Pengendalian Hama dan Penyakit Penting Cabai dengan Pestisida Biorasional

E Suryaningsih, A W W Hadisoeganda

Abstract


ABSTRAK. Akibat samping penggunaan pestisida sintetik yang berlebih pada budidaya cabai telah dideteksi di berbagai tempat. Dalam upaya mengurangi kuantum aplikasi pestisida sintetik dapat dengan jalan menggantinya dengan pestisida lain, yang disebut dengan pestisida biorasional. Percobaan lapang telah dilaksanakan di kebun petani di Rancaekek (elevasi 650 m dpl), Bandung, Jawa Barat, dari Juli 2001 sampai dengan Februari 2002. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok 4 ulangan dan 4 perlakuan dengan perlakuan-perlakuan sebagai berikut. Pestisida biorasional 866 (campuran ekstrak kasar A. indica 8 bagian + A. nardus 6 bagian + A. galanga 6 bagian), TdNt 102 (campuran T. diversifolia 10 bagian + N. tabacum 2 bagian), TdMa 106 (campuran T. diversifolia 10 bagian + M. azedarach 6 bagian), tigonal 1066 (campuran ekstrak kasar T. diversifolia 10 bagian + A. nardus 6 bagian + A. galanga 6 bagian). Keempat formula tersebut diaplikasikan dengan interval 4 hari dan 7 hari. Insektisida sintetik pirethroid 2.5 EC 0,2% dan fungisida sintetik propineb 70 WP 0,2% diaplikasikan dengan interval 7 hari. Selama percobaan berlangsung, hama dan penyakit yang paling prevalen adalah C. capsici, C. gloeosporioides, T. palmi, dan A. gossypii. Hasil penelitian memberi indikasi bahwa semua biorasional yang digunakan ternyata sama efektifnya dengan pestisida sintetik dalam mengendalikan hama dan penyakit cabai, dengan tingkat efikasi yang bervariasi. Perlakuan yang paling efektif untuk mengendalikan C. capsici adalah biorasional yang mengandung A. indica sebagai komponennya, sedangkan biorasional dengan komponen T. diversifolia ternyata lebih efektif dalam mengendalikan C. gloeosporioides dan T. palmi. Dipihak lain, biorasional yang mengandung komponen M. azedarach dan N. tabacum ternyata efikasinya dalam mengendalikan T. palmi dan A. gossypii sama dengan insektisida sintetik pirethroid 2,5 EC 0,2%. Hasil penelitian ini mencatat bahwa pestisida biorasional yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk menggantikan peran pestisida sintetik dalam mengendalikan hama dan penyakit penting pada cabai.

ABSTRACT. Suryaningsih, E. and A.W.W. Hadisoeganda. 2007. Control Measure for Important Pests and Diseases of Hot Pepper by Applying Biorational Pesticide. The side effects of the overuse of synthetic pesticides on pepper cultivation have been detected in various locations. The use of other pesticide, such as biorational pesticide could reduce the quantity of synthetic pesticide application. A field experiment was conducted at farmers’s field in Rancaekek (elevation 650 m), Bandung, West Java, from July 2001 to February 2002. A randomized block design with 4 replications was employed in this experiment.The treatments were biorational pesticide agonal 866 (crude extract mixture of A. indica 8 parts + A. nardus 6 parts + A. galanga 6 parts), TdNt 102 (mixture of T. diversifolia 10 parts + N. tabacum 2 parts), TdMa 106 (mixture of T. diversifolia 10 parts + M. azedarach 6 parts), tigonal 1066 (crude extract mixture of T. diversifolia 10 parts + A. nardus 6 parts + A. galanga 6 parts). The treatments were applied at 4 and 7 days interval. Synthetic insecticide pirethroid 2.5 EC 0.2% and propineb 70 WP 0.2%, both applied at 7 days interval. During the experiment, the most prevalent pests and deseases were C. capsici, C. gloeosporioides, T. palmi, and A. gossypii, respectively. The results of the experiment indicated that all of the biorational applied were as effective as synthetic pesticides in controlling pests and diseases of pepper with varying degree of efficacy. The most effective in controlling C. capsici were biorationals which contain A. indica component, while biorationals with T. diversifolia as a component seem to be much more effective in controlling C. gloeosporioides as well as T. palmi, respectively. On the other hand, biorationals with M. azedarach and N. tabacum component were found to be as effective as synthetic insecticide pirethroid 2.5 EC 0.2% in controlling T. palmi and A. gossypii. The results of the experiment showed that biorational pesticides can be used to replace synthetic pesticide in controlling important pests and diseases on pepper.

Keywords


Capsicum annuum; Colletotrichum capsici; C. gloeosporioides; Trips palmi; Aphis gossypii; Pestisida biorasional; Pestisida sintetik; Efikasi.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v17n3.2007.p%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2013 Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Hortikultura (J.Hort) has been indexed :

         

===================================================================================================================

 Creative Commons License
Junal Hortikultura is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort
Permissions beyond the scope of this license may be available at www.litbang.pertanian.go.id.

Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Jl. Tentara Pelajar No. 3C Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu Bogor 16124, Indonesia
Telp.  +62 251-8372096, 7565366, (Ext. 324) (Hunting System)
Faks.  +62 251-8387651, 8575664, 8372096
E-mail: redaksi.jhorti@gmail.com

ISSN: 0853-7097
E-ISSN: 2502-5120

 

free web stats

View My Stats