Perubahan Teknologi dan Keseragaman Tingkat Upah Antar Daerah

Tahlim Sudaryanto

Abstract


English

Adoption of modern rice varieties (MV) is constrained by production environment especially the degree of water control. This paper concern with differential of MV adoption across production environments and the ultimate consequence on labor market adjustment. Descriptive as well as regression analyses are shown to verify the influence of the degree of irrigation and MV adoption on demografic variables and wage rate. MV adoption is confirmed to be faster in irrigated villages than that in non irrigated villages. The same is true on the level of input use and paddy yield. This has induced labor migration from non irrigated to irrigated villages. Labor market adjustment is finally reflected in term of the equalization of wages across production environments. As far as the welfare of landless labor is concerned, rapid technological change in irrigated villages benefits not only labor in irrigated areas but also those in non irrigated areas.


Indonesian

Adopsi teknologi baru seperti varietas padi unggul terhambat antara lain oleh kondisi lingkungan fisik terutama keadaan irigasi. Tulisan ini mengkhususkan pembahasan pada kesenjangan perubahan teknologi antar daerah dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Selanjutnya dianalisa bagaimana pengaruhnya terhadap penyesuaian pasar tenaga kerja dalam bentuk penyesuaian tingkat upah. Tingkat adopsi bibit unggul terbukti lebih cepat di daerah sawah beririgasi dibanding dengan yang tidak beririgasi. Demikian juga dengan penggunaan masukan dan hasil padi. Kesenjangan tingkat perubahan teknologi tersebut telah mendorong tingkat migrasi (permanen) dari daerah yang tidak beririgasi ke daerah yang beririgasi yang ditunjukan dari tingginya tingkat pertumbuhan penduduk di daerah beririgasi. Penyesuaian pasar tenaga kerja pada akhimya tercermin dalam bentuk keseragaman tingkat upah antar daerah. Hal ini berarti bahwa dari sisi buruh tani, manfaat perubahan teknologi di daerah beririgasi dirasakan pula oleh buruh tani di daerah yang tidak beririgasi.

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v8n1.1989.37-49

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo