Dampak Intervensi Pemerintah terhadap Kinerja Ekonomi Komoditas Perkebunan Utama pada Berbagai Rezim Nilai Tukar Rupiah 1979-2005

Bambang Dradjat

Abstract


English

This research was focussed on the effects of production, trade and macro economic policies on the real price, level of protection and the achievement of estate crop commodities, namely cocoa, coffee, rubber, tea and crude palm oil (CPO), in the Indonesian domestic market. The method of analyses used includes the decomposition of relative prices of estate crop commodities and direct, indirect and total protection rates.  The results show that the real prices of main estate crops in the period of 1985-1997 experienced a decrease compared to that of 1979-1985.  However, in the period of 1997-2005, the real prices of cocoa and rubber, but not for coffee, tea and CPO, showed an increase compared to the preceding periods. The indirect protection, in general indicated an increase, however, the direct protection showed a decrease.  In total, the rate protection of the estate crops resulted in positive values eventhough it seemed to decrease from time to time.  Terms of trade of estate crops against the importing sugar, from 1979 to 1997 showed a decrease but they were still in positive values. The decreasing performance of main estate crops would be more significant with respect to the capacity to import.  In the future, it is suggested that the goverment of Indonesia should adjust its interventions continuously by taking into account the international price movements of main estate crops to give incentives to producers and exporters.


Indonesian

Penelitian ini difokuskan pada dampak dari kebijakan pemerintah di bidang produksi, perdagangan dan makro ekonomi terhadap harga riil, tingkat proteksi dan kinerja komoditas utama perkebunan, yaitu kakao, kopi, karet, teh, dan minyak kelapa sawit mentah (CPO) di pasar domestik. Metode analisis yang digunakan adalah dekomposisi harga komoditas utama perkebunan di pasar domestik dan perhitungan tingkat proteksi langsung, tak langsung dan total keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga riil komoditas perkebunan pada periode 1985-1997 menunjukkan penurunan dibandingkan pada periode 1979-1985. Pada periode 1997-2005, harga riil kakao dan karet menunjukkan kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.  Namun, hal ini tidak terjadi untuk kopi, teh dan minyak kelapa sawit. Secara umum, tingkat proteksi tidak langsung menunjukkan kenaikan, sebaliknya tingkat proteksi langsung mengalami penurunan.  Secara total, tingkat proteksi masih positif walaupun mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Nilai tukar perdagangan komnoditas utama perkebunan terhadap komoditi impor, sebagai contoh gula, dari tahun 1979 ke 1997 mengalami penurunan tetapi masih bernilai positif.  Penurunan kinerja ini lebih nyata jika dilihat dari kapasitas untuk mengimpor. Pada masa mendatang pemerintah Indonesia sebaiknya menyesuaikan intervensinya secara terus menerus.  Pergerakan harga internasional komoditas utama perkebunan perlu diperhitungkan sehingga intervensi tersebut dapat menghasilkan insentif bagi produsen dan pengekspor untuk berproduksi dan mengekspor.

Keywords


dampak intervensi pemerintah; harga riil; tingkat proteksi; dekomposisi harga; impact of government intervention; riil price; rate of protection; price decomposition

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v27n1.2009.61-80

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo