Submissions

Online Submissions

Already have a Username/Password for Jurnal Hortikultura?
Go to Login

Need a Username/Password?
Go to Registration

Registration and login are required to submit items online and to check the status of current submissions.

 

Author Guidelines

Pedoman Penulisan

  1. Pengajuan Naskah.  Redaksi menerima naskah dari berbagai lembaga penelitian. Naskah yang diajukan merupakan hasil penelitian paling lama 5 tahun terakhir, belum pernah diterbitkan, tidak sedang dalam proses evaluasi publikasi lain, dan telah mendapat  persetujuan dari penulis pendamping (jika ada), sebagai pihak yang sama-sama bertanggung jawab terhadap substansi penelitian. Penerbit tidak bertanggung jawab terhadap permintaan kompensasi yang berkaitan dengan naskah. Naskah dikirim melalui e-mail: redaksi.jhorti@gmail.com atau redaksi_jhorti@yahoo.co.id, disertai surat pengantar dari Kepala Instansi. Naskah diketik menggunakan program MS Word, jarak dua spasi dengan 4 cm dari tepi kiri dan masing-masing 3 cm dari tepi atas, kanan, dan bawah kertas. Naskah diketik dengan jenis huruf Times New Roman dengan ukuran font 12. Panjang naskah maksimal 20 halaman termasuk tabel, gambar, dan lampiran.
  2. Penerbit. Jurnal Hortikultura diterbitkan oleh Puslitbang Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, terbit setiap triwulan (empat kali setiap tahun).
  3. Ruang Lingkup. Jurnal Hortikultura (J. Hort) memuat artikel primer yang bersumber langsung dari hasil penelitian hortikultura yang belum pernah dipublikasikan.
  4. Bahasa. Jurnal Hortikultura memuat artikel dalam Bahasa Indonesia. Pemakaian istilah Bahasa Indonesia agar mengikuti Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia edisi terbaru.
  5. Bentuk Naskah. Naskah disusun sebagai berikut: Judul tulisan (dalam bahasa Indonesia diikuti dengan bahasa Inggris), nama penulis dan alamatnya, alamat E-mail, abstrak dalam Bahasa Indonesia dan Inggris (maksimal 250 kata), dan kata kunci (Bahasa Indonesia dan Inggris), pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran (jika ada), daftar pustaka, dan lampiran (jika ada).
  6. Judul Naskah. Judul harus singkat (maksimal 15 kata), faktual, dan informatif, yang mencerminkan secara tepat isi naskah. Nama penulis serta nama lembaga (institusi) tempat kerja penulis disertai alamat lengkap, termasuk e-mail, dicantumkan di bawah judul.
  7. Abstrak. Memuat latar belakang, tujuan, metode, kesimpulan, dan implikasi hasil penelitian secara ringkas. Abstrak berbahasa Inggris merupakan terjemahan dari abstrak berbahasa Indonesia. Di bawah abstrak dicantumkan kata kunci yang merupakan terjemahan dari keywords (Agrovoc).
  8. Pendahuluan. Berisi latar belakang penelitian, permasalahan yang dihadapi, upaya yang telah dilakukan, pendekatan pemecahan masalah, sitasi pustaka, tujuan, dan hipotesis.
  9. Bahan dan Metode. Mengungkapkan secara jelas dan terinci mengenai tempat dan waktu penelitian, bahan dan peralatan yang digunakan, rancangan percobaan, metode analisis, dan prosedur penelitian yang dilakukan.
  10. Hasil dan Pembahasan. Menyajikan hasil penelitian dan pembahasan secara jelas dan lengkap yang mengacu pada tujuan. Pembahasan menjelaskan kaitan hasil dengan teori/hipotesis dan implikasi hasil penelitian.
  11. Tabel. Judul tabel singkat dan jelas, dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, sehingga tabel dapat berdiri sendiri. Tabel diberi nomor urut sesuai dengan keterangan di dalam teks. Keterangan tabel diletakkan di bawah tabel. Huruf a, b, c dan seterusnya digunakan untuk tanda signifikansi sedangkan angka 1, 2, 3 dan seterusnya digunakan untuk keterangan tabel.
  12. Grafik dan Gambar. Judul Grafik dan Gambar ditulis dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan Inggris. Grafik dibuat dengan garis cukup tebal, skala proporsional, diberi nomor urut dan penjelasan. Data grafik agar dilampirkan guna mempermudah proses pencetakannya. Foto bukan hasil rekayasa, hitam putih atau berwarna, dan kontras. Objek foto mempunyai ukuran yang jelas.
  13. Kesimpulan dan Saran. Mengemukakan keluaran terpenting yang dihasilkan (teori/inovasi terbaru), dan menjawab tujuan, hipotesis, serta temuan lain selama penelitian.
  14. Ucapan Terima Kasih. Dapat ditulis jika dianggap perlu.
  15. Penulisan Pustaka. Daftar Pustaka menyajikan semua pustaka yang dikutip (sebaiknya terbitan 10 tahun terakhir dan 80% berasal dari acuan primer) dan disusun secara alfabetis menurut nama penulis. Kutipan di dalam teks menggunakan nama penulis dan tahun terbit. Di belakang tahun, baik di dalam tulisan teks maupun di dalam daftar dapat dibubuhi huruf kecil (a, b, c), jika penulis yang sama menulis dalam tahun yang sama. Nama penulis yang lebih dari dua orang, di dalam kutipan teks menggunakan  et al. di belakang nama pertama, sedangkan di dalam daftar harus ditulis semua. Jumlah pustaka minimal 25 buah dengan pustaka primer minimal 80%. Referensi dari naskah yang tidak dipublikasikan dan komunikasi pribadi tidak dicantumkan dalam Daftar Pustaka melainkan ditulis di dalam teks. Penulisan sitasi menggunakan aplikasi Mendeley
  16. Cara penulisan daftar pustaka mengikuti Harvard style/The University of Melbourne (http://www.library.uq.edu.au/training/citation/harvard_6.pdf). Jurnal /Buletin:Contoh penulisan sitasi: Pada umumnya bawang merah dibudidayakan menggunakan umbi bibit secara vegetatif. Kendalanya, biaya  penyediaan umbi bibit cukup tinggi yaitu sekitar 40% dari total biaya produksi (Suherman & Basuki 1990).

Contoh penulisan pustaka:

  • Suherman, R & Basuki, RS 1990, ‘Strategi luas usahatani bawang merah (Allium cepa ascolonicum) di Jawa Bali: tinjauan dari segi usahatani terendah’, Bul. Penel. Hort., vol. 28, no.3, hlm. 11­­-8.
  • Kemangkusan rizobakteri sebagai PGR, antara lain ditentukan oleh kemampuannya menambat nitrogen, melarutkan fosfat, memproduksi hormon tumbuh seperti indole acetic acid (IAA), gibberelin, sitokinin (Timmusk et al. 2005).
  • Timmusk, S, Grantcharova, N & Wagner, EGH 2005, ‘Paenibacillus polymyxa invades plant roots and forms biofilms’, App. and Environ. Microbiol., vol. 71, no. 11, pp. 7292-300.

Buku:

  • Keadaan tersebut disebabkan adanya kompetisi penyerapan air antartanaman, sehingga dalam pengeringan umbi tanaman yang ditanam dengan kerapatan tanaman rendah mempunyai persentase penyusutan yang lebih tinggi (Sitompul & Guritno 1995).
  • Sitompul, SM & Guritno, B 1995, Analisis pertumbuhan tanaman, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Prosiding :

  • Menurut Untung (1994) penggunaan pestisida tidak harus dilakukan setiap saat secara rutin atau terjadwal, tetapi hanya pada waktu tertentu yaitu pada saat populasi atau intensitas serangan OPT mencapai batas yang memerlukan pengendalian dengan cara yang disebut ambang pengendalian.
  • Untung, K 1994, ‘Konsep, strategi, dan taktik pengendalian hama terpadu dalam menunjang pembangunan pertanian berkelanjutan’, Prosiding Lokakarya Pengembangan Entomologi di Kawasan Timur Indonesia dalam Upaya Menunjang Pengendalian Hama Terpadu, Faperta Universitas Samratulangi, PHT-BAPPENAS, Manado, Hlm. 1-20.

Internet (Web pages):
Ada penulis:

  • Menurut Suryo (2009) hingga saat ini belum ada penelitian komprehensif tentang hubungan perubahan iklim dengan meningkatnya serangan hama dan penyakit di lapangan.
  • Suryo, 2009, Perubahan iklim, pemicu ledakan hama dan penyakit tanaman dirilis 20 Januari 2009, diunduh 1 Agustus 2010, <http://www.agriculturesnetwork.org>.

Institusi/Organisasi:

  • Hal ini mengakibatkan peningkatan serangan hama dan penyakit, sehingga terjadi kegagalan panen (Badan Pusat Statistik 2011).
  • Badan Pusat Statistik 2011, Laporan bulanan data sosial ekonomi, Edisi 9, diunduh 14 Agustus 2011, <http://dds.bps.go.id/download_file/IP_Februari_2011.pdf>.

Disertasi/Thesis/Skripsi:

  • Kemampuan isolat rizobakteri melarutkan fosfat merupakan salah satu karakter fisiologi rizobakteri yang berhubungan dengan perannya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman (Sutariati 2006).
  • Sutariati, GAK 2006, ‘Perlakuan benih dengan agens biokontrol untuk pengendalian penyakit antraknosa, peningkatan hasil dan mutu benih cabai’, Disertasi, Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Laporan :

  • Melalui persemaian mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan ditanam langsung atau melalui umbi mini, antara lain bibit lebih kuat dan tegar, dan jumlah bibit yang diperlukan lebih hemat (Rosliani et al. 2002, Sumarni et al. 2010).
  • Sumarni, N, Sopha, GA & Gaswanto, R 2010, Perbaikan teknologi produksi TSS untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan benih bawang merah murah pada waktu tanam musim hujan, Laporan akhir, Program Riset Terapan, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, Jakarta.

 

 

Submission Preparation Checklist

As part of the submission process, authors are required to check off their submission's compliance with all of the following items, and submissions may be returned to authors that do not adhere to these guidelines.

  1. Naskah tersebut belum dipublikasikan sebelumnya, juga bukan dipertimbangkan untuk diterbitkan di jurnal lain (atau penjelasan telah disediakan di Komentar untuk Editor).
  2. File naskah adalah dalam format OpenOffice, Microsoft Word, RTF, atau WordPerfect.
  3. Jika tersedia, URL untuk referensi telah disediakan
  4. Teks satu spasi; menggunakan font 12p; menggunakan jenis miring, bukan menggarisbawahi (kecuali dengan alamat URL); dan semua ilustrasi, angka, dan tabel ditempatkan dalam teks pada titik-titik yang tepat, bukan di akhir.
  5. Teks mematuhi persyaratan gaya dan bibliografi diuraikan dalam Pedoman Penulisan, yang ditemukan dalam Tentang Journal.
  6. Jika mengirimkan ke bagian peer-review jurnal, pastikan petunjuk Ensuring a Blind Review telah diikuti.
  7. Menyertakan surat pengantar dari pimpinan institusi
  8. Layanan dan pertanyaan akan dilayani pada hari kerja (Senin-Jumat, pukul 08:00 - 16:00)
 

Copyright Notice

Naskah ini asli dan penulis mengalih Hak Cipta naskah kepada Jurnal Hortikultura jika dan ketika naskah ini diterima untuk di publikasikan

Setiap Orang yang terdaftar sebagai penulis pada naskah ini telah berkontribusi terhadap subtansi dan intelektual dan harus bertanggung jawab kepada publik. Jika di masa mendatang terdapat pemberitahuan pelanggaran Hak Cipta Merupakan tanggung jawab Penulis, bukan tanggung jawab Jurnal Hortikultura

Naskah ini berisi karya yang belum pernah diterbitkan sebelumnya dan tidak sedang dipertimbangkan untuk publikasi di jurnal lain.

 

Privacy Statement

Nama dan alamat email yang dimasukkan di situs Jurnal Hortikutura (J.Hort) akan digunakan secara eksklusif untuk tujuan dari jurnal ini dan tidak akan dibuat tersedia untuk tujuan lain atau untuk pihak lain.