 di dua provinsi sentra produksi kentang yaitu di Jawa Barat (Kabupaten Garut dan Bandung) dan Jawa Tengah (Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo). Metode penelitian yang digunakan ialah metode survai, penarikan contoh dilakukan dengan metode stratified multistage sampling. Stratum yang digunakan ialah luas areal kentang. Biotop yang diambil berupa lahan pertanaman kentang, lahan bekas kentang, dan lahan penyimpanan pupuk kandang. Pencuplikan dilakukan dengan metode kuadrat (1 m2, sedalam 20 cm) dengan pengambilan lima cuplikan per biotop per lokasi tinjau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OPT tanah yang ditemukan di lokasi tinjau ialah orong-orong (G. hirsuta), uret (P. javana), dan ulat tanah (A. ipsilon). Kepadatan populasi ketiga OPT tersebut berbeda tergantung pada jenis biotop dan lokasi tinjau. Untuk G. hirsuta kepadatan populasi berkisar antara 1,0 – 32,0 ekor/m2, P. javana 1,0–33,0 ekor/m2 dan A.ipsilon 1,0 – 6,0 ekor/m2. Biotop padang rumput (43,05%) ternyata paling disukai oleh OPT tanah untuk kelulushidupannya, diikuti berturut-turut oleh bekas kentang (21,83%), pupuk kandang (21,53%), dan biotop kentang  (13,59%). Persentase keberadaan OPT tanah tertinggi yaitu P. javana sebesar 70,23% diikuti G. hirsuta sebesar 26,26% dan A. ipsilon sebesar 3,51%. Faktor fisik tanah yang memengaruhi kelulushidupan OPT tanah ialah pH tanah dan kadar air tanah. Informasi mengenai distribusi dan kelimpahan OPT tanah dapat digunakan sebagai landasan untuk merakit dan mengembangkan teknologi PHT untuk OPT tanah yang lebih akurat terutama untuk mengatasi perubahan iklim.

Keywords


Solanum tuberosum; Gryllotalpa hirsuta; Phyllophaga javana; Agrotis ipsilon; Distribusi; Kelimpahan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v24n1.2014.p65-75

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2016 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats