Faktor-Faktor yang Memengaruhi Peran Komunikasi Kelompok Tani dalam Adopsi Inovasi Teknologi Upaya Khusus (Padi, Jagung, dan Kedelai) di Jawa Timur

Cut Rabiatul Adawiyah, nFN Sumardjo, Eko S. Mulyani

Abstract


English
The government commits to achieve food sovereignty and self-sufficiency, especially those of rice, corn, and soybean (Pajale) in 2017, 2018, and 2019, respectively. One of the problems is low speed of technological innovation adoption at farm level because of extension workers and farmer group’s communication is not dynamic. This study aims to analyze factors influencing technological innovation adoption of the Rice, Corn and Soybean Special Effort (Upsus Pajale) activities and roles of farmer group communication on technology adoption in Upsus Pajale activities. The research was conducted in Malang Regency, East Java Province. Primary data were collected using questionnaires from 90 respondents. Qualitative data were collected through in-depth interviews with key informants and direct observation. Primary data were analyzed using descriptive statistics and a logistic regression model. The results showed that factors influencing technological innovation adoption in Upsus Pajale activities in Malang Regency were farmers’age, nonformal education, land holding size, mass media, farmers’ assistants, and the farmer group communication. Factors influencing the roles of farmer group communication were farmers’age, the size of controlled arable land, cosmopolity level, non-formal education, mass media, and farmers’ companion.


Indonesian
Pemerintah saat ini telah berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan serta swasembada pangan, terutama komoditas padi, jagung, dan kedelai (Pajale) yang ditargetkan terwujud berturut-turut pada tahun 2017, 2018, dan 2019. Salah satu permasalahannya adalah kecepatan adopsi inovasi teknologi di tingkat petani masih rendah karena peran komunikasi penyuluh dan kelompok tani masih belum dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi inovasi teknologi pada kegiatan upaya khusus (Upsus) Pajale dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peran komunikasi kelompok tani terhadap adopsi inovasi teknologi dalam kegiatan Upsus Pajale. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dengan responden sebanyak 90 orang dan didukung oleh data kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap beberapa informan kunci dan observasi langsung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensia regresi model logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi adopsi inovasi teknologi pada kegiatan Upsus Pajale di Kabupaten Malang adalah umur petani, pendidikan nonformal, luas lahan yang dikuasai, peran media informasi, peran pendamping, dan peran komunikasi kelompok tani. Faktor-faktor yang memengaruhi peran komunikasi kelompok tani adalah umur petani, luas lahan yang dikuasai, tingkat kekosmopolitan, pendidikan nonformal, peran media informasi, dan peran pendamping petani.

Keywords


communication; farmer group; technological innovation adoption; adopsi inovasi teknologi; kelompok tani; komunikasi; Upsus Pajale

Full Text:

PDF

References


Adnyana MO, Kariyasa K. 2003. Dampak dan persepsi petani terhadap penerapan sistem pengelolaan tanaman terpadu padi sawah. Penelit Pertan Tan Pangan. 25(1):(21-29).

Andriaty E, Setyorini E. 2012. Ketersediaan sumber informasi teknologi pertanian di beberapa kabupaten di Jawa. J Perpus Pertan. 21(1):30-35.

[BPS Jatim] Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. 2017. Jawa Timur dalam angka 2017. Surabaya (ID): Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur.

[BPS Malang] Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang. 2017. Kabupaten Malang dalam angka 2017. Malang (ID): Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang.

Dervin B, Nilan M. 1986. Information needs and uses. An Rev Inf Sci Technol. 21:3-33.

Effendi OU. 1993. Ilmu komunikasi: teori dan praktek. Bandung (ID): Remaja Rosda Karya.

Far-Far R. 2011. Hubungan komunikasi interpersonal dengan perilaku petani dalam bercocok tanam padi sawah di Desa Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat. J Budid Pertan. 7(2):100-106.

Gonzalez H. 1993. Efek komunikasi massa. Dalam: Jahi A. Komunikasi massa dan pembangunan pedesaan di negara-negara dunia ketiga: suatu pengantar. Jakarta (ID): PT Gramedia Pustaka Utama.

Harinta YW. 2010. Hubungan sosial ekonomi petani dan kualifikasi penyuluh terhadap adopsi teknologi pengelolaan tanaman dan sumber daya terpadu budidaya padi (Oryza sativa). J Widyatama. 19(2):1-8.

Hernanto F. 1993. Ilmu usaha tani. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Hutapea J, Mashar AZ. 2005. Ketahanan pangan dan teknologi produktivitas menuju kemandirian pertanian Indonesia [Internet]. [diunduh 2017 Mei 23]. Tersedia dari: https://zaifbio.wordpress.com/ 2010/05/31/ketahanan-pangan-dan-teknologi-produktivitas-menuju-kemandirian-pertanian-indonesia/.

Indraningsih KS. 2010. Penyuluhan pada petani marjinal: kasus adopsi inovasi usaha tani terpadu lahan kering di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor, Sekolah Pascasarjana.

Indraningsih KS. 2011. Pengaruh penyuluhan terhadap keputusan petani dalam adopsi inovasi teknologi usahatani terpadu. J Agro Ekon. 29(1):1-24.

Ismilaili. 2015. Tingkat adopsi inovasi pengelolaan tanaman terpadu padi sawah di Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor, Sekolah Pascasarjana.

Licht MAR, Martin RA. 2006. Iowa corn and soybean producers' use of communication channels. J Appl Comm. 90(4):19-38.

Mardikanto T. 2010. Komunikasi pembangunan acuan bagi akademisi, praktisi dan peminat komunikasi pembangunan. Surakarta (ID): Sebelas Maret University Press.

Mosher AT. 1987. Menggerakkan dan membangun pertanian syarat-syarat pokok pembangunan dan modernisasi. Terjemahan dari: Getting agriculture moving. Jakarta (ID): CV Yasaguna.

Notoatmojo S. 2009. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta (ID): Rineka Cipta.

Pyndick RS, Rubinfeld DL. 1998. Econometric models and economic forecast. 4th ed. Singapore (SG): McGraw Hill.

Ramadoan S. 2013. Partisipasi masyarakat pada kegiatan konservasi lahan: kasus peran pendampingan penyuluh kehutanan swadaya masyarakat (PKSM) di Kabupaten Bima, NTB [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor, Sekolah Pascasarjana.

Rogers EM. 2003. Diffusions of innovations. 5th ed. New York (US): Free Press.

Rogers EM, Shoemaker FF. 1971. Communication of innovation. 2nd ed. New York (US): The Free Press.

Soekartawi. 2008. Prinsip dasar komunikasi pertanian. Jakarta (ID): UI Press.

Subagyo, Rusidi, Sekarningsih R. 2005. Kajian faktor-faktor sosial yang berpengaruh terhadap adopsi inovasi usaha perikanan laut di Desa Pantai Selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. J Pengkaj Pengemb Teknol Pertan [Internet]. [diunduh 2016 Feb 10]; 8(2):300-312. Tersedia dari: http://www.bbp2tp.litbang.deptan. go.id

Sumardjo 2008. Penyuluhan pembangunan pilar pendukung kemajuan dan kemandirian masyarakat. Dalam: Yustina I, Sudradjat A, editors. Pemberdayaan manusia pembangunan yang bermartabat. Medan (ID): Pustaka Bangsa Press.

Suryana A. 2005. Rancangan dasar program rintisan dan akselerasi pemasyarakatan inovasi teknologi pertanian (Prima Tani). Prosiding Lokakarya Nasional Prima Tani Mendukung Pengembangan KUAT di Kalimantan Barat; Kalimantan Barat, Indonesia. Jakarta (ID): Badan Litbang Pertanian.

Yani DE, Ludifica ES, Noviyanti R. 2010. Meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi budidaya belimbing. J Mat Sains Teknol. 11(2):133-145.

Wangke WM, Suzana BOL, Siagian HA. 2011. Penerapan teknologi usaha tani padi sawah di Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa. ASE [Internet]. [diunduh 2016 Feb 7]; 7(1):53-57. Tersedia dari: http://repo.unsrat.ac.id/ 314/1/PENERAPAN_TEKNOLOGI_USAHATANI_PADI_SAWAH_DI_DESA_SENDANGAN_KECAMATAN_KAKAS_KABUPATEN_MINAHASA.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v35n2.2017.151-170

Refbacks





Copyright (c) 2017 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo