Pembandingan Efisiensi Pemasaran Bawang Merah Konsumsi dan Benih di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah

Timbul Rasoki, Anna Fariyanti, Amzul Rifin

Abstract


English
Demand for shallot, used for consumption and seed, tends to increase. However, there are some problems of discontinuity and price fluctuation in its marketing. This research aims to analyze the supply chain of consumption and seed shallot, particularly in Brebes Regency. The research was conducted in the period of April–December 2015 using primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews using a questionnaire from 30 farmers based on purposive sampling and 18 traders using a snowball sampling method. Data were analyzed descriptively using a supply chain approach. The results showed that supply chain of shallot for seed was managed better than thatfor consumption purposes. This situation is in line with marketing efficiency. The market of shallot for seed is more efficient than that for consumption indicated by marketing margin and farmer’s share. It is necessary that the government improvesshallot supply chain management particularly for certified high-quality shallot seed provision at affordable price.


Indonesian
Permintaan bawang merah baik untuk konsumsi maupun benih cenderung meningkat. Namun demikian masih terdapat kendala diskontinuitas serta fluktuasi harga dalam pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok bawang merah untuk konsumsi dan benih, khususnya di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan April–Desember 2015 menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner secara langsung dengan responden sebanyak 30 orang petani bawang merah yang dipilih secara purposive sampling serta pedagang bawang merah sebanyak 18 orang dengan metode snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok bawang merah untuk benih lebih terkelola daripada rantai pasok bawang merah untuk konsumsi. Pasar bawang merah untuk benih lebih efisien dibandingkan dengan pasar bawang merah untuk konsumsi,yang tercermin dari indikator margin pemasaran dan farmer’s share. Diperlukan kebijakan perbaikan manajemen rantai pasokan bawang merah yang berorientasi pada penyediaan benih bermutu/bersertifikat dengan harga yang terjangkau petani.

Keywords


bawang merah, efisiensi pemasaran, rantai pasok, marketing efficiency,shallot, supply chain

Full Text:

PDF

References


Agustian A, Zulham A, Syahyuti, Tarigan H, Supriatna A, Supriyatna Y, Nurasa T. 2005. Analisis berbagai bentuk kelembagaan pemasaran dan dampaknya terhadap peningkatan usaha komoditas pertanian. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.

Ahmad S, Ullah A. 2013. Driving forces of collaboration in supply chain: a review. Interdiscipl J Contemp Res Bus.5(7):39-69.

Ariningsih E, Tentamia MK. 2004. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran bawang merah di Indonesia. ICASERD Working Paper No. 34. Ed Maret 2004. Bogor (ID): Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.

Asmara R, Ardhiani R. 2010. Integrasi pasar dalam sistem pemasaran bawang merah. Agrise. 10(3):164-176.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2015. Statistik Indonesia 2015. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik

Basuki RS. 2009. Analisis tingkat preferensi petani Brebes terhadap karakteristik hasil dan kualitas bawang merah varietas lokal dan impor. J Hortik. 19(2):237-248.

Basuki RS. 2010. Sistem pengadaan dan distribusi benih bawang merah pada tingkat petani di Kabupaten Brebes. J Hortik. 20(2):186-195.

Chopra S, Meindl P. 2007. Supply chain management, strategy, planning, and operations.3rd ed. NewJersey (US): Pearson Education, Inc.

Demir AY. 2013. Supply chain management practices in an alternative food network: the first organic market place of Turkey. Int J Bus Soc Sci. 4(9):179-187.

Dhewi TS. 2008. Analisis efisiensi bawang merah di Kabupaten Probolinggo. J Akunt Manaj Bisnis Sektor Publik. 4(3):342-351.

[Ditjenhorti] Direktorat Jenderal Hortikultura. 2015. Kebutuhan benih, produksi benih, impor benih, dan benih jabal bawang merah tahun 2010–2014. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Hortikultura.

Irawan B. 2007. Fluktuasi harga, transmisi harga dan marjin pemasaran sayuran dan buah. Anal Kebijak Pertan. 5(4):358-373.

Iriani E. 2013. Prospek pengembangan inovasi teknologi bawang merah di lahan suboptimal (lahan pasir) dalam upaya peningkatan pendapatan petani. J Penelit Pembang Jawa Tengah. 11(2):231-243.

Mayrowani H, Darwis V. 2009. Perspektif pemasaran bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dalam: Suradisastra K, Simatupang P, Hutabarat B, editors. Prosiding Seminar Nasional Peningkatan Daya Saing Agribisnis Berorientasi Kesejahteraan Petani; 2009 Okt 14; Bogor, Indonesia. Bogor (ID): Pusat Studi Sosial Ekonomi Pertanian.

Nuraeni D, Anindita R, Syafrial. 2015. Analisis variasi harga dan integrasi pasar bawang merah di Jawa Barat. Habitat. 26(3): 163-172.

Nurasa T, Darwis V. 2007. Analisis usahatani dan keragaan marjin pemasaran bawang merah di Kabupaten Brebes. J Akta Agrosia.10(1): 40-48.

Purba R, Astuti Y. 2013. Paket teknologi bawang merah di luar musim tanam di Pandeglang, Banten. Agritech.15(2): 105-113.

Purmiyati S. 2002. Analisis produksi dan dayasaing bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah [Tesis]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Putrasamedja S. 2010. Pengujian beberapa klon bawang merah dataran tinggi. J Pembang Ped. 10(2):86-92.

Putrasamedja S, Permadi AH. 2001. Varietas bawang merah unggul baru Kramat-1, Kramat 2, dan Kuning. J Hortik. 11(2):143-147.

Ratri TK, Sarwono, Hayat A. 2014. Regulasi tataniaga bawang merah yang berkeadilan (Studi pada dinas pertanian, petani bawang merah dan pedagang bawang merah di Kabupaten Nganjuk). J Adm Publik.2(5): 853-863

Rosyadi I, Purnomo D. 2014. Profitabilitas dan efisiensi usahatani bawang merah. J Ekon Pembang. 15(2): 117-127.

Saptana, Sunarsih, Indraningsih KS. 2006. Mewujudkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui pengembangan kemitraan usaha hortikultura. Forum Penelit Agro Ekon. 24(1):61-76.

Sridharan M, Simatupang TM. 2009. Managerial views of supply chain collaboration: an empirical study. Gadjah Mada Int J Bus. 11(2):1-21.

Sukayana IM, Darmawan DP, Wijayanti NPU. 2013. Rantai nilai komoditas kentang granola di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan. E-J Agribis Agrowisata. 2(3):99-108.

Sukesi H, Rahayuningrum N, Widayanti T. 2014. Analisis pemecahan oversupply bawang merah, kasus Brebes. Bul Ilm Penelit Pengemb Perdagang. 2(1):45-55.

Sumarni N, Hidayat A. 2005. Budidaya bawang merah. Panduan teknis PTT bawang merah no. 3. Bandung (ID): Balai Penelitian Tanaman Sayuran.

Susanawati, Jamhari, Masyhuri, Dwijono HD. 2015. Price behavior and market integration of shallot in Java Indonesia. Int J Agr Syst.3(2):193-204.

Van der Vorst JGAJ. 2006. Performance measurement in agri-food supply chain networks. In: Ondersteijn CJM, Wijnands JHM, Huirne RBM, Van Kooten O, editors. Quantifying the agri-food supply chain. Wageningen (NL): Springer.

Wahyudin M, Maksum M, Yuliando H. 2015. Dampak kebijakan pembatasan impor bawang merah terhadap usahatani bawang merah di Kabupaten Probolinggo. Agritech. 35(3): 347-352.

Winarso B. 2003. Dinamika perkembangan harga: hubungannya dengan tingkat keterpaduan antar pasar dalam menciptakan efisiensi pemasaran komoditas bawang merah. J Ilm Kesatuan.4(1):7-16.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v34n2.2016.145-160

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo