Dampak Perubahan Harga Bahan Bakar Minyak Terhadap Kinerja Sektor Pertanian (Pendekatan Analisis Input-Output)

Pantjar Simatupang, Supena Friyatno

Abstract


English
This study aims to estimate quantitative impacts of fuel price adjustment on prices of agribusiness inputs and outputs, inflation and household expenditures, farm profitability and farmers’ welfare as well as Gross Domestic Products form agriculture sector as the key parameters in designing policies related with fuel price adjustment to be conducted by the Government in the future. This study applies an Input-Output analysis (National Input-Output Table 2005). Micro agribusiness survey was also conducted to check validity of the macro secondary data. The Input-Output analysis shows if fuel price is raised by 100% then the agribusiness profitability will decrease by around 0.095–0.142% for food and horticulture farms, 0.052–0.141% for estate crops farms, 0.537-0.756% for livestock farms and 0.058–0.223% for post-harvest and processing business. Inflation elasticity is 0.044%. If the fuel price is raised by 1% then inflation will increase by 0.044%. Inflation rate can be seen as the increase in the household cost of living if there is no change in quantity of the consumption. Accordingly, if the fuel price is indeed must be increased to reduce the budget expense of the fuel subsidy and to improve energy use efficiency then it should be conducted gradually, say 10% per occasion, such that it would not have significant impacts on agricultural performance as well as farmers’ and rural people’s welfare. It is regrettable to see the historical experience that the government tends to postpone adjusting the fuel price, perhaps for political reason, but in the end has to rise fuel price sharply causing significant negative impacts on agricultural performances as well as farmers’ welfare.

Indonesia
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh dugaan dampak perubahan harga BBM terhadap harga sarana, prasarana, dan hasil usaha pertanian, serta kinerja sektor pertanian yang merupakan parameter kunci dalam perumusan kebijakan terkait dengan penyesuaian harga BBM yang kemungkinan besar masih akan harus dilakukan pemerintah. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan tersebut adalah analisis input-output (Tabel IO Nasional tahun 2005). Survei mikro usaha pertanian juga dilakukan sebagai validasi kelogisan hasil analisis IO. Analisis input-output menunjukkan bahwa apabila harga BBM ditingkatkan 100% maka profitabilitas usaha akan menurun sekitar 0,095–0,142% untuk usaha tanaman pangan dan hortikultura, sekitar 0,052–0,141% untuk usaha perkebunan, sekitar 0,537–0,756% untuk usaha peternakan, dan sekitar 0,058–0,223% untuk usaha pascapanen dan pengolahan hasil pertanian. Elastisitas inflasi terhadap harga BBM adalah 0,044%. Apabila harga BBM ditingkatkan 1%, inflasi akan meningkat 0,044%. Inflasi dapat pula dipandang sebagai peningkatan biaya hidup atau pengeluaran konsumsi penduduk bila tidak ada perubahan kuantitas konsumsi. Oleh karena itu, kalau memang harus dilakukan guna mengurangi beban anggaran subsidi dan mendorong efisiensi penggunaan energi, kebijakan penyesuaian harga BBM sebaiknya dilakukan secara bertahap, misalnya 10% tiap kali peningkatan, sehingga dampaknya tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja sektor pertanian maupun terhadap kesejahteraan petani dan penduduk perdesaan secara umum. Namun, pengalaman dari masa lalu menunjukkan bahwa pemerintah cenderung menunda-nunda kenaikan harga BBM, barangkali karena alasan politik, sehingga terpaksa melakukan kenaikan harga BBM secara tajam dan dampaknya terhadap kinerja usaha pertanian dan kesejahteraan petani pun akan besar.

Keywords


bahan bakar minyak; sektor pertanian; harga; dampak; kinerja; fuel; agricultural sector; price; impact; performance

Full Text:

PDF

References


Azis IJ. 2006. A drastic reduction of fuel subsidies confuses ends and means. ASEAN Econ Bull. 23(1):19-14.

Beacon R. 2005. The impact of higher oil price on low income countries and on the poor. ESMAP Knowledge Exchange Series No. 1. Washington, DC (US): UNDP-World Bank Energy Management Sector.

Clements B, Hong-Sang J, Gupta S. 2003. Real and distributive effects of petroleum price liberalization the case of Indonesia. IMF Working Paper No. 03/204. Washington, DC (US): International Monetary Fund.

Coady D, Newhouse D. 2005. Ghana: evaluation of the distribution impacts of petroleum price reforms. Technical Assistance Report. Washington, DC (US): International Monetary Fund.

Ikhsan M, Sulistyo MH, Dartanto T, Usman. 2005. Kajian dampak kenaikan harga BBM 2005 terhadap kemiskinan. Working Paper No. 10. Jakarta (ID): LPEM Universitas Indonesia.

Kariyasa K. 2006. Dampak kenaikan harga BBM terhadap kinerja pertanian dan implikasinya terhadap penyesuaian HPP gabah. AKP. 4(1):54-68.

Kpodar K. 2006. Distributional effects of oil price changes on household expenditures: evidence from Mali. IMF Working Paper No. 06/91. Washington, DC (US): International Monetary Fund.

Liu Y, Wang Y, Qiao HJ. 2014. Dynamic price model based on transmission delay—petroleum price fluctuation in China. J Sys Sci Complex. 27(3):507-523.

Nizar MA. 2012. Dampak fluktuasi harga minyak dunia terhadap perekonomian Indonesia. Bul Ilmiah Litbang Perdagangan. 6(2):189-208.

Mira M, Rahadian R, Zulhan A. 2014. Dampak kenaikan harga BBM terhadap kinerja sektor kelautan dan perikanan. J Sosek Kelautan Perikanan. 9(2):169-183.

Ramadhan FS. 2013. Pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tahun 2013 terhadap investasi saham (event study saham pada perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di bursa efek Indonesia) [Internet]. Padang (ID): Universitas Andalas; [diunduh 2015 Des 14]. Tersedia dari: http://repositori.unand.ac.id/20418/ 1/Jurnal.pdf.

Setiawan H, Yusuf AM, Sugiyarto. 2013. Pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap biaya konstruksi. e-Jurnal Matrik Teknik Sipil [Internet]. [diunduh 2015 Des 15]; 112-117. Tersedia dari: http://sipil.ft.uns.ac.id/ojsin/index. php/MaTekSi/article/viewFile/57/54.

Sharify N. 2014. Neutrality of the regulated price shock on price indices when all primary factors’ endowments are adjusted. IJBDS. 6(2):105-114.

Sharify N, Sancho F. 2011. A new approach for the input-output price model. Econ Model [Internet]. [cited 2015 Dec 14]; 28(1-2):188-195. Available from: http://www.sciencedirect.com/science/article/ pii/ S0264999310001896. doi: 10.1016/j.econmod. 2010.09.012

Simatupang P, Delima H, Purwoto A, Manurung VT, Supriyati, Susilowati SH, Hendiarto, Siagian V, Situmorang J. 1994. Dampak deregulasi sektor riil terhadap produksi dan produktivitas sektor pertanian. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian.

Simatupang P, Purwoto A, Friyatno S, Maulana M. 2009. Kebijakan untuk merespons perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap kinerja sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional.

Sugema I, Hasan M, Oktaviani R, Ailiani, Ritonga H. 2006. Dampak kenaikan harga BBM dan efektivitas program kompensasi. INDEF Working Paper. Jakarta (ID): Institute for Development of Economics and Finance.

Susilawati. 2013. Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap biaya dan pendapatan usaha tani sayuran (kasus pada sentra sayuran Kelurahan Landasan Ulin Utara Kota Banjarbaru). Ziraa’ah. 38(3):8-16.

Susilo YS. 2005. Dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi: simulasi model KUT. J Ekon Bisnis. 11(2):118-130.

Syam A. 2007. Pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap kinerja usaha tani padi di Sulawesi Tenggara. J Sosio Ekonomika. 15(1):58-65.

Valadkhani A, Mitchell WF. 2002. Assessing the impact of changes in petroleum prices on inflation and household expenditures in Australia. Aus Econ Rev. 35(2):122-132.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v34n1.2016.1-15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo