Dampak Faktor Eksternal terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Tebu Keprasan di Jawa Tengah

Fadilla Ristya Aminda, Bonar Marulitua Sinaga, Anna Fariyanti

Abstract


English
Central Java Province is one of sugarcane producing centers in Indonesia and Pati is one of sugarcane producing regencies in the province. A total of 5,905 households in Pati regency conduct sugarcane farming as their primary income source. However, sugarcane farmers deal withlimited capital to adopt productivity improving technologies. This study aimed to analyze factors influencing economic decisions of sugarcane farmers in allocating working hours, production, and household’s expenditure, as well as to analyze the impact of changes in input prices, output price, credit, and sugar level on sugarcane farmer household’s welfare in Central Java. Simultaneous equation models consisting of 21 structural equations and 22 identity equations were estimated using Two-Stage Least Squares (2SLS) method. The results showed that an increase in credit, sugar price, and sugar level could compensate increases in fertilizer price and labor wage and had positive impact on farmers’ welfare. Increases in fertilizer price and labor wage could be compensated through credit, sugar price, and sugar level enhancement. It is necessary that the Government increases sugar price and ensures farmers’ access to credit. It aims to encourage farmers to adopt technology through replanting (ratoon replacement) to improve sugarcane productivity and farmers’ welfare.


Indonesian
Jawa Tengah merupakan salah satu sentra produksi tebu di Indonesia. Salah satu kabupaten sentra produksi tebu di Jawa Tengah adalah Pati. Sebanyak 5.905 rumah tangga petani tebu di Kabupaten Pati memiliki usaha tani tebu sebagai sumber pendapatan utama. Rumah tangga petani tebu dihadapkan pada masalah keterbatasan modal sehingga kemampuan adopsi teknologi rendah dan budi daya tidak optimal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya produktivitas dan pendapatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan ekonomi rumah tangga petani tebu dalam alokasi curahan kerja, produksi, dan pengeluaran rumah tangga, serta dampak perubahan harga input, harga ouptut, kredit, dan rendemen terhadap kesejahteraan rumah tangga petani tebu. Penelitian menggunakan data cross section dengan jumlah sampel sebanyak 56 rumah tangga petani tebu. Model ekonomi rumah tangga petani dibangun sebagai sistem persamaan simultan yang terdiri dari 21 persamaan struktural dan 22 persamaan identitas, lalu diestimasi menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan harga gula, jumlah kredit, dan rendemen gula berdampak positif terhadap kesejahteraan rumah tangga petani. Peningkatan harga pupuk dan upah tenaga kerja luar keluarga mampu dikompensasi dengan peningkatan jumlah kredit, harga gula, dan rendemen gula. Pemerintah sebaiknya meningkatkan harga patokan petani dan juga memperbesar jumlah kredit yang dapat diakses petani untuk mendorong adopsi teknologi dengan melakukan peremajaan tanaman (bongkar ratoon) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan rumah tangga.

Keywords


credit acces; farmer household; household economy; price; welfare; akses kredit; ekonomi rumah tangga; harga; kesejahteraan; rumah tangga petani

Full Text:

PDF

References


Asih DN, Harianto, Kusnadi N. 2008. Dampak kredit terhadap usaha perikanan dan ekonomi rumahtangga nelayan tradisional di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Forum Pascasarjana. 31(4):269-278.

Asmara R, Fahriyah, Hanani N. 2012. Tingkat penerapan teknologi petani dalam usahatani tebu. Dalam: Krisnamurthi B, editor. Ekonomi gula. Jakarta (ID): PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 78-82.

Asmarantaka RW. 2007. Analisis ekonomi rumahtangga petani tanaman pangan di Provinsi Lampung. J Agribis Ekon Pertan. 1(1):1-18.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2014a. Produksi perkebunan menurut provinsi dan jenis tanaman, Indonesia 2012–2015 [Internet]. [diunduh 2015 Mar 20]. Tersedia dari: https://www.bps.go.id/ linkTableDinamis/view/id/839

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2014b. Jumlah rumah tangga usaha perkebunan tanaman semusim menurut provinsi dan jenis tanaman [Internet]. [Diunduh 2015 Sep 22]. Tersedia dari: http://st2013.bps.go.id/dev2/index.php/site/tabel?tid=41&wid=0

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2014c. Jumlah rumah tangga usaha perkebunan tanaman semusim menurut provinsi dan jenis tanaman [Internet]. [diunduh 2015 September 22]. Tersedia dari http://st2013.bps.go.id/dev2/index.php/site/tabel?tid=41&wid=3300000000

Baker CB. 1968. Credit in the production organization of the firm. Am J Agric Econ. 50(3):507-520.

Becker GS. 1965. A theory of the allocation of time. Econ J. 75(299):493-517.

Derosari BB. 2014. Pengaruh kredit dan bantuan modal pada perilaku ekonomi dan kesejahteraan rumahtangga tani di Provinsi Nusa Tenggara Timur [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Derosari BB, Sinaga BM, Kusnadi N, Sawit MH. 2014. The impact of credit and capital supports on economic behavior of farm households: a household economics approach. Int J Food Agric Econ. 2(3):81-90.

Ellis F. 1993. Peasant economics: farm household and agrarian development. Britsh (UK): Cambridge University Press.

Elly FH, Sinaga BM, Kuntjoro SU, Kusnadi N. 2009. Pengaruh biaya transaksi terhadap perilaku ekonomi rumah tangga peternak sapi potong di Kabupaten Minahasa. Forum Pascasarjana. 32(3):195-213.

Fariyanti A. 2008. Perilaku ekonomi rumahtangga petani sayuran dalam menghadapi risiko produksi dan harga produk di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Fariyanti A, Kuntjoro, Hartoyo S, Daryanto A. 2007. Perilaku ekonomi rumahangga petani sayuran pada kondisi risiko produksi dan harga di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. J Agro Ekon. 25(2):178-206.

Gronau R. 1977. Leisure, home production, and work: The theory of the allocation of time revisited. J Polit Econ. 85(6):1099-1123.

Gujarati D. 1999. Ekonometrika dasar (Terjemahan). Jakarta (ID): Erlangga.

Husin L. 2012. The rubber farm household’s behavior on economic activities to achieve family food security. APCBEE Procedia. 4:169-174.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2015. Basis data statistik pertanian produksi, luas areal, dan produktivitas tebu berdasarkan provinsi dan nasional [Internet]. [diunduh 2015 Mar 20]. Tersedia dari: http://aplikasi.pertanian.go.id/bdsp/ newlok.asp

Koutsoyiannis A. 1977. Theory of econometrics. 2nd ed. London (UK): The Macmillan Press.

Kusnadi N. 2005. Perilaku ekonomi rumahtangga petani dalam pasar persaingan tidak sempurna di beberapa provinsi di Indonesia [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Kuntjoro SU. 1983. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembayaran kembali kredit bimas padi studi kasus di Kabupaten Subang Jawa Barat [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Nwaru JC, Essien UA, Onuoha RE. 2011. Determinants of informal credit demand and supply among food crop farmers in Akwa Ibom State, Nigeria. J Rural Com Dev. 1:129-139.

Nuryantono N, Zeller M, Schwarze S. 2005. Credit rationing of farm household and agricultural production: empirical evidence in the rural areas of Central Sulawesi, Indonesia. Presentation paper at the Conference on International Agricultural. Research for Development; 2005 Oct 11-13; Stuttgart-Hohenheim, Germany.

[PG Trangkil] Pabrik Gula Trangkil. 2015. Performance ke-6 PG Trangkil tahun 2008-2014. Pati (ID): PG Trangkil.

Pindyck RS, Rubinfeld DL. 1997. Econometric models and economic forecast. 4th ed. New York (US): The McGraw-Hill Companies.

Priyanti A. 2007. Dampak program sistem integrasi tanaman-ternak terhadap alokasi waktu kerja, pendapatan dan pengeluaran rumahtangga petani [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Purwita T, Harianto, Sinaga BM, Kartodihardjo H. 2009. Analisis keragaan ekonomi rumahtangga: studi kasus pengelolaan hutan bersama masyarakat di Pangalengan Bandung Selatan. J Penelit Sos Ekon Kehut. 6(1):53-68.

Rochaeni S, Lokollo EM. 2005. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumah tangga petani di Kelurahan Setugede Kota Bogor. J Agro Ekon. 23(2):133-158.

Sanfo S, Gerard F. 2012. Public policies for rural poverty alleviation: the case of agricultural households in the Plateu Central area of Burkina Faso. Agric Sys. 110(1):1-9.

Sekhampu TJ, Niyimbanira F. 2013. Analysis of the factors influencing household expenditure in a South African township. Int Bus Econ Res J.12(3):279-284. doi:10.19030/iber.v12i3.7671.

Susila WR. 2005. Pengembangan industri gula Indonesia: analisis kebijakan dan keterpaduan sistem produksi [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Yasmeen K, Sarwar S, Hussain T. 2011. Government policy regarding agricultural loans and its impact upon farmers’ standards of living in developing countries. J Public Adm Gov. 1(1):16-30.

Zwane T, Greyling L, Maleka M. 2016. The determinants of household saving in South Africa: a panel data approach. Int Bus Econ Res J. 15(4):209-218. doi:10.19030/iber.v15i4.9758.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v35n2.2017.127-150

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo