Penilaian Kemampuan Penguasaan Teknologi Pengolahan pada Industri Teh Curah Indonesia

Rohayati Suprihatini

Abstract


English

Technology determines the competitive advantage of the national tea industry. In order to accelerate development of national made tea industry, a study on technology capability is necessary. The objectives of this study are (1) To assess processing technology capability; (2) To assess condition of technology component including technoware, humanware, infoware, and orgaware, and (3) To give alternative strategies to improve the processing technology capability. This survey was conducted on eight tea processing companies producing made tea. Non numeric multi-criteria multi-person analysis was used to determine level of technology capability. The research results show that processing technology capability in made tea industry remained low. To accelerate improvement of processing technology capability to medium level, the made tea industry requires improvement in innovation management. One of strategies to increase the innovation capability is creating and improving innovative work environments. The technology component condition namely technoware, humanware, infoware, and orgaware remained at medium level. Hence, it should be increased to higher level in order to improve technology capability. In terms of strategic management of improving the capability of technology, most of respondents (75%) selected continuous improvement as the best strategy. Therefore, the strategy should be treated as an action program of Indonesian Tea Association.


Indonesian

Teknologi merupakan faktor penentu dalam mencapai keunggulan bersaing pada industri teh nasional. Dalam rangka mempercepat pengembangan industri teh nasional, diperlukan suatu kajian yang bertujuan untuk (1) Menilai kemampuan penguasaan teknologi pengolahan, (2) Menilai kondisi komponen-komponen teknologi berupa technoware, hunanware, infoware, dan orgaware, dan (3) Mendapatkan alternatif strategi untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi. Survey dilakukan di delapan perusahaan yang memproduksi teh curah. Analisis non-numeric multi-criteria multi-person digunakan untuk menentukan tingkat kemampuan penguasaan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penguasaan teknologi pengolahan pada industri teh curah Indonesia masih berada pada tingkat kemampuan yang rendah. Untuk mempercepat peningkatan kemampuan penguasaan teknologi pengolahan ke tingkat medium perlu perbaikan dalam manajemen inovasi. Salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan inovasi adalah dengan menciptakan dan mengembangkan lingkungan kerja yang inovatif. Kecanggihan komponen-komponen teknologi yaitu technoware, humanware, infoware, dan orgaware masing-masing masih berada pada tingkat sedang (medium). Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi diperlukan peningkatan kecanggihan komponen-komponen teknologi tersebut ke tingkat tinggi. Sebagian besar responden (75%) memilih strategi peningkatan secara bertahap dan berkesinambungan sebagai strategi terbaik untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi. Oleh karena itu, strategi tersebut perlu dijadikan program kerja dari Asosiasi Teh lndonesia (ATl)

Keywords


penilaian; teknologi; pengolahan; teh; assessment; technology; processing; tea

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v19n2.2001.36-55

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo