Impacts of Agricultural Incentives Policy on the Rural Economy of Indonesia

Faisal Kasryno, Masdjidin Siregar

Abstract


Indonesian

Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk mempelajari berbagai dampak kebijakan insentif pertanian yang diambil pemerintah terhadap produksi, tenaga kerja, dan pendapatan masyarakat pedesaan dengan acuan khusus pada hasil penelitian Studi Dinamika Pedesaan. Keragaan yang cukup mengesankan dari sektor pertanian Indonesia selama sepuluh tahun terakhir terjadi karena kebijakan insentif pertanian yang dilaksanakan secara berdaya-guna baik ditinjau secara makro ekonomi maupun secara sektoral. Kebijakan insentif yang dicanangkan pemerintah dalam bidang pertanian telah mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan rumahtangga petani di pedesaan. Keadaan yang cukup menggembirakan dalam pendapatan rumahtangga pedesaan adalah kemampuannya mengurangi tingkat kemiskinan, dan mengubah struktur konsumsi pedesaan yang membuat bagian pengeluaran yang lebih banyak untuk jasa dan barang-barang tahan lama. Tenaga kerja bukan pertanian menjadi lebih penting sebagai perangsang utama untuk pertumbuhan pendapatan rumahtangga pedesaan khususnya rumahtangga berpendapatan rendah. Setelah pencapaian swasembada beras, arah kebijakan ditekankan pada usaha diversifikasi pertanian pada tingkat regional maupun nasional. Tulisan ini menyajikan deskripsi beberapa elemen penyesuaian dalam strategi pengembangan pertanian untuk sepuluh tahun mendatang.


English

The main objective of the paper is to examine the impacts of Government agricultural incentives policies on production, employment, and income of rural people with special references to the results of Rural Dynamic Study. The impressive performance of the Indonesian agricultural sector in the last decades was made possible by an effectively implemented set of agricultural incentive policies both macroeconomic and sectoral. Government incentive policies in agriculture have increased productivity and income of the rural households. A remarkable increase in rural households income has reduced proverty incident, and changed rural consumption structure towards into more portion of expenditure to the consumer durable goods and services. Non-agriculture employment become more important as the major stimulant to the income growth of the rural households especially for those in low income brackets. After the achievement of rice self sufficiency, there is strong policy direction for diversification of agriculture at both national and regional levels. Several elements of adjustment in agricultural development strategies for the next decade were described.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v7n1.1988.73-100

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo