Perbaikan Kelayakan Usahatani Bawang Merah pada Dataran Tinggi di Bali Melalui Perbaikan Teknologi Budidaya (Improving Feasibility of Shallot Farming at High Land in Bali Through the Improvement of Cultivation Technology)

Nyoman Ngurah Arya, I Ketut Mahaputra, I Made Budiartana

Abstract


Usahatani bawang merah telah menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian petani di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Namun, biaya usahatani yang dibutuhkan semakin meningkat dan dapat berdampak terhadap penurunan efisiensinya. Pengkajian ini bertujuan menganalisis kelayakan paket teknologi usahatani bawang merah. Pengkajian terdiri atas tiga perlakuan dan 15 ulangan, yakni: p0 = teknologi eksisting (jarak tanam 23 cm x 23 cm + 12,5 – 15 ton pupuk kandang ayam/ha + 330 kg Urea/ha + 300 kg ZA/ha + 360 kg NPK 16:16:16/ha + pestisida kimia); p1 = jarak tanam 20 cm x 15 cm + 5 ton kompos kotoran sapi/ha + 500 kg ZA/ha + 600 kg NPK 16:16:16/ha + feromon exi + pestisida kimia; dan p2 = jarak tanam 23 cm x 23 cm+ 5 ton kompos kotoran sapi/ha + 500 kg ZA/ha + 600 kg NPK 16:16:16/ha + feromon exi + pestisida kimia. Lahan yang digunakan seluas 1,35 ha melibatkan 15 orang petani. Luas setiap perlakuan adalah 300 m2 sehingga luas lahan yang digunakan pada masing-masing petani adalah 900 m2. Penanaman dilakukan pada April 2106. Kelayakan usahatani dianalisis dengan pendekatan R/C rasio. Hasil analisis menunjukkan bahwa paket teknologi p2 memiliki kelayakan lebih baik daripada teknologi eksisting.

Keywords

Kelayakan; Feromon exi; Jarak tanam; Kompos sapi

Abstract

Shallot farming has become the main source of income for some farmers in Kintamani District, Bangli Regency. However, the facts that shallot production costs tend to be more expensive over the year may have negative impacts to farm efficiency and farmers’ income. This study was aimed to analyze the feasibility of shallot farming technology packages alternative. The study consisted of 15 replications and three treatments, namely: p0 = existing technology (spacing 23cm x 23cm + 12.5 – 15 tons chicken manure/ha + 330 kg Urea/ha + 300 kg ZA/ha + 360 kg NPK 16:16:16/ha + chemical pesticides); p1 = spacing of 20cm x 15cm + 5 tons cow compost/ha + 500 kg ZA/ha + 600 kg NPK 16:16:16/ha + sex pheromone + chemical pesticides; and p2 = spacing of 23 cm x 23 cm + 5 tons cow compost/ha + 500 kg ZA/ha + 600 kg NPK 16:16:16/ha + sex pheromone + chemical pesticides. Land used is 1.35 ha involving 15 farmers. The area of each treatment is 300 m2, so the area of land used in each farmer is 900 m2. Planting was done in April 2106. The feasibility of shallot farming was analyzed by R/C ratio. The result of analysis showed that, technology package on p2 has a better feasibility than existing technology.


Keywords


Feasibility; Sex pheromone; Plant spacing; Cow compost

Full Text:

PDF

References


Azmi, C, Hidayat, IM & Wiguna, G 2016, ‘Pengaruh varietas dan ukuran umbi terhadap produktivitas bawang merah’, J. Hort., vol. 21, no. 3, pp. 206–213.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali 2017, ‘Provinsi Bali Dalam Angka’, , p. 237, accessed September 30, 2018, from .

Basuki, RS 2011, ‘Farmers’ knowledge and effectiveness of insecticide uses by farmers in controlling Spodoptera exigua on shallots in Brebes and Cirebon’, Indonesian Journal of Agriculture, vol. 4, no. 1, pp. 22–32, accessed from .

Entaunayah, N, Barus, H & Adrianton 2015, ‘Tanggap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Lembah Palu pada berbagai ukuran umbi dan dosis pupuk kalium’, J. Agroland, vol. 22, no. 2, pp. 106–113.

Fauzan, M 2016, ‘Pendapatan, risiko dan efisiensi ekonomi usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul’, AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, vol. 2, no. 2, pp. 107–117.

Gunadi, N 2009, ‘Kalium sulfat dan kalium klorida sebagai sumber pupuk kalium pada tanaman bawang merah’, J. Hort, vol. 19, no. 2, pp. 174–185.

Haryati, Y & Nurawan, A 2009, ‘Peluang pengembangan feromon seks dalam pengendalian hama ulat bawang’, Jurnal Litbang Pertanian, vol. 28, no. 2, pp. 72–77.

Mariawan, IM, Madauna, IS & Adrianton 2015, ‘Perbaikan teknologi produksi benih bawang merah (Allium cepa L .) melalui pengaturan jarak tanam dan pemupukan kalium’, e-J. Agrotekbis, vol. 3, no. 2, pp. 149–157.

Marsadi, D, Suparta, IW & Sunari, A 2017, ‘Invasi dan tingkat serangan ulat bawang (Spodoptera exigua Hubner) pada dua kultivar tanaman bawang merah di Desa Songan, Kecamatan Kintamani’, vol. 6, no. 4, pp. 360–369.

Moekasan, T, Basuki, R & Prabaningrum, L 2012, ‘Penerapan ambang organisme pengganggu tumbuhan pada budidaya bawang merah dalam upaya mengurangi penggunaan pestisida’, J. Hort., vol. 22, no. 1, pp. 47–56.

Moekasan, T, Prabaningrum, L & Adiyoga, W 2014, Cara kerja dan daftar pestisida serta strategi pergilirnnya pada budidaya tanaman sayuran dan palawija, N Gunadi & A Karyadi (eds), Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Wageningen University and Research Center, The Netherlands bekerja sama dengan PT E.

Moekasan, TK, Setiawati, W, Hasan, F, Runa, R & Somantri, A 2013, ‘Penetapan ambang pengendalian Spodoptera exigua pada tanaman bawang merah menggunakan feromonoid seks’, J. Hort., vol. 23, no. 1, pp. 80–90.

Napitupulu, D & Winarto, L 2010, ‘Pengaruh pemberian pupuk N dan K terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah’, J. Hort., vol. 20, no. 1, pp. 27–35.

Nuraeni, D & Anindita, R 2015, ‘Analisis variasi harga dan integrasi pasar bawang merah di Jawa Barat’, Habitat, vol. 26, no. 3, pp. 163–172.

Putrasamedja, S, Setiawati, W, Lukman, L & Hasyim, A 2012, ‘Penampilan beberapa klon bawang merah dan hubungannya dengan Intensitas serangan organisme pengganggu tumbuhan’, J. Hort, vol. 22, no. 4, pp. 349–359.

Samudera, M 2006, ‘Pengendalian ulat bawang ramah lingkungan’, Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, vol. 28, no. 6, pp. 3–5.

Setiawati, W, Murtiningsih, R, Sopha, GA & Handayani, T 2007, Budidaya tanaman sayuran, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Setiyowati, Haryanti, S & Hastuti, RB 2010, ‘Pengaruh perbedaan konsentrasi pupuk organik cair terhadap produksi bawang merah (Allium ascalonicum L)’, BIOMA, vol. 12, no. 2, pp. 44–48.

Shahabuddin & Mahfudz 2010, ‘Pengaruh aplikasi berbagai jenis insektisida terhadap ulat bawang (Spodoptera exigua Hubn.) dan produksi bawang merah varietas Bima dan Tinombo’, Agroland, vol. 17, no. 2, pp. 115–122, accessed from .

Simatupang, S, Sipahutar, T & Sutanto, AN 2017, ‘Kajian usahatani bawang merah dengan paket teknologi good agriculture practices’, Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, vol. 20, no. 1, pp. 13–24.

Suharyanto, Arya, NN, Rinaldi, J & Hasan, R 2017, ‘Strategi manajemen risiko petani bawang merah pada lahan sawah dataran rendah di Kabupaten Buleleng’, in Zulkarnain, J Bobihoe, N Asni, S Handoko, & Zubir (eds), Prosiding Seminar Nasional Membangun Pertanian Modern dan Inovatif Berkelanjutan dalam rangka Mendukung MEA, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, pp. 1177–1185.

Sumarni, N & Hidayat, A 2005, Budidaya bawang merah, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Sumarni, N, Rosliani, R & Basuki, RS 2012, ‘Respons pertumbuhan, hasil umbi, dan serapan hara NPK tanaman bawang merah terhadap berbagai dosis pemupukan NPK pada tanah alluvial’, J. Hort, vol. 22, no. 4, pp. 366–375.

Sumarni, N, Rosliani, R, Basuki, RS & Hilman, Y 2012a, ‘Pengaruh varietas, status K-tanah, dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan, hasil umbi, dan serapan hara K tanaman bawang merah’, J. Hort, vol. 22, no. 3, pp. 233–241.

Sumarni, N, Rosliani, R, Basuki, RS & Hilman, Y 2012b, ‘Respons tanaman bawang merah terhadap pemupukan fosfat pada beberapa tingkat kesuburan lahan (status P-tanah)’, J. Hort, vol. 22, no. 2, pp. 129–137.

Sumarni, N, Rosliani, R & Suwandi, - 2012, ‘Optimasi jarak tanam dan dosis pupuk NPK untuk produksi bawang merah dari benih umbi mini di dataran tinggi’, J. Hort, vol. 22, no. 2, pp. 147–154.

Suwandi, Sopha, G & Yufdy, M 2015, ‘Efektivitas pengelolaan pupuk organik, NPK, dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah’, J. Hort., vol. 25, no. 3, pp. 208–221.

Zuhriyah, A & Happy, A 2012, ‘Perilaku petani bawang merah dalam mereduksi risiko sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas usahatani (Studi kasus di Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan)’, Jurnal Rekayasa, vol. 5, no. 2, pp. 78–86.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v29n2.2019.p269-278

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2019 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats